Tak Diijinkan Pakai Mobil Ambulans Desa, Jenazah Kakek Ini Harus Dibopong 10 KM Menggunakan Sarung

Pihak keluarga korban membantah pernyataan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan yang mengatakan kakek Ambo Tang meninggal karena kelaparan


zoom-inlihat foto
kakek-meninggal-karena-kelaparan1.jpg
Pixabay
ILUSTRASI - Kakek di Sulawesi Selatan meninggal diduga kerana kelaparan


TRIBUNNEWSWIKI.COMAmbo Tang (75) warga Dusun Punagayya, Desa Bontorappo, Tarowang, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan ditemukan meninggal dunia diduga karena kelaparan.

Jenazah kakek 75 tahun tersebut ditemukan di dekat tumpukan batu gunung di Dusun Borongloe, Desa Bontorappo, Jumat (17/1/2020).

Pihak keluarga mendapatkan kesulitan ketika berniat membawa jenazah Ambo Tang ke rumah duka.

Dilansir oleh Sosok.id, hal tersebut dikarenakan pihak keluarga tak diijinkan meminjam mobil ambulans siaga desa.

Padahal saat itu ada mobil ambulans siaga desa sedang tak bertugas, namun pihak keluarga harus kecewa saat tak dapat ijin meminjam.

Dikutip dari Kompas.com, yang berwenang dalam peminjaman mobil ambulans siaga adalah Kepala Desa setempat.

Baca: Kakek 68 Tahun Curi Getah Karet Senilai Rp 17 Ribu, Istri Terdakwa Nangis Dengar Vonis Hakim

Baca: Berniat Antarkan Es Teh, Seorang Gadis Penjual Nasi Diperkosa Kakek Mijan hingga Hamil 8 Bulan

“Padahal, saat penemuan jenazah Ambo Tang, Kepala Desanya datang dengan mengendarai mobil ambulans. Jadi terpaksa digotong menggunakan sarung,” kata seorang keluarga korban, Sahabuddin ketika dikonfirmasi, Minggu (19/1/2020), mengutip dari Kompas.com.

Pihak keluarga pun memutuskan untuk membawa jenazah kakek Ambo Tang dengan cara dibopong menggunakan sarung.

Sahabuddin mengatakan jika keluarga mereka menggunakan sarung secara bergotong royong dan bergiliran.

Hal ini karena jarak lokasi penemuan jasad dan rumah duka cukup jauh, yakni 10 km.

Ditambah dengan medan berupa jalan perbukitan yang menjulang dan licin.

Pernyataan Kepala Desa

Kepala Desa Bontorappo, Mustafa Dg Ngenteng membantah tudingan keluarga almarhum pada dirinya.

Mustafa mengaku sudah menghubungi pihak puskesmas setempat.

Hal itu dimaksudkan untuk memerintahkan pihak puskesmas mempersiapkan mobil ambulans guna mengantar jenazah kakek malang tersebut.

Namun, menurutnya pihak keluarga tak mau menunggu kedatangan mobil jenazah hingga nekat membawa jasad kakek berusia 75 tahun itu dengan cara dibopong.

"Saya sudah menghubungi pihak puskesmas agar mengirim mobil ambulans jenazah dan sementara dalam perjalanan ke lokasi penemuan jenazah Ambo Tang, tapi pihak keluarga tidak mau menunggu dan langsung menggotong jenazah," bantah Mustofa seperti dilansir oleh Kompas.com.

Mustafa juga mengungkapkan, keluarga terburu-buru mengambil jenazah Ambo Tang.

Menurutnya, jika ditemukan jenazah, maka harus menunggu polisi datang dulu untuk dilakukan pemeriksaan.

 "Padahal kan, kalau ada penemuan jenazah itu harus menunggu dulu datangnya polisi. Jadi polisi belum datang dan mobil ambulans jenazah belum datang, tapi jenazah Ambo Tang sudah dibawa pihak keluarga," kata Mustofa.

Baca: 7 Fakta Tragis FN, Siswi SMA yang Diperkosa Kekasih dan Ditemukan Kelaparan serta Pakaian Terkoyak

Baca: 2 Orang Meninggal, WHO Identifikasi Wabah Virus Wuhan Bisa Ditularkan Manusia dan Menyebar di Asia

Pernyataan Wagub Sulses terkait kematian kakek Ambo Tang

Jenazah Ambo Tang ditemukan di dekat tumpukan batu gunung di Dusun Borongloe, Desa Bontorappo, Jumat (17/1/2020).

Sebelum ditemukan meninggal, Ambo Tang dikabarkan hilang, ia meninggalkan rumah pada Rabu (15/1/2020).

Terkait hal ini, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengatakan jika peristiwa ini merupakan kejadian yang sangat menyayat hati.

"Kejadian ini sangat menyayat hati, sangat menyedihkan, Ambo Tang meninggal dunia diduga karena kelaparan," ungkapnya kepada wartawan, Sabtu (18/1/2020).

Andi pun lantas memerintahkan stafnya untuk menyalurkan bantuan sembako kepada keluarga yang ditingggalkan.

"Kami selaku pihak pemerintah seharusnya mendeteksi informasi kondisi keluarganya sebelum kejadian. Saya harap kejadian serupa tidak terulang kembali," ungkapnya.

Selain itu, Andi juga meminta kepada seluru bupati dan wali kota di Sulawesi Selatan untuk lebih serius dalam penanganan warga miskin.

"Kami instruksikan untuk seluruh bupati dan wali kota agar menyisir keluarga fakir miskin serupa dan menunda agresifitas alokasi anggaran fisik konstruksi bukan prioritas jika masalah sosial menjadi momok menakutkan," pinta Andi.

Keluarga membantah Ambo Tang meninggal karena kelaparan

Saat itu, Andi Sudirman Sulaiman menyebut kakek Ambo Tang meninggal karena kelaparan.

Sementara itu, pihak keluarga korban membantah pernyataan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan tersebut yang mengatakan kakek Ambo Tang meninggal karena kelaparan.

“Penyebab kematian Ambo Tang karena kelaparan itu tidak benar atau keliru. Selama ini beliau tinggal di rumah salah seorang anaknya, di kampung Punagaya desa Bontorappo Jeneponto tidak dalam kondisi kekurangan pangan/makanan," kata Sahabuddin, salah satu kerabat korban kepada Kompas.com, Minggu (19/1/2020).

Sahabuddin, menjelaskan, kakek 75 tahun itu sudah pikun dan sering meninggalkan rumah tanpa diketahui anaknya.

Seringkali, saat keluar dari rumah, Ambo Tang tidak tahu lagi jalan untuk pulang.

Lalu, pada Rabu (15/1/2020), korban diketahui meninggalkan rumah anaknya.

Sejak itu, pihak keluarga terus mencari, hingga ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dekat tumpukan batu gunung di Dusun Borongloe, Desa Bontorappo, Jumat (17/1/2020).

“Diduga karena pikun, Ambo Tang berjalan tanpa tujuan yang jelas sehingga pada akhirnya tersesat dan baru ditemukan keesokan harinya dalam kondisi telah meninggal dunia," kata Sahabuddin.

Baca: Fakta-fakta Viral Video Cucu Tendang Kakek di Kendal, Sang Kakek Ikhlas: Saya tidak Apa-apa

Baca: Demi Saksikan Pelantikan Jokowi, Kakek Ini Nekat Kayuh Becak dari Surabaya, Pakai Biaya Pribadi

(Tribunnewswiki.com/Ami Heppy, Sosok.id, Kompas.com)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved