TRIBUNNEWSWIKI.COM - Viral kisah seorang pelajar yang berjuang mengurus ibu dan dua adiknya yang masih kecil.
Dika, seorang pelajar yang duduk di bangku SMP di Surabaya, harus menitipkan adik-adiknya ke rumah tetangga setiap berangkat ke sekolah.
Kisah Dika ini dibagikan oleh ibu temannya, Merry Rosalia, melalui akun Facebook pribadinya, Selasa (28/1/2020).
Dalam unggahan tersebut Merry bercerita keprihatinannya terhadap keadaan teman anaknya yang baru saja ia sambangi rumahnya.
Baca: Fakta tentang Pelaku Penyerangan di JPO Olimo: Seorang Tunawisma dan Serang Korban Pakai Kuku
Unggahan Merry itu pun menyita perhatian warganet.
"Kisah miris seorang anak bernama Dika, teman anak saya,
Di dunia ini yang dia punya hanyalah Ibu, Kakak, dan 2 adik-adiknya yg masih kecil-kecil.
Dia tidak punya saudara lain lagi selain mereka.
Saat ini ibunya sedang sakit kanker payudara stadium 4.
Dia hidup dari belas kasihan tetangganya, kalau ada yang ngasih makan ya makan,tapi kalo tidak ada yang ngasih ya tidak makan," tulis Merry di Facebook, Selasa (28/1/2020).
Baca: Viral Kisah 7 Tahun Pacaran Ujung-ujungnya Kandas, Diselingkuhi saat LDR, Begini Cerita Lengkapnya
Lebih lengkap, Merry menceritakan bahwa Dika selalu menitipkan dua adiknya ke rumah tetangga setiap berangkat sekolah.
Sementara itu, sepulang sekolah, Dika menjemput adik-adiknya dan kembali mengurusnya hingga malam.
Tak hanya itu, Dika juga masih harus mengurus ibunya yang menderita kanker.
Menurut Merry, kakak Dika bekerja di rumah makan hingga larut malam.
"Kakaknya bekerja di rumah makan yang pulangnya selalu larut...jam 12 malam.
Gaji kakaknya selalu habis karena membayar hutang-hutang untuk biaya berobat ibunya selama ini.
Dan saat ini untuk hidup sehari hari mereka hanya bisa pasrah," ungkap Merry.
Melihat keadaan Dika tersebut, Merry pun merasa kagum dengan ketegaran Dika menjalani kehidupannya.
"Tapi saya salut dengan Dika, karena dia melakukan semua ini ikhlas tanpa mengeluh," ujarnya.
"Buktinya saat tetangganya lupa tidak membantunya memberi makan, dia juga tidak meminta. Dia sampai rela menahan lapar," tambah Merry.
Baca: Viral Penjual Tahu Cantik, Reaksi Netizen Ada Cincin di Jari, Akui Terima Pesan Bernada Tak Pantas
Bahkan, Merry mengatakan, Dika sempat menangis saat ia tanya mengenai bagaimana kebutuhan makannya sehari-hari.
"Waktu saya kesana, saya menyinggung masalah makan, saya tanya Dika makannya selama ini bagaimana, dia jawab sambil nangis," tutur Merry.
"Kalau ada ya dia makan bersama adik-adik dan Ibunya, kalau gak ada yang dimakan ya tidak makan katanya," sambungnya.
Merry juga menyampaikan bahwa rumah kontrakan Dika juga telah habis masa kontraknya.
Namun, sang pemilik rumah masih memberikan toleransi karena melihat kondisi keluarga Dika.
Merry menyebut Dika mengaku tak pernah menceritakan kesulitannya pada pihak sekolah.
Merry pun menanyakan mengapa Dika enggan menyampaikannya.
"Terus saya tanya lagi knp gak diceritakan kepada teman atau gurunya?
Dia jawab, saya tidak mau membebani orang te katanya," tulis Merry.
Pemkot Beri Bantuan
Berkat unggahan Merry yang viral di Facebook, keadaan keluarga Dika pun mendapat perhatian dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.
Melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) Surabaya, pemkot langsung menyalurkan bantuan pada keluarga Dika pada Rabu (29/1/2020).
Baca: Viral Kisah Gadis Ditempatkan di Gubuk Cinta Satu Malam Demi Mencari Suami yang Sesuai
Ketua DP5A Surabaya Chandra Oratmangon pun menyerahkan langsung intervensi bantuan pada ibunda Dika, Anik Ismawati (37)
“Intervensi yang diberikan yakni BPJS PBI (Penerima Bantuan Iuran), pendampingan dan pengobatan (berobat jalan) dari Puskesmas Sidotopo Wetan, kursi roda, dan tempat tidur,” kata Chandra, seperti yang dilansir laman resmi Pemerintah Kota Surabaya, Rabu (29/1/2020).
Chandra menjelaskan, pemkot juga memberikan rumah susun (rusun) untuk keluarga Dika.
Rusun ini diberikan dengan supaya keluarga Dika mendapat tempat tinggal yang lebih layak.
Chandra juga memastikan, siang ini pihak DP5A mengantar kaka Dika yang bernama Aji Galuh Ramadhan (20) untuk melihat lokasi rusun.
“Kami beri dua pilihan rusun.
Di Siwalankerto, Jalan Siwalankerto dan rusun Penjaringan, Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Rungkut.
Siang ini dia (Aji Galuh) lihat-lihat, sepertinya lebih tertarik yang di Penjaringan,” tutur Chandra.
Selain itu, Dika beserta keluarga pun juga diberikan bantuan lain.
Chandra menyebut bahwa pihaknya memberikan bantuan lain seperti makanan, uang tunai, pengurusan akta kelahiran untuk anak bungsu, dan beasiswa pendidikan untuk Dika.
Kakak Dika pun diberi bantuan untuk kejar paket B lantaran sempat putus sekolah saat SMP dan belum mendapatkan ijazah.
“Jadi nanti kami bantu urus semuanya koordinasi dengan Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan,” terang Chandra.
Lebih lanjut, Chandra memastikan, setiap bulannya, keluarga Dika akan menerima tali asih dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.
Tali asih tersebut dapat digunakan untuk keperluan sehari-hari.
”Nanti setiap bulan akan ada tali asih khusus dari Ibu Risma,” tegasnya.
(TRIBUNNEWSWIKI/Afitria) (Tribunnews.com/Widyadewi Metta)