Yasonna Laoly Masuk Tim Hukum PDI-P, Pusat Anti Korupsi UGM: Harusnya Jokowi Tegur Menkumham

PDI Perjuangan membentuk tim hukum untuk melawan KPK dalam kasus yang menjerat Harun Masiku, Menkumham Yasonna Laoly menjadi salah satu di antaranya.


zoom-inlihat foto
yasonna-laoly-tim-hukum-pdip.jpg
Tribunnews/IRWAN RISMAWAN
Yasonna Laoly


PDI Perjuangan membentuk tim hukum untuk melawan KPK dalam kasus yang menjerat Harun Masiku, Menkumham Yasonna Laoly menjadi salah satu di antaranya.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly bergabung dengan tim Hukum untuk menangani kasus yang menjerat kadermnya, Harun Masiku.

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDI-P) membentuk tim hukum yang berisi 12 orang pengacara untuk melawan Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK).

Menutip Kompas.com, tim hukum ini dipimpin oleh Teguh Samudera.

Dalam daftar anggota tim tersebut, terdapat nama Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly.

"DPP PDI-P melihat dinamika dan berbagai perkembangan terakhir, maka memutuskan untuk membentuk tim hukum," ujar Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto di Kantor DPP PDI-P, Menteng, Jakarta, Rabu (15/1/2020).

Tim hukum tersebut melakukan laporan ke Dewan Pengawas KPK terkait kasus Harun Masiku.

Anggota Tim Hukum PDI-P I Wayan Sudirta mengatakan, ada tujuh poin yang diadukan ke Dewan Pengawas, salah satunya terkait kabar penggeledahan atau penyegelan di Kantor DPP PDI-P.

Baca: 4 Kontroversi Yasonna Laoly, Sebut Dian Sastro Bodoh hingga Tuding Aksi Mahasiswa Ditunggangi

Baca: Aksi Demo Belum Berhenti, Yasonna Laoly Sebut Jokowi Tak Akan Cabut RUU KPK : Enggaklah

Sementara itu, Peneliti Pusat Anti Korupsi (Pukat) Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, Zaenur Rohman mengatakan, Presiden Joko Widodo seharusnya menegur Menteri Hukum dan HAM (MenkumHAM) Yasonna Laoly.

Sebab, kata dia, bergabungnya Yasonna di tim hukum PDI Perjuangan rawan menimbulkan konflik kepentingan.

"Presiden Jokowi seharusnya menegur MenkumHAM, tetapi tidak dilakukan karena sesama petugas partai yang tidak memahami etika jabatan publik," kata Zaenur.











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved