Hari Ini Dalam Sejarah: 9 Januari 1945 - Pembuktian Sumpah MacArthur

Hari Ini Dalam Sejarah: 9 Januari 1945, Jenderal Douglas MacArthur kembali lagi ke Filipina untuk membuktikan sumpahnya "I Shall Return" melawan kembali Jepang yang menguasai sejumlah wilayah.


Hari Ini Dalam Sejarah: 9 Januari 1945 - Pembuktian Sumpah MacArthur
https://sofrep.com/
Jenderal Douglas MacArthur bersama pasukan Amerika Serikat mendarat di pulau Luzon, Filipina untuk membalas kekalahan atas Jepang. Ia membuktikan sumpahnya "I Shall Return" masih berlaku. 

Hari Ini Dalam Sejarah: 9 Januari 1945, Jenderal Douglas MacArthur kembali lagi ke Filipina untuk membuktikan sumpahnya "I Shall Return" melawan kembali Jepang yang menguasai sejumlah wilayah.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Hari Ini Dalam Sejarah: 9 Januari 1945, Jenderal Douglas MacArthur kembali lagi ke Filipina untuk membuktikan sumpahnya melawan kembali Jepang yang menguasai sejumlah wilayah dan sebelumnya sempat menang dalam pertempuran pada tahun 1942.

Jenderal Douglas MacArthur dan pasukan Amerika ke-6 mendarat di Teluk Lingayen di Luzon, Filipina.

Langkah ini merupakan satu strategi Amerika untuk merebut sejumlah pulau-pulau di Filipina dari tangan Jepang.

Selain sebagai langkah, kembalinya MacArthur ini juga merupakan pembuktian janji mashyurnya yang diingat hingga saat ini, "I Shall Return".

Ketegangan dua negara ini begitu tinggi pada waktu Perang Dunia ke-2 saat itu.

Sebelumnya, Jepang telah menguasai Filipina sejak bulan Mei 1942.

Kesuksesan Jepang ini dapat diraih ketika menang melawan pasukan Amerika dengan menangkap Jenderal Jonathan Wainwright.

Hal itulah yang kemudian membuat pasukan lain yang dipimpin Jenderal MacArthur berangkat kembali.

Pada bulan Oktober 1944, pasukan Amerika bertambah menyusul kedatangan lebih dari 100,000 prajurit Paman Sam yang mendarat di Leyte Island.

Di pulau ini, pasukan Amerika dilaporkan sukses mengobarkan serangan berdarah terbesar dalam sejarah perang pasifik.

Di sinilah ditandainya awal dari kekalahan Jepang dalam Perang Dunia ke-2. [1]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: 9 Januari 1674 - Kelahiran Reinhard Keiser, Komposer Opera Jerman

  • Kedatangan Amerika


Sejumlah kantor berita menangkap momen saat Jenderal MacArthur berhasil menepi ke daratan Leyte Island pada 20 Oktober.

Sebelumnya, kemenangan pasukan Jepang atas pasukan Amerika membuat Jenderal MacArthur melarikan diri dan  Jenderal Jonathan Wainwright ditangkap.

Kekalahan tersebut membuat Jenderal MacArthur berjanji pada dirinya dan rakyat Amerika untuk kembali ke Filipina.

Ucapan mashyur MacArthur yang sampai saat ini masih diingat oleh para pecinta sejarah berbunyi, "I Shall Return".

Kendati demikian heroik, sejumlah kantor berita mainstream tidak menangkap peristiwa 67 hari perjuangan pasukan Amerika untuk menaklukan pulau tersebut.

Sekitar 55,000 pasukan Jepang diperkirakan gugur dalam pertempuran yang terjadi selama dua bulan tersebut.

Kemudian diperkirakan lebih dari 25,000 prajurit Jepang terbunuh dalam pertempuran skala kecil di areal terbuka.

Sementara pasukan Amerika Serikat dilaporkan telah kehilangan sekitar 3,500 pasukan. [2]

  • Pertempuran di Teluk Leyte


Pertempuran Jepang melawan Amerika Serikat di sebagian tempat di Filipina menjadi suatu kisah yang menarik.

Satu di antaranya adalah pertempuran di Teluk Leyte, Filipina.

Kedua pasukan baik Jepang maupun Amerika Serikat sama-sama kehilangan sejumlah kapal dan armada lautnya.

Dalam sejarah pertempuran ini, dikenal pula prajurit berani mati milik Jepang yang dikenal dengan nama Kamikaze.

Lebih dari 5,000 pilot Kamikaze meninggal dalam pertempuran di Teluk Leyte, Filipina.

Tercatat 34 kapal Amerika Serikat tenggelam berkat aksi tersebut.

Namun demikian, kapal Jepang juga dilaporkan tenggelam dalam pertempuran tersebut.

Kapal terbesar dan terhebat Jepang dilaporkan tenggelam dan menandai kekalahan armada pertempurannya di Teluk Leyte. [3]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 8 Januari 1989: Jatuhnya Pesawat Boeing 737-400 di Inggris, 47 Tewas, 74 Luka

Kapal induk Princeton terbakar di timur Luzon, Filipina, 24 Oktober 1944.
Kapal induk Princeton terbakar di timur Luzon, Filipina, 24 Oktober 1944. (Wikimedia Commons)

  • Hancurnya Kapal Columbia dan Mississippi


Kemenangan Amerika Serikat baik di darat maupun laut di wilayah Leyte, Filipina membuka kesempatan bagi mereka untuk membuka pendaratan lebih dari 60,000 pasukan tambahan Amerika pada 9 Januari 1945.

Saat MacArthur sampai di daratan Filipina, banyak orang-orang lokal bersorak sorai.

Rekaman sejarah memperlihatkan kedatangan MacArthur kembali ke Filipina sesuai dengan sumpahnya, "I Shall Return".

Bagaimanapun juga pasukan Amerika Serikat sempat bersitegang dengan lawan pada saat mendarat dan kehilangan kapal penjelajah Columbia dan Kapal Perang Mississippi.

Kedua kapal tersebut tenggelam karena aksi pilot Kamikaze pasukan Jepang yang mengakibatkan meninggalnya 49 awak kapal Amerika Serikat. [4]

  • Strategi


Pasukan AS dapat dengan mudah menguasai daratan Luzon, Filipina pada minggu-minggu pertama lantaran menemukan jaringan pertahanan tersembunyi dalam gua dan terowongan yang dibuat oleh pasukan Jepang di Luzon.

Tujuan dibangunnya gua dan terowongan tersebut diungkapkan sebagai strategi Jepang menarik pasukan Amerika Serikat agar lebih masuk ke dalam.

Sementara pihak pasukan Jepang dimanfaatkan karena dapat menghindari pengeboman awal Pasukan AS.

Begitu pasukan Amerika Serikat dapat ditarik ke dalam, pasukan Jepang melakukan pertempuran besar sesuai dengan strategi mereka.

Pihak Amerika sendiri juga mengimbanginya dengan mengerahkan kekuatannya.

Terlepas dari seberapa kuat kedua pasukan, pihak Jepang harus mengakui kekalahannya dalam Pertempuran di Luzon sekaligus kekalahannya dalam menguasai seluruh wilayah Filipina. [5]

--

Tribunnewswiki.com terbuka dengan data baru dan usulan perubahan untuk memperkaya informasi.

Apabila pembaca menemukan kekurangcermatan dalam penggunaan atau interpretasi data, harap kontak pada media sosial kami.

--

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)



Informasi Detail
Nama Hari Ini Dalam Sejarah
Tanggal 9 Januari 1945
Peristiwa Pembuktian Sumpah Jenderal Douglas MacArthur,
   


Sumber :


1. online.norwich.edu
2. www.worldwar2facts.org
3. www.worldwar2facts.org
4. www.history.com
5. www.history.com


Penulis: Dinar Fitra Maghiszha
Editor: Putradi Pamungkas






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved