TRIBUNNEWSWIKI.COM – Kapal yang ditumpangi wartawan Istana Presiden tenggelam di Labuan Bajo, NTT, Selasa (21/1/2020).
Tenggelamnya kapal Phinisi tersebut mengakibatkan sejumlah peralatan kerja wartawan ikut hanyut.
Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Pemerintah Provinsi NTT Marius Jelamu seperti dikutip dari Kompas.com.
Meski kapal dalam keadaan tenggelam, Jelamu menjelaskan, sejumlah wartawan Istana serta 4 anak buah kapal selamat.
Baca: 4 Fakta Terbaliknya Kapal Pinisi yang Ditumpangi Wartawan Istana, Begini Kronologi Kejadiannya
Baca: Polemik Kapal China di Natuna, Wakil Ketua DPR Dorong Kemenhan untuk Perbanyak Armada
Para wartawan yang sudah dievakuasi saat ini sedang berada di Hotel Plataran Komodo Resort, Labuan Bajo.
Peralatan para wartawan Istana Presiden yang berada dalam kapal tersebut tak bisa diselamatkan.
"Yang terpenting penumpang selamat dan ABKnya, peralatan kerja bisa dibeli lagi," kata Jelamu.
Baca: Sarita Abdul Mukti Yakin Faisal Harris Bakal Menikah Tiga Kali, Istri Selanjutnya Aku Dukung
Tak ayal, alat-alat elektronik seperti ponsel yang masih dapat diselamatkan kini dalam perbaikan.
Ponsel-ponsel yang basah karena terendam air laut itu kemudian ditimbun dalam beras agar cepat mengering.
Seperti diberitakan, peristiwa tenggelamnya Kapal Phinisi Bali milik Hotel Plataran Resort Komodo tersebut terjadi di sekitar Pulau Bidadari, pada koordinat S 08° 28 541' - E 119° 50 947'.
Baca: Hari Ini Dalam Sejarah 21 Januari 1924 - Pemimpin Pertama Uni Soviet, Vladimir Lenin Meninggal Dunia
Rombongan wartawan penumpang kapal diketahui seusai melakukan aktivitas peliputan kunjungan kerja (kunker) Presiden Jokowi di Labuan Bajo.
Sebelumnya Presiden Jokowi melakukan kunjungan ke wilayah Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, sejak Minggu (19/1/2020).
Jokowi meninjau perkembangan pembangunan kawasan wisata premium dan menyerahkan sertifikat tanah.
Baca: Masih Terbelit Skandal Doping, Andrea Iannone akan Absen Tes MotoGP 2020 di Malaysia Februari Nanti
Kepala Bidang Humas Polda NTT Kombes Johannes Bangun mengatakan, para penumpang termasuk empat orang kru kapal dan dua orang keluarga kru kapal sudah dievakuasi oleh Tim SAR Manggarai Barat.
"Tenggelamnya tadi sekitar pukul 12.00 WITA," kata Johannes.
Sejumlah nama wartawan Istana Presiden yang menjadi penumpang kapal yakni, Dyka (SCTV), Edo (TVRI), Kristo (Berita Satu), Desca (Antara), Liza (Liputan6), Agus (Vivanews).
Selain wartawan, menurut Johannes, ada juga seorang penumpang yang bernama Nita dari Biro Pers Istana.
Baca: Berniat Rampok Rumah, Pria di Cirebon ini Justru Dikalahkan Korbannya yang Ternyata Bisa Karate
"Semuanya berhasil selamat dari kapal terbalik,
Namun ada beberapa kamera dan peralatan hilang," kata Johannes.
Salah seorang wartawan Antara yang selamat, Desca Natalia, mengaku, kejadian kapal terbalik itu berlangsung sangat cepat.
Ombak dan angina kencang diduga menjadi penyebab terbaliknya kapal.
“Tiba-tiba angin kencang dan ombak gede langsung hitungan detik, langsung kapal terbalik,” ungkapnya.
Baca: Jelang Liburan Tahun Baru Imlek, Ahli Menyebut Warga China Dapat Membawa Virus Korona ke Luar Negeri
Penjelasan Istana
Deputi Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin memberikan penjelasan soal kapal terbalik yang ditumpangi wartawan istana.
Bey menyebut musibah itu terjadi pada Selasa (21/1/2020) siang.
Kapal yang ditumpangi wartawan yang diketahui bernama Plataran Pinisi Bali terbalik saat berada di tengah laut.
"Peristiwa tersebut terjadi di luar agenda kepresidenan, karena setelah acara terakhir di Labuan Bajo, yaitu penyerahan sertifikat hak atas tanah untuk rakyat,
Pada Selasa pagi, 21 Januari 2020, Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo langsung ke Bandara Komodo untuk kembali ke Jakarta," kata Bey.
Baca: Mariando Uropmabin
Baca: 217 Warga Terinfeksi, Presiden China Xi Jinping Serukan Wabah Virus Korona sebagai Masalah Serius
"Sementara para wartawan tersebut memilih untuk ke dermaga untuk menaiki kapal menuju Pulau Bidadari.
Dalam perjalanan kembali dari Pulau Bidadari, saat berada di tengah laut, Desca salah satu wartawan yang ikut,
menyampaikan terjadi perubahan cuaca mendadak yaitu ombak tinggi dan angin kencang sehingga kapal terbalik," sambungnya.
Saat terbalik, petugas pantai di Hotel Plataran yang melihat kejadian tersebut segera bergerak menuju lokasi dengan speedboat.
Setelah itu para wartawan dibawa ke Hotel Plataran dan langsung diperiksa oleh tim dokter dari RS Siloam Labuan Bajo.
(TribunnewsWiki.com/Saradita/Kompas.com)