Langkah yang diambil oleh wilayah-wilayah tersebut mendapatkan banyak dukungan dan pujian netizen.
Netizen juga menyampaikan kesedihannya karena kondisi warga kota-kota yang diisolasi tersebut menjadi cukup kesulitan.
Untuk menghibur, beberapa netizen mengatakan kejadian tersebut seperti mengenang masa dimana negara tersebut pernah membatasi kegiatan perekonomian warganya pada 1950-1980-an.
"Memang diperlukan penanganan yang khusus dalam mengatasi dan mencegah wabah virus corona. Tetap tinggal di dalam rumah menjadi tanggung jawab setiap orang untuk memerangi virus corona," ucap seorang warga Zhumadian, Guo pada Globaltimes, (4/2/2020).
Beberapa daerah lainnya yang masih mempertimbangkan untuk melakukan isolasi diantaranya Guizhou di Provinsi Henan dan daerah Otonimi Guanxi Zhuang.
Isolasi Wuhan
Untuk membatasi penyebaran virus corona, sebelumnya otoritas China resmi mengisolasi wilayah Wuhan sejak Kamis, (23/1/2020).
Pembatasan tersebut membuat masyarakat tak bisa dengan bebas keluar maupun masuk wilayah Wuhan
Masyarakat dilarang untuk melintasi batas wilayah Wuhan baik dari jalur darat maupun air.
Pemerintah China kemudian juga menangguhkan jalur kereta lintas-provinsi dan lintas-kota menuju ke Wuhan.
Bahkan menurut pernyataan Kementerian Perhubungan Chinia, tidak ada transportasi publik mengambil ataupun menurunkan penumpang yang melalui Kota Wuhan.
Presiden Xi Jinping serukan virus corona sebagai masalah serius dan urgen
Dikutip dari Tribunnewswiki, Presiden China, Xi jinping menyerukan wabah virus korona jenis baru yang telah menginfeksi 217 orang di negaranya sebagai masalah serius dan urgen.
Xi Jinping juga mengingatkan agar segera dibuat langkah penanganan yang cepat dan tepat untuk memerangi virus korona jenis baru.
"Wabah baru pneumonia dari virus korona di Wuhan dan tempat-tempat lain harus ditanggapi dengan serius," kata Xi Jinping dalam media resmi China CCTV yang dikutip The Diplomat, Selasa (21/1/2020).
"Setiap komite partai, para kepala pemerintahan, dan departemen terkait di semua tingkatan harus mengutamakan kesehatan dan kehidupan manusia."
"Mereka harus memastikan orang-orang dapat tenang, damai, dan gembira saat Festival Musim Semi (saat liburan imlek)," tambah Xi Jinping.
Baca: 2 Kasus Baru Virus Corona Di Korea Selatan, Pria Itu Pergi Ke Singapura Untuk Konferensi
Baca: Dokter di Wuhan Sempat Peringatkan Soal Corona, Dituduh Sebarkan Hoaks hingga Terpapar Setelahnya
Baca: Leishenshan, Rumah Sakit Khusus Corona Kedua di Cina Hampir Selesai Dibangun: Kamis Mulai Beroperasi
(TRIBUNNEWSWIKI/Magi/Dinar)