TRIBUNNEWSWIKI.COM - Hari Raya Natal yang dirayakan setiap 25 Desember akan tiba sebentar lagi, tepatnya 5 hari lagi.
Sebagai negara dengan mayoritas penduduknya beragama Islam, topik diperbolehkan atau tidaknya mengucapkan 'Selamat Natal' selalu banyak diperbincangkan.
Ada kubu yang menyetujui, ada yang menolak, dan tak kalah banyak pula yang menjadi netral.
Lalu, bagaimanakah hukum mengucapkan selamat merayakan hari raya untuk agama selain Islam sebagai kaum muslim?
Pendapat Quraish Shihab
Baca: Natal dan Tahun Baru 2020, PT KAI Sediakan 114 Kereta Setiap Hari, Cek Jadwal Keberangkatannya!
Baca: Viral Larangan Penulisan Ucapan Natal dan Imlek di Kuenya, Tous les Jours Akhirnya Buka Suara
Quraish Shihab menjawab pertanyaan yang kerap diajukan, yaitu bolehkah mengucapkan selamat terhadap perayaan hari besar agama lain.
"Bolehkah kita memberikan ucapan selamat kepada perayaan hari besar agama lain?," ucap Najwa Shihab membuka acara 'Shihab&Shihab'.
"Beragama itu antara lain definisinya adalah kemampuan meneladani sifat Tuhan. Nah, salah satu sifat Tuhan yang paling dominan adalah Maha Kasih," jawab Abi Quraish.
Jawaban tersebut diunggah dalam acara 'Shihab&Shihab' di kanal YouTube Najwa Shihab yang tayang pada 25 Desember 2018 lalu.
Ayahanda jurnalis kenamaan Najwa Shihab ini menjelaskan, bahwa pada dasarnya kita semua bersaudara.
Jika tidak saudara seagama, maka kita bersaudara dalam konteks kemanusiaan.
"Atas dasar itulah, sekadar mengucapkan selamat dibolehkan." kata pria yang kerap dipanggil Abi Quraish ini.
Hal tersebut juga diamini oleh Romo Budi Purnomo, yang juga hadir dalam acara bincang-bincang di 'Shihab&Shihab.'
Romo Budi merupakan Imam sekaligus Ketua Komisi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang (KAS).
Romo Budi dikenal berkat ketekunannya menyuarakan toleransi melalui seni dan budaya.
Romo Budi bahkan bercerita dirinya terbiasa memberi selamat kepada umat agama lain ketika mereka merayakan hari besar keagamaan.
Abi Quraish mengungkapkan jika problematika boleh tidaknya mengucapkan selamat pada hari raya agama lain hanya terjadi di Indonesia dan Malaysia.
Abi Quraish juga mengatakan hal tersebut tidak terjadi di Timur Tengah.
"Problem ini hanya terjadi di Indonesia atau Malaysia, kalau di Timur Tengah tidak ada," jelas Abi Quraish.
Mengenai diperbolehkan atau tidaknya, Abi Quraish mengatakan bahwa mengucapkan selamat hari raya untuk agama lain adalah hal yang bagus.
"Kita tidak akan berkata boleh atau tidak (mengucapkan selamat natal), namun sebenarnya bagus," kata Abi Quraish.
"Bagus (karena) kita ikut bergembira dengan kegembiraan siapapun," lanjutnya.
Abi Quraish juga menjelaskan bahwa hanya ada dua jenis saudara dalam hidup.
Yaitu jika bukan saudara seagama, maka kita adalah saudara satu kemanusiaan.
"Karena pada prinsipnya dalam ajaran agama, hanya ada dua (jenis saudara) yaitu orang yang seagama dengan Anda atau orang yang satu kemanusiaan dengan Anda," jelas Abi Quraish.
"Ketika bergembira mari kita ikut bergembira, jika sedih mari berbela sungkawa," tegas Abi Quraish.
Baca: Lirik dan Chord (Kunci Gitar) Lagu Last Christmas dari Wham! Cocok Didengarkan Jelang Natal
Baca: Bisa Jadi Alternatif Liburan Natal dan Tahun Baru, Berikut Daftar Glamour Camping di Jawa Barat!
Lihat videonya di bawah ini:
Sama-sama memuliakan Nabi Isa AS
Selain membahas mengenai ucapan selamat natal, Abi Quraish Shihab juga mengatakan jika umat Islam dan Kristen sama-sama memuliakan Nabi Isa AS.
"Kita Muslim, Kristen Katolik maupun Protestan dan sebagainya semuanya memuliakan Nabi Isa AS," kata Abi Quraish.
"Kehadirannya membawa ajaran kasih, dan ajaran perdamaian, sehingga kita sambut kehadirannya dengan mengucapkan selamat hari kelahiran," lanjutntya.
Bahkan, dijelaskan oleh Abi Quraish, dalam Al-Quran, Nabi Isa AS lah yang mengucapkan selamat natal pertama kali.
"Dalam Al-Quran yang pertama kali mengucapkan selamat natal adalah Nabi Isa AS, (mengutip sebuah ayat), yang berarti salam sejahtera untukku, pada hari kelahiranku, pada hari aku dibangkitkan nanti," terangnya.
"Tidak ada masalah sebenarnya (mengucapkan selamat natal bagi muslim menurut ayat tersebut)?," tanya Najwa.
"Tidak ada masalah," jawab sang Ayahanda pasti.
"Kalau ada kekhawatiran, misalnya bahwa dengan mengucapkan itu apakah otomatis artinya kita mengakui apa yang dipercayai oleh umat lain? Apakah sampai sejauh itu Abi?," tanya Najwa.
"Saya kira tidak. Ketika romo menyampaikan selamat hari raya pada saya, saya juga yakin bahwa bukan berarti romo berkeyakinan persis sama dengan keyakinan saya tentang Tuhan," jawab Abi Quraish.
Baca: Politisi Jerman, Sawsan Chebli Dapat Ancaman Mati Jika Tidak Mundur sebelum Natal Tiba
Baca: Lirik dan Chord (Kunci Gitar) Lagu Santa Tell Me dari Ariana Grande, Cocok Didengarkan Jelang Natal
"Saya tahu bahwa ini basa basi dalam konteks kehidupan dan kerukunan begitu juga waktu saya mengucapkan selamat natal. Jadi hidup ini baru menjadi indah kalau kita hidup berharmoni, gembira saat teman gembira dan sedih saat teman susah, " lanjutnya.
(TRIBUNNEWSWIKI/Magi)