Berani Serang AS dengan Luncurkan Rudal, Ternyata Iran Punya Cadangan Minyak Ratusan Miliar Barel

Konflik di Timur Tengah ini turut berdampak terhadap berbagai aspek.Salah satunya adalah harga minyak dunia. komoditas penting itu terus bergejolak.


zoom-inlihat foto
rudal.jpg
BBC
IUSTRASI - Rudal balistik jarak jauh Iran, Shahab 2. - Pasca Serangan ke Pangkalan Militer AS di Irak, Iran Minta Amerika Tarik Pasukan dari Timur Tengah


Produksi minyak bumi mencapai 808.000 barel per hari.

Jumlah ini menunjukkan penurunan sebesar 3,5 persen dari rata-rata produksi tahun 2017.

Kebanyakan aktivitas hulu minyak bumi dilakukan di wilayah Indonesia bagian barat, dengan wilayah utama produksi minyak bumi di Sumatera, Laut Jawa, Kalimantan timur, dan Natuna.

Sedangkan untuk sektor hilir, ada 9 kilang minyak di Indonesia dengan kapasitas mencapai 1,1 juta barel per hari.

Indonesia juga memiliki sejarah panjang terkait sektor minyak dan gas bumi.

RI telah aktif dalam sektor minyak dan gas selama lebih dari 130 tahun, setelah penemuan minyak bumi pertama di Sumatera Utara pada tahun 1885.

Indonesia juga menjadi anggota OPEC sejak tahun 1961 dan sempat ditangguhkan keanggotaannya pada tahun 2009 karena produksi yang menurun.

Pada tahun 2009, Indonesia bergabung lagi dan kembali ditangguhkan keanggotaannya pada November 2016.

Baca: Donald Trump Beri Pernyataan Terkait Serangan Rudal: Iran Tampaknya Mundur

Baca: Fateh-313, Rudal Balistik Milik Iran yang Ditembakkan ke Pangkalan Militer AS di Irak

Pertamina batal akuisisi blok migas di Iran

Melansir Kontan, pada tahun 2017 PT Pertamina (Persero) sempat mengajukan minat untuk melakukan kerja sama dengan National Iranian Oil Company (NIOC) di dua blok migas Iran.

Hingga awal Januari 2018, Pertamina masih fokus melakukan akuisisi blok migas di Iran.

Saat itu, Pertamina berada pada tahap merampungkan kerja sama untuk mendapatkan salah satu blok migas di Iran, yaitu Blok Mansouri.

Pertamina harus menunggu keputusan dari pemerintah Iran yang disampaikan pada April 2018 sebelum dapat secara resmi mendapatkan blok tersebut.

Namun, pada Mei 2018, Departemen Luar Negeri AS menyatakan bahwa pihaknya mendorong sekutu untuk memotong impor minyak mentah dari Iran menjadi nol.

Upaya ini merupakan bagian dari sanksi yang diberlakukan setelah Presiden Donald Trump memutuskan untuk mengeluarkan AS dari kesepakatan nuklir dengan Iran.

Melansir Reuters, saat itu, Indonesia menjadi mitra dagang energi Amerika Serikat. Keduanya memiliki kesepakatan pasokan gas alam cair selama 20 tahun dengan eksportir AS Cheniere Energy yang dimulai di tahun yang sama.

Adanya kondisi tersebut membuat pemerintah Indonesia kemudian memutuskan untuk membekukan kesepakatan Pertamina untuk mengoperasikan ladang minyak Mansouri di Iran.

(TribunnewsWiki.com/Niken Aninsi, Kompas.com)





Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved