Kabupaten Sidoarjo

Bersama dengan Gresik, Sidoarjo merupakan salah satu penyangga utama Kota Surabaya, dan termasuk dalam kawasan Gerbangkertosusila.


zoom-inlihat foto
kabupaten-sidoarjo.jpg
Tribunnewswiki.com
Kabupaten Sidoarjo

Bersama dengan Gresik, Sidoarjo merupakan salah satu penyangga utama Kota Surabaya, dan termasuk dalam kawasan Gerbangkertosusila.




  • Informasi Awal #


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kabupaten Sidoarjo merupakan sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Indonesia.

Ibu kotanya adalah Sidoarjo.

Kabupaten ini berbatasan dengan Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik di utara, Selat Madura di timur, Kabupaten Pasuruan di selatan, serta Kabupaten Mojokerto di barat.

Bersama dengan Gresik, Sidoarjo merupakan salah satu penyangga utama Kota Surabaya, dan termasuk dalam kawasan Gerbangkertosusila.

  • Sejarah #


Sidoarjo dulu dikenal sebagai pusat Kerajaan Janggala.

Pada masa kolonialisme Hindia Belanda, daerah Sidoarjo bernama Sidokare, yang merupakan bagian dari Kabupaten Surabaya.

Daerah Sidokare dipimpin oleh seorang patih bernama R. Ng. Djojohardjo, bertempat tinggal di kampung Pucang Anom yang dibantu oleh seorang wedana yaitu Bagus Ranuwiryo yang berdiam di kampung Pangabahan.

Pada 1859, berdasarkan Keputusan Pemerintah Hindia Belanda No. 9/1859 tanggal 31 Januari 1859 Staatsblad No. 6, daerah Kabupaten Surabaya dibagi menjadi dua bagian yaitu Kabupaten Surabaya dan Kabupaten Sidokare.

Sidokare dipimpin R. Notopuro (kemudian bergelar R.T.P. Tjokronegoro) yang berasal dari Kasepuhan.

Ia adalah putra dari R.A.P. Tjokronegoro, Bupati Surabaya.

Pada tanggal 28 Mei 1859, nama Kabupaten Sidokare yang memiliki konotasi kurang bagus diubah namanya menjadi Kabupaten Sidoarjo.

Setelah R. Notopuro wafat tahun 1862, maka kakak almarhum pada tahun 1863 diangkat sebagai bupati, yaitu Bupati R.T.A.A. Tjokronegoro II yang merupakan pindahan dari Lamongan.

Pada tahun 1883 Bupati Tjokronegoro pensiun, sebagai gantinya diangkat R.P. Sumodiredjo pindahan dari Tulungagung tetapi hanya 3 bulan saja menjabat sebagai Bupati karena wafat pada tahun itu juga, dan R.A.A.T. Tjondronegoro I diangkat sebagai gantinya.

Pada masa Pedudukan Jepang (8 Maret 1942 - 15 Agustus 1945), daerah delta Sungai Brantas termasuk Sidoarjo juga berada di bawah kekuasaan Pemerintahan Militer Jepang (yaitu oleh Kaigun, tentara Laut Jepang).

Pada tanggal 15 Agustus 1945, Jepang menyerah pada Sekutu.

Permulaan bulan Maret 1946 Belanda mulai aktif dalam usaha-usahanya untuk menduduki kembali daerah ini.

Ketika Belanda menduduki Gedangan, pemerintah Indonesia memindahkan pusat pemerintahan Sidoarjo ke Porong.

Daerah Dungus (Kecamatan Sukodono) menjadi daerah rebutan dengan Belanda.

Tanggal 24 Desember 1946, Belanda mulai menyerang kota Sidoarjo dengan serangan dari jurusan Tulangan.

Sidoarjo jatuh ke tangan Belanda hari itu juga. Pusat pemerintahan Sidoarjo lalu dipindahkan lagi ke daerah Jombang.

Pemerintahan pendudukan Belanda (dikenal dengan nama Recomba) berusaha membentuk kembali pemerintahan seperti pada masa kolonial dulu.

Pada November 1948, dibentuklah Negara Jawa Timur salah satu negara bagian dalam Republik Indonesia Serikat.

Sidoarjo berada di bawah pemerintahan Recomba hingga tahun 1949.

Tanggal 27 Desember 1949, sebagai hasil kesepakatan Konferensi Meja Bundar, Belanda menyerahkan kembali Negara Jawa Timur kepada Republik Indonesia, sehingga daerah delta Brantas dengan sendirinya menjadi daerah Republik Indonesia.

  • Geografis #


Kabupaten Sidoarjo sebagai salah satu penyangga Ibukota Provinsi Jawa Timur merupakan daerah yang mengalami perkembangan pesat.

Keberhasilan ini dicapai karena berbagai potensi yang ada di wilayahnya seperti industri dan perdagangan, pariwisata, serta usaha kecil dan menengah dapat dikemas dengan baik dan terarah.

Dengan adanya berbagai potensi daerah serta dukungan sumber daya manusia yang memadai, maka dalam perkembangannya Kabupaten Sidoarjo mampu menjadi salah satu daerah strategis bagi pengembangan perekonomian regional.

Kabupaten Sidoarjo terletak antara 112o5’ dan 112o9’ Bujur Timur dan antara 7o3’ dan 7o5’ Lintang Selatan.

Perbatasan

  • Utara (Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik)
  • Selatan (Kabupaten Pasuruan)
  • Barat (Kabupaten Mojokerto)
  • Timur (Selat Madura)

Topografi :

Dataran Delta dengan ketinggian antar 0 s/d 25 m, ketinggian 0-3m dengan luas 19.006 Ha, meliputi 29,99%, merupakan daerah pertambakkan yang berada di wilayah bagian timur.

Wilayah Bagian Tengah yang berair tawar dengan ketinggian 3-10 meter dari permukaan laut merupakan daerah pemukiman, perdagangan dan pemerintahan. Meliputi 40,81 %.

Wilayah Bagian Barat dengan ketinggian 10-25 meter dari permukaan laut merupakan daerah pertanian. Meliputi 29,20%. 

Hidrogeologi :

Daerah air tanah, payau, dan air asin mencapai luas 16.312.69 Ha. Kedalaman air tanah rata-rata 0-5 m dari permukaan tanah.

Hidrologi : 

Kabupaten Sidoarjo terletak diantara dua aliran sungai yaitu Kali Surabaya dan Kali Porong yang merupakan cabang dari Kali Brantas yang berhulu di kabupaten Malang.

Klimatologi :

Beriklim topis dengan dua musim, musim kemarau pada bulan Juni sampai Bulan Oktober dan musim hujan pada bulan Nopember sampai bulan Mei.

Struktur Tanah :

Alluvial kelabu seluas 6.236,37 Ha

Assosiasi Alluvial kelabu dan Alluvial Coklat seluas 4.970,23 Ha

Alluvial Hidromart seluas 29.346,95 Ha

Gromosal kelabu Tua Seluas 870,70 Ha 

  • Masyarakat #


Kabupaten Sidoarjo merupakan Dataran Delta dengan ketinggian antar 0 s/d 25 m, ketinggian 0-3m dengan luas 19.006 Ha, meliputi 29,99%, merupakan daerah pertambakkan yang berada di wilayah bagian timur Wilayah Bagian Tengah yang berair tawar dengan ketinggian 3-10 meter dari permukaan laut merupakan daerah pemukiman, perdagangan dan pemerintahan.

Meliputi 40,81 %. Wilayah Bagian Barat dengan ketinggian 10-25 meter dari permukaan laut merupakan daerah pertanian.

Penduduk adalah faktor penting dalam membangun suatu pemerintahan dan pembangunan.

Sebab selain menjadi obyek pembangunan penduduk sekaligus menjadi pelaku pembangunan.

Jumlah Penduduk di Kabupaten Sidoarjo tahun 2019 hasil proyeksi penduduk mencapai 2.262.440 dengan komposisi jumlah penduduk laki-laki 1.140.627 jiwa dan penduduk perempuan berjumlah 1.121.813 jiwa.

Kecamatan yang paling padat dihuni penduduk adalah Waru, Taman, Sidoarjo, Candi, Krian, Gedangan, Sukodono, Sedati, Tanggulangin, Buduran, Tulangan, Porong, Wonoayu, Prambon, Balongbendo, Krembung dan Tarik.

Pertambahan penduduk di Kabupaten Sidoarjo, bukan dikarenakan tingginya angka kelahiran, akan tetapi lebih dikarenakan arus urbanisasi sebagai dampak dari pertumbuhan sektor industri dan perumahan di Sidoarjo serta sekaligus sebagai daerah penyangga Kota Surabaya.

  • Ekonomi dan Bisnis #


Perikanan, industri dan jasa merupakan sektor perekonomian utama Sidoarjo.

Selat Madura di sebelah Timur merupakan daerah penghasil perikanan, di antaranya Ikan, Udang, dan Kepiting.

Logo Kabupaten menunjukkan bahwa Udang dan Bandeng merupakan komoditi perikanan yang utama kota ini.

Sidoarjo dikenal pula dengan sebutan "Kota Petis".

Sektor industri di Sidoarjo berkembang cukup pesat karena lokasi yang berdekatan dengan pusat bisnis Jawa Timur (Surabaya), dekat dengan Pelabuhan Tanjung Perak maupun Bandara Juanda.

Sidoarjo memiliki sumber daya manusia yang produktif serta kondisi sosial politik dan keamanan yang relatif stabil menarik minat investor untuk menanamkan modalnya di Sidoarjo.

Sektor industri kecil juga berkembang cukup baik, di antaranya sentra industri kerajinan tas dan koper di Tanggulangin, sentra industri sandal dan sepatu di Wedoro - Waru dan Tebel - Gedangan, sentra industri kerupuk di Telasih - Tulangan.

  • Pariwisata dan Industri Kreatif #


Terdapat banyak lokasi pariwisata yang ada di Kabupaten Sidoarjo.

Mulai dari Wisata budaya, Belanja, Wisata Alam, Taman Hiburan keluarga, Pusat Perbelanjaan, dan lain-lain.

Beberapa diantaranya merupakan wisata terkenal yang sudah terkenal sampai se-Indonesia, seperti Wisata Lumpur Lapindo.

Meskipun sangat tidak etis hal tersebut dijadikan objek wisata mengingat banyak korban yang terkena dampak Lumpur tersebut.

Namun saat ini, objek tersebut dijadikan sebagai tempat wisata oleh sebagian orang yang sedang dalam perjalanan dari Surabaya ataupun dari Malang.

Berikut ini daftar wisata yang ada di Kabupaten Sidoarjo :

  • Monumen Jayandaru
  • Wisata Lumpur Lapindo
  • Gelanggang Olahraga Sidoarjo
  • Delta Fishing
  • Wisata Sungai Karanggayam
  • Masjid Agung Sidoarjo
  • Kampung Batik Jetis
  • Museum Mpu Tantular.
  • Candi Dermo
  • Candi Mendalem
  • Candi Pari.
  • Candi Sumur.
  • Candi Tawangalun
  • Kawasan Pemancingan Kalanganyar, Cemandi
  • Kampung Krupuk Desa Kedungrejo, Jabon
  • Sentra tas dan koper Tanggulangin.

Selain itu terdapat juga beberapa makanan khas Sidoarjo

  • Kupang lontong
  • Sate kerang
  • Otak-otak bandeng
  • Ote-ote
  • Lontong balap
  • Kerupuk udang
  • Bandeng asap
  • Bandeng presto
  • Petis

  • Olahraga #


Di Sidoarjo terdapat beberapa klub sepak bola terkenal yaitu Deltras FC dengan suporter setia bernama Delta Mania dan klub sepak bola lainnya di Sidoarjo bernama Persida Sidoarjo.

(Tribunnewswiki.com/Putradi Pamungkas)



Informasi
Nama Kabupaten Kabupaten Sidoarjo
Provinsi Jawa Timur
Moto Sidoarjo Bersih Hatinya
Peresmian 31 Januari 1859
Ibu Kota Sidoarjo
Bupati H. Saiful Ilah, S.H., M.Hum.
Luas 719,63 km2
Bahasa Indonesia, Jawa
Situs Resmi www.sidoarjokab.go.id


Sumber :


1. portal.sidoarjokab.go.id


BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Uang Passolo (2026)

    Uang Passolo adalah sebuah film drama Indonesia yang
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved