TRIBUNNEWSWIKI.COM – Penggunaan atau letak setir kanan dan kiri pada mobil ternyata ada alasan dan sejarahnya.
Kita mengetahui bahwa letak setir mobil berbeda beda di sejumlah negara.
Beberapa negara yang menggunakan aturan setir kanan di antaranya Indonesia, Inggris, Australia, Jepang, Singapura, Malaysia.
Sementara negara yang menganut aturan setir kiri antara lain di beberapa wilayah Amerika, Tiongkok, dan mayoritas negara Eropa kecuali Inggris.
Ternyata ada sejarah yang turut membentuk posisi setir kanan dan kiri.
Baca: Banyak yang Belum Tahu, Ini Alasan Valentino Rossi Dijuluki The Doctor
Baca: Banyak yang Salah Paham, Huruf E dan F di Indikator Bensin Ternyata Ada Arti Teknisnya
Dahulu semasa perang, ksatria di Inggris memiliki kebiasaan menggunakan kereta perang.
Saat berperang, mereka beradu pedang dengan musuhnya yang berada di sebelah kanan.
Hal ini karena biasanya orang menggenggam pedang menggunakan tangan kanan.
Kemudian kebiasaan ini pun juga berimbas hingga sekarang, di mana posisi setir letaknya di sebelah kanan.
Negara-negara di Asia Tenggara kebanyakan menggunakan setir kanan karena sebagian besar pernah dijajah Inggris.
Letak setir mobil di Indonesia juga berada di sebelah kanan karena waktu itu Belanda yang menjajah Indonesia juga menggunakan setir kanan.
Namun, setelah Belanda dikalahkan Prancis, letak setir mobil di Belanda pun mengikuti kebiasaan di Prancis, yakni di sebelah kiri.
Sedangkan posisi setir di sebelah kiri berawal pada akhir 1700-an, ketika kusir di Prancis dan Amerika Serikat mengangkut hasil pertanian menggunakan kereta kuda.
Kereta kuda itu tidak memiliki kursi pengemudi, sehingga kusir yang mengemudikan duduk di bagian belakang, di sebelah kiri kuda.
Tujuannya adalah agar tangannya tetap bisa digunakan untuk mencambuk kuda.
Secara otomatis, kusir yang duduk di sebelah kiri menginginkan orang lain untuk lewat di sebelah kiri juga.
Itu sebabnya mobil dan kendaraan lain di sana sampai sekarang tetap menggunakan setir di sisi kiri.
Banyak yang Salah Paham, Huruf E dan F di Indikator Bensin Ternyata Ada Arti Teknisnya
Para pengendara motor tentu sering melihat huruf “E” dan “F” di indikator bensin.
Namun, banyak yang salah paham mengenai arti teknis kedua huruf itu.
Dilansir dari Motorplus-online.com, banyak orang meyakini huruf "F" berasal dari kata full atau penuh, sedangkan huruf "E" diartikan emergency atau empty atau kosong.
Ternyata, jika indikator bensin menunjuk huruf “E”, bukan berarti bensin di tangki habis.
Menurut Tri Haryanto, mekanik sekaligus pemilik bengkel Mekanik Otodidak, mengatakan BBM dalam tangki tidak habis total.
"Melainkan sebuah penanda BBM yang ada di tangki itu masih tersisa 10 persen sampai 15 persen dari kapasitas tangki," kata Tri Haryanto.
Misal, jika isi tangki dalam keadaan penuh itu 5 liter, maka saat indikator menunjukkan huruf 'E', artinya BBM di tangki tersisa 500 militer atau 0,5 liter.
Tri Haryanto yang akrab disapa TH mengatakan, tanda huruf 'E' tersebut bisa dijumpai di semua indikator BBM kendaraan.
"Pada indikator BBM yang menggunakan analog atau digital bisa kita jumpai huruf 'E' dan 'F' sebagai penanda kondisi BBM yang ada di tangki," ucap TH.
"Alat yang mengirim sinyal sehingga bisa menunjukan jumlah BBM adalah pelampung indikator BBM yang berada di dalam tangki," katanya.
Banyak yang Belum Tahu, Ini Alasan Valentino Rossi Dijuluki The Doctor
Umumnya pembalap di kelas premier punya julukan, misal Valentino Rossi yang masyhur dijuluki The Doctor.
Sebelum dijuluki The Doctor, Valentino Rossi pernah punya julukan lain, yakni Rossifumo dan Valentinik.
Namun, The Doctor adalah julukan Rossi yang paling terkenal.
Biasanya, julukan pembalap disesuikan dengan kepribadian dan kemampuannya melaju di sirkuit.
Dilansir dari Gridoto.com, ada beberapa versi soal asal-usul julukan The Doctor ini.
Beberapa pihak mengatakan itu karena Rossi ingin menjadi seorang dokter.
Ada juga yang bilang bahwa Rossi ingin berpikir dan bekerja seperti dokter.
"Saat dia persiapkan motornya, Rossi seperti seorang dokter," kata Gianluca Falcioni, Marketing Manager VR46 Racing, seperti dilansir GridOto.com dari Cyclenews.com.
Falcioni menambahkan, Rossi melakukan sesuatu seperti seorang dokter.
"Karena dia menerapkan begitu banyak aspek, dia seperti melakukan pengobatan layaknya dokter," ungkap Gianluca.
Falcioni juga menyebutkan, ada pendapat lain mengenai julukan The Doctor.
"Lalu ada yang bilang bahwa dia (Rossi) ingin menjadi seorang doktor di sebuah universitas, tapi tidak ada yang tahu 100 persen," ucapnya.
Sedangkan Fabio Muner, Marketing Director Dainese, tidak tahu pasti mengapa Valentino Rossi dijuluki The Doctor.
Fabio Muner hanya bilang, Rossi memang suka disebut sebagai dokter Rossi.
Julukan The Doctor ini sebenarnya muncul saat dia naik ke kelas para raja 500 cc pada 2000 lalu.
Valentino Rossi hanya sedikit menyinggung soal julukannya ini.
"Di kelas 500cc kita tidak butuh superhero, yang kita perlukan adalah tenang, kalem, dan berpikir seperti dokter," ucap Valentino Rossi.
Di kelas 125 cc dan 250 cc penampilan Rossi agak sedikit sembrono.
Namun, setelah masuk ke kelas premier Rossi merasa harus berpikir layaknya The Doctor.
Graziano Rossi, ayahnya juga mempunyai pendapat mengenai nama The Doctor ini.
"Di Italia, nama The Doctor memberimu kehormatan, itu sangat penting," kata Graziano Rossi.
(Gridoto.com/ Latifa Alfira Ulya /Rezki Alif Pambudi/ Motorplus-online.com/Aong/Tribunnewswiki.com/Febri)