TRIBUNNEWSWIKI.COM - Bintang asing milik Persib Bandung, Ezechiel N'Douassel, belum lama ini banyak dibicarakan oleh para pecinta sepak bola, terutama suporter setia Maung Bandung, bobotoh.
Ezechiel menjadi bahan pembicaraan bukan karena prestasinya, melainkan karena bobotoh terus mendesak agar Persib mendepak pemain timnas Chad itu dari skuad musim depan.
Ezechiel dinilai memiliki emosi yang tidak terkendali sehingga kerap membawa kerugian bagi Maung Bandung ketika menjalani pertandingan.
Sebagai striker, pemain 31 tahun itu tidak terlalu produktif dalam mencetak gol.
Sejauh turun bermain dalam 24 laga di Liga 1 2019, Ezechiel hanya mampu mencetak sembilan gol dari 40 gol Persib Bandung musim ini.
Baca: Hasil Pekan 17 Liga Inggris: Liverpool Kokoh di Puncak, Chelsea dan Leicester Gagal Menang
Baca: Derbi Jawa Timur Liga 1 2019 - Laga Persebaya Vs Arema FC Tak Digelar di Surabaya, tapi Balikpapan
Hal tersebut berbanding jauh dengan raihan 17 golnya yang berhasil dicetak di Liga 1 2018.
Ezechiel justru lebih produktif dalam mendulang kartu yakni dengan catatan 10 kartu kuning dan satu kartu merah.
Dilansir Tribunnewswiki.com dari Tribun Jabar pada Minggu (15/12/2019), pengamat sepak bola nasional, Supriyono Prima, menyebutkan bahwa performa Ezechiel di Persib memang seperti 'penyakit' yang diderita pemain asing ketika merumput di Liga Indonesia.
Supriyono Prima, memberikan kritik keras kepada para pemain asing yang berlaga di Liga Indonesia.
Menurutnya, memang banyak pemain asing yang membangun karirnya di Liga Indonesia memiliki perilaku yang buruk.
"Penyakit pemain-pemain asing dari zaman saya itu begitu. Jadi mereka akan keren di awal-awal di empat sampai enam bulan tapi setelah tahu situasi lapangan di Indonesia mereka akan berubah," ujar Supriyono.
Mantan pemain timnas era 90-an itu lantas memberikan satu saran kepada manajemen Persib Bandung saat ini.
Supriyono berpendapat supaya Maung Bandung segera melepas eks pemain Paris FC itu kemudian mengganti dengan pemain lain seperti Kei Hirose yang kini berseragam Persela Lamongan.
Baca: Ditahan Imbang Barito Putera, Persib Bandung Gagal Samai Catatan Klub di Era Cristian Gonzales
Baca: Istri Ilja Spasojevic Penyerang Bali United Meninggal Dunia, Persib Bandung Turut Berduka
Baca: Lima Pemain Utama Terancam Akumulasi Kartu, Persib Tak Akan Mudah Raih Kemenangan Beruntun Kelima
Dalam penilaian Supriyono, keberadaan pemain asing dalam klub seharusnya bisa menaikkan level para pemain lokal dan memberikan contoh yang bagus, bukan malah unggul dalam permainan kotor.
"Kalau kemudian ditambah lagi attitude-nya tidak bagus yah ngapain (dipertahankan)," katanya menandaskan.
Persib Bandung sendiri saat ini masih tertatih-tatih dalam mengejar target finis di posisi lima besar klasemen Liga 1 2019.
Hingga pekan ke-32, Supardi Nasir dkk masih menempati peringkat ketujuh dengan mengoleksi 45 poin.
Pasukan Robert Alberts harus memenangkan dua pertandingan sisa melawan Badak Lampung dan PSM Makassar jika ingin mempertahankan kesempatan finis di posisi lima besar.
Bobotoh desak kembalikan Jonathan Bauman
Meski kompetisi Liga 1 2019 belum usai, bobotoh suporter setia Persib Bandung sudah ancang-ancang meminta manajemen memperkuat tim.
Salah satu yang disorot adalah pemain asing.
Seperti diketahui, musim ini Persib Bandung memiliki empat pemain asing.
Mereka adalah Ezechiel Ndouasel, Omid Nazari, Nick Kuipers dan Kevin van Kippersluis.
Baca: PROFIL PEMAIN PERSIB - Kevin van Kippersluis
Baca: Omid Nazari, Kevin van Kippersluis, dan Nick Kuipers Resmi Jadi Pemain Anyar Persib Bandung
Baca: Dikecam Bobotoh, Ezechiel NDouassel Langsung Diajak Bicara Empat Mata dengan Robert Alberts
Dari keempat nama itu, hanya Nick Kuipers yang memiliki kontrak jangka panjang.
Tiga pemain asing lainnya akan habis kontraknya, akhir bulan depan.
Bobotoh menilai dari tiga pemain asing tersebut, yang masih layak memperkuat Persib Bandung di Liga 1 2020 adalah Omid Nazari.
Yang lain layak dilepas, termasuk Ezechiel Ndouasel yang musim ini sudah menyumbang 9 gol, lebih sedikit dari musim lalu yang 17 gol.
Kevin van Kippersluis yang paling banyak mendapat kritik.
Baca: Tundukkan Arema FC, Strategi Robert Rene Alberts Ini Berbuah Rekor Baru untuk Persib Bandung
Baca: Alfin Tuasalamony Minta Maaf, Pelatih Persib Puji Bobotoh Tak Dendam ke Aremania
Berposisi sebagai gelandang serang dan juga bisa dipasang sebagai penyerang, Kevin van Kippersluis memang tak memperlihatkan ketajamannya.
Dia hanya bisa mencetak 2 gol dari 14 main serta menyumbang 1 asis.
Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar bahkan gerah sebelum akhirnya tak tahan berbicara di depan awak media.
Umuh bahkan menegaskan tak akan memperpanjang kontrak Kevin van Kippersluis.
Tak hanya Umuh, mantan pemain Persib, Gilang Angga juga mengkritik performa pemain Belanda itu.
"Feeling goal-nya kurang sekali. Banyak peluang yang tidak bisa dimaksimalkan menjadi gol, dan itu terjadi bukan di pertandingan ini saja, sebelumnya juga kurang maksimal," katanya setelah Persib menahan PSS Sleman 0-0.
Melihat situasi itu, bobotoh melontarkan harapan.
Rata-rata berharap Kevin van Kippersluis, dan Ezechiel Ndouasel diganti untuk musim depan.
Baca: Bali United Juara Liga 1 2019, Ini Salah Satu Kuncinya
Baca: Shin Tae-yong Didekati Klub China, PSSI Bergegas Cari Kandidat Pelatih Timnas Indonesia
Nama lama, Jonathan Bauman muncul ke permukaan bersama penyerang sayap TIRA Persikabo asal Brasil, Ciro Alves.
Selain Jonatan Bauman dan Ciro Alves, nama lain yang muncul adalah Fernando Rodriguez, striker jangkung yang pernah memperkuat Mitra Kukar.
Musim 2018, Fernando Rodriguez mencetak 15 gol untuk Mitra Kukar meski gagal menyelamatkan tim itu dari zona degradasi.
Mengapa Persib Bandung terseok-seok?
Persib Bandung terseok-seok di Liga 1 2019.
Menyisakan dua pertandingan, Persib Bandung terpaku di urutan 7 klasemen.
Posisi 7 ini berarti belum memenuhi target lima besar yang dicanangkan manajemen.
Target lima besar ini merupakan target revisi karena awalnya manajemen menargetkan Persib Bandung juara Liga 1 2019.
Terseok-seoknya Persib Bandung musim ini tak lepas dari pergantian pelatih sesaat sebelum kompetisi dimulai.
Baca: 3 Pemain Timnas Indonesia Jadi Best SEA Games 2019, Doan Van Hau yang Ciderai Evan Dimas Juga Masuk
Baca: PSSI Bertemu Pelatih Asal Italia, Peluang Shin Tae-yong Latih Timnas Indonesia Mengecil?
Seperti diketahui, selama pramusim, Persib Bandung dilatih Miljan Radovic.
Namun menjelang liga bergulir, Miljan Radovic dipecat dan diganti Robert Rene Alberts.
Mepetnya waktu pergantian dengan penutupan pendaftaran pemain membuat Robert Alberts harus memaksimalkan pemain-pemain yang ada.
Saat kompetisi sudah dimulai, Robert Alberts bahkan pernah mengeluh kalau pemain asingnya yang datang tanpa diseleksi adalah kesalahan.
Di awal musim, Persib menambah dua asing untuk menemani Ezechiel Ndouasel dan Bojan Malisic yakni Rene Mihelic dan Artur Gevorkyan.
Praktis selama putaran 1, Robert Alberts menggunakan pemain-pemain pilihan Miljan Radovic.
Membuka kompetisi dengan kemenangan telak 3-1 atas Persipura Jayapura, performa Persib Bandung kemudian menurun.
Enam laga mereka jalani tanpa meraih satupun kemenangan.
Bangkit dengan menekuk Kalteng Putra 2-0 dan menundukkan PSIS Semarang 1-0, Persib lagi-lagi menjalani periode buruk, 6 pertandingan tanpa menang.
Kedatangan pemain-pemain pilihan Robert Alberts di putaran kedua membuat performa Persib membaik.
Di putaran kedua, Persib Bandung mendatangkan Kevin van Kippersluis, Nick Kuipers dan Omid Nazari.
Ketiganya menggantikan trio asing Bojan Malisic, Rene Mihelic dan Artur Gevorkyan.
Dari tiga pemain asing baru, kontribusi Nick Kuipers dan Omid Nazari yang sangat terasa.
Nick Kuipers mampu menggantikan peran Bojan Malisic.
Sedangkan Omid Nazari, pemain Filipina ini sukses memperkuat lini tengah Persib Bandung, bahu-membahu dengan Abdul Aziz yang belakangan jadi langganan starter.
Kini, Persib Bandung nangkring di urutan 7 klasemen dengan menyisakan dua pertandingan.
Dengan dua laga sisa itu digelar di kandang, misi menjangkau posisi 5 klasemen masih bisa diraih.
Dua laga terakhir Persib itu yakni menjamu Badak Lampung, 16 Desember dan menjamu PSM Makassar 22 Desember.
(Tribunnewswiki.com/Bolasport.com/Haris/Hugo)