Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kota Pagar Alam muerpakan salah satu kota di provinsi Sumatra Selatan yang dibentuk berdasarkan Undang–Undang Nomor 8 Tahun 2001 (Lembaran Negara RI Tahun 2001 Nomor 88, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 4115).
Sebelumnya kota Pagar Alam termasuk kota administratif dalam lingkungan Kabupaten Lahat.
Kota ini memiliki luas sekitar 633,66 km².
Jumlah penduduk Kota Pagar Alam mencapai 126.181 jiwa dan memiliki kepadatan penduduk sekitar 199 jiwa/km².
Asal Usul #
Kota Pagar Alam di masa lalu sempat disebut dengan nama Pasemah.
Nama Pasemah yang kini dikenal sebetulnya adalah lebih karena kesalahan pengucapan orang Belanda, demikian menurut Mohammad Saman seorang budayawan dan sesepuh besemah.
Adapun pengucapan yang benar adalah Besemah sebagaimana masih digunakan oleh penduduk yang bermukim di Pagaralam Suku Besemah, yang sering disebut sebagai suku yang suka damai tetapi juga suka perang (Vrijheid lievende en oorlogzuchtige bergbewoners) adalah suku penting yang terdapat di Sumatera Selatan.
Pada zaman sebelum Masehi (SM), pada peta yang dibuat oleh Muhammad Yamin, belum tampak nama suku-suku lain yang tercantum, kecuali suku Besemah.
Local Jenius Suku Besemah, sebagai salah satu pemilik kebudayaan Megalitikum, disebut suku yang memiliki local genius.
Tetapi sayang, tidak diwariskan kepada anak-cucu (keturunannya).
Mengenai asal-usul suku Besemah, hingga saat ini masih diliputi kabut rahasia.
Yang ada hanyalah cerita-cerita yang bersifat legenda atau mitos, yaitu mitos Atung Bungsu, yang merupakan salah satu di antara 7 orang anak ratu (= raja) Majapahit, yang melakukan perjalanan menelusuri sungai Lematang, akhirnya memilih tempat bermukim di dusun Benuakeling.
Atung Bungsu menikah dengan putri Ratu Benua Keling, bernama Senantan Buih (Kenantan Buih).
Melalui keturunannya :
Bujang Jawe (Puyang Diwate),
Puyang Mandulike,
Puyang Sake Semenung,
Puyang Sake Sepadi,
Puyang Sake Seratus,
dan Puyang Sake Seketi yang menjadikan penduduk Jagat Besemah.
Cerita tentang asal-usul suku Besemah sangat mistis, irasional, dan sukar dipercaya kebenarannya.
Masalahnya bukan persoalan benar atau salah, dipercaya atau tidak, akan tetapi unsur yang sangat penting dalam mitos atau legenda adalah peran dan fungsinya sebagai pemersatu kehidupan suatu masyarakat (jeme Besemah).
Mitos atau legenda ini dapat menjadi antisipasi disintegrasi kesatuan dan persatuan jeme Besemah di mana pun mereka berada.
Hal ini sudah sudah tampak dalam beberapa dekade, terutama setelah pemerintahan marga dihapuskan (UU No.5 Tahun 1979).
Perlu selalu ditanamkan perasaan dan keyakinan bahwa jeme Besemah itu (termasuk jeme Semende dan jeme Kisam) berasal dari satu keturunan BERDIRINYA DUSUN DI JAGAT BESEMAH Puyang Kunduran membuat dusun Masambulau (Ulu Manak) dan di kemudian hari anak-cucunya membuat dusun Gunungkerte, termasuk Sumbay Besak (Sumbay Besar), Puyang Keriye Beraim membuat dusun Gunungkaye, dan Sumur.
Kemudian anak-cucu Keriye Beraim membuat dusun Talangtinggi dan Muarajauh (Ulu Lurah), Puyang Belirang membuat dusun Semahpure dan anak cucunya pindah pula membuat dusun di Ulu Manak.
Puyang Raje Nyawe pindah pula membuat dusun Perdipe, Petani dan Pajarbulan.
Geografis #
Kota Pagar Alam adalah salah satu kota di provinsi Sumatra Selatan yang dibentuk berdasarkan Undang–Undang Nomor 8 Tahun 2001 (Lembaran Negara RI Tahun 2001 Nomor 88, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 4115), sebelumnya kota Pagar Alam termasuk kota administratif dalam lingkungan Kabupaten Lahat.
Kota ini memiliki luas sekitar 633,66 km² dengan jumlah penduduk 126.181 jiwa dan memiliki kepadatan penduduk sekitar 199 jiwa/km².[butuh rujukan]
Kota ini berjarak sekitar 298 km dari kota Palembang dan juga berjarak sekitar 60 km di sebelah barat daya Kabupaten Lahat.
Kota ini sekarang dipimpin oleh dr. Hj. Ida Fitriati, M.Kes., dan Novirzah Djazuli, SE Sebagai wali kota dan wakil wali kota Pagar Alam periode 2013-2018.
Batas wilayah
Berikut ini adalah perbatasan wilayahnya dengan kabupaten lainnya:
Utara
kabupaten Lahat
Timur
Kabupaten Lahat dan kabupaten Muara Enim
Selatan
kabupaten Kaur
Barat
Kabupaten Lahat dan kabupaten Empat Lawang
Keadaan tanah
Sebagian besar keadaan tanah di kota Pagar Alam berasal dari jenis latosol dan andosol dengan bentuk permukaan bergelombang sampai berbukit.
Jika dilihat dari kelasnya, tanah di daerah ini pada umumnya adalah tanah yang mengandung kesuburan yang tinggi (kelas I).
Hal ini terbukti dengan daerah kota Pagar Alam yang merupakan penghasil sayur-mayur, buah-buahan, dan merupakan salah satu subterminal agribisnis (STA) di provinsi Sumatra Selatan.
Kependudukan #
Penduduk
Kota Pagar Alam selalau mengalami kenaikan jumlah penduduk yang sangat drastis yang awalnya pada tahun 2000 jumlah penduduknya hanya 112.025 jiwa jumlah itu pun pada sepuluh tahun kemudian berpopulasi lebih kurang 126.363 jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 1,22%.
Dikarenakan adanya faktor Transmigrasi yang ingin menetap di kota Pagar Alam.
Penduduk kota Pagar Alam terdiri dari berbagai suku bangsa.
Selain penduduk asli (suku Besemah), ada banyak juga suku Jawa, suku Minang, suku Batak, Orang Peranakan, Arab-Indonesia, dan India-Indonesia.
Ekonomi
Produk Dalam Daerah : ARPA (Air Pagar Alam) diproduksi oleh PT. Ayek Besemah, merupakan air minum dalam kemasan dan murni dari mata air Gunung Dempo.
Fasilitas #
Pendidikan
- Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT)
- Sekolah Tinggi Keguruan & Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Pagar Alam
- Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Lembah Dempo Pagar Alam
Transportasi
Bandara Atung Bungsu
Bandara ini terletak di wilayah Kelurahan Atung Bungsu, Kecamatan Dempo Selatan.
Bandara ini telah melayani penerbangan tujuan Pagaralam – Palembang (sebaliknya), Pagaralam – Bengkulu (sebaliknya), dan Pagaralam – Jakarta (sebaliknya) dengan ditopang dua maskapai yang tesmi mengudara yakni Susi Air untuk rute Pagaralam – Palembang (sebaliknya) dan Pagaralam – Bengkulu (sebaliknya) serta Aviastar Untuk Rute Pagaralam – Jakarta dan sebaliknya.
Untuk pemesanan tiket pesawat harus dipesan di Dinas Dishupkominfo Kota Pagar Alam
Pariwisata #
Kota Pagar Alam mempunyai potensi wisata yang sangat kaya, selain wisata alam, terdapat juga lokasi-lokasi purbakala.
Di kota Pagar Alam ini terdapat sedikitnya 33 air terjun dan 26 situs menhir yang sudah tercatat.
Objek wisata yang terdapat di kota ini dan belum semuanya dikembangkan adalah:
- Batu Gong
- Perkebunan teh Lereng Dempo
- Sungai Lematang Indah
- Air Terjun:
- Curup Embun
- Curup Mangkok
- Curup Tujuh Kenangan
- Arca Manusia Purba (Megalithikum)
- Ribuan situs megalit
- Danau:
- Tebat Gheban
- Tebat Libagh (Lebar)
- Rimba Candi
- Hutan Anggrek
(Tribunnewswiki.com/Putradi Pamungkas)
| Informasi |
|---|
| Nama Kota | Kota Pagar Alam |
|---|
| Semboyan | Pagar Alam Secerah Alam |
|---|
| Provinsi | Sumatra Selatan |
|---|
| Hari Jadi | 21 Juni 2001 |
|---|
| Dasar Hukum | Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2001 |
|---|
| Koordinat | 103,15°BT, 4°LS |
|---|
| Situs Resmi | www.pagaralamkota.go.id |
|---|
Sumber :
1. www.pagaralamkota.go.id
2. www.pagaralamkota.go.id