Ibunda Sopir Bus Maut di Ciater Subang Minta Maaf ke Semua Penumpang : Bukan Kemauan Anak Saya

Ibunda sopir bus yang alami kecelakaan di Ciater Subang minta maaf kepada semua penumpang : bukan kemauan anak saya.


Ibunda Sopir Bus Maut di Ciater Subang Minta Maaf ke Semua Penumpang : Bukan Kemauan Anak Saya
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Almarhum Dede Purnama (41) korban kecelakaan maut asal Kampung Cikuda, RT 35/16, Desa Bojongnangka, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor dimakamkan pagi ini, Minggu (19/1/2020) 


Ibunda sopir bus yang alami kecelakaan di Ciater Subang minta maaf kepada semua penumpang : bukan kemauan anak saya.

Ternyata, anaknya mengalami beberapa luka cukup berat.

"Ya habis dikasih tahu, saya ikhlas saja, namanya sudah takdir Allah," ujarnya.

Pada Minggu (19/1/2020), Nurmalasari tiba di RSUD Depok, bersama 12 korban luka lainnya.

Junaidi mengatakan, anaknya mengalami luka patah tulang dan luka akibat tertancap kaca bus.

"Sesaknya itu karena benturan.

Tulang iga nomor tiga dari atas patah," ujarnya.

Nurmalasari pun kini harus dirawat di RSUD Depok, karena dianggap menderita luka cukup parah.

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, bus yang terguling tersebut berisi 58 orang dari kader Posyandu Bojong Pondok Terong, Cipayung, Depok, termasuk sopir dan kondektur.

Sebanyak delapan orang tewas, 32 orang luka berat, dan 18 luka ringan.

Selain di RSUD Depok, para korban juga dirawat di beberapa rumah sakit lain, di antaranya: Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), Rumah Sakit Mitra Keluarga dan Rumah Sakit Hermina.

Saksi Beber Detik-detik Kecelakaan Bus di Ciater Subang

Pemilik kedai kopi di turunan Palasari, Anjas Sandi Priyanto (20), menjadi saksi kecelakaan maut bus PO Purnama Sari di Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang.

Ia punmenceritakan detik-detik kecelakaan maut bus PO Purnama Sari bernomor polisi E 7508 W di turunan Palasari, Kampung Nagrog, RT 21/7, Desa Palasari, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang.

Seperti diketahui, kecelakaan yang terjadi pada Sabtu (18/1/2020) sekitar pukul 17.15 WIB itu.

Anjas mengaku dirinya mendengar suara yang kemungkinan berupa ledakan ban.

Suara itu terdengar beberapa detik sebelum bus pariwisata tersebut mengalami kecelakaan.

"Setelah itu saya melihat bus yang datang dari arah atas sepertinya sudah lolos rem dan hilang kontrol," ujarnya saat ditemui di kedai kopinya yang berada tepat di depan lokasi kejadian, Minggu (19/1/2020).

Kecelakaan bus PO Purnamasari di Subang
Kecelakaan bus PO Purnamasari di Subang (Kolase TribunnewsWiki/Tribunnews.com/Kompas.com)

Dia melihat bus itu oleng lalu menabrak tiang listrik hingga akhirnya terguling dan ditemukan penumpang yang mengalami luka-luka hingga ada yang meninggal dunia.

"Busnya rusak, kacanya pecah, saya melihat ada tiga anak kecil yang berada di dalam bus," kata Anjas.

Sebelum bus terguling, dia menduga tidak ada penumpang di dalam bus tersebut karena dia tidak mendengar suara teriakan dari penumpang di dalam bus.

Namun setelah bus terguling, warga pun langsung segera berlari untuk membantu evakuasi korban yang terjebak di dalam bus yang dikemudikan Dede Purnama (41) warga Kampung Cikuda, RT 35/16, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor itu.

"Saya juga bersama warga lain membantu mengeluarkan penumpang yang saat itu kondisinya sangat mengerikan, banyak darah," ucapnya.

Ia mengatakan, berselang 10 menit setelah kecelakaan, petugas dari Polres Subang tiba di lokasi kejadian untuk mengevakuasi korban dan dibawa ke rumah sakit.

"Proses evakuasi korban selesai habis Isya, kalau busnya berhasil dievakuasi sekitar pukul 21.00 WIB," katanya.

(Tribunnewswiki.com/Putradi Pamungkas,Tribunnewsbogor.com/Naufal Fauzy)





Penulis: Putradi Pamungkas






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved