Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM – Dato Sri Tahir merupakan pengusaha asal Indonesia.
Pada Desember 2019 Dato Sri Tahir ditunjuk Presiden Joko Widodo menjadi salah satu anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).
Dato Sri Tahir lahir di Surabaya, 16 Maret 1952.
Keluarganya berlatar belakang biasa dan sederhana.
Ayah Dato Sri Tahir bekerja sebagai pembuat becak, sedangkan ibunya memiliki toko pakaian.
Dari ibunya, Tahir belajar gimana caranya berdagang.
Dato Sri Tahir sering disuruh ibunya menjual barang ke Pasar Baru dan Mangga Dua di Jakarta.
Karena usaha orang tuanya makin berkembang, ia disuruh lagi menjual barang.
Bukan ke Jakarta, melainkan ke Singapura.
Di samping itu, bimbingan ibunya yang keras bikin Dato Sri Tahir bisa menyelesaikan sekolahnya.(1)
Mu’min Gunawan, bos Bank Panin, mempertemukan Dato Sri Tahir dengan Rosy Riady, anak Mochtar Riady.
Saat itu Mu’min Gunawan yang beripar dengan Mochtar Riady sedang dalam misi mencarikan jodoh buat putri sang taipan.
Mu’min terkesan dengan Tahir karena menurutnya anak muda ini jauh dari kesan hura-hura.
Setelah pertemuan tersebut, Tahir pergi ke Surabaya dan bercerita kepada orang tuanya.
Restu pun didapat Tahir buat melanjutkan ke jenjang pernikahan.
Tahir pun pergi ke Jakarta dan menyatakan kesediaannya buat menikah.
Ia pun diperkenalkan dengan Rosy.
Setelah lulus kuliah, Dato Sri Tahir dan Rosy menikah di Surabaya, di mana saat itu Tahir masih berusia 22 tahun.(2)
Anak dari orang tua yang bekerja sebagai tukang cat becak dan penjual onderdil becak itu dinobatkan Majalah Forbes pada Desember 2019 sebagai orang terkaya nomor tujuh di Indonesia.
Dia memiliki kekayaan bersih USD 4,8 miliar atau Rp 67,2 triliun.(3)
Baca: Tas Anti Copet Ciptaan Mahasiswa ITB Dapat Penghargaan dari Korea Selatan
Baca: Eks Pemain Timnas Ungkap Borok Pemain Asing di Liga, Termasuk Penyerang Persib Bandung
Pendidikan #
Meski dalam kondisi serba kekurangan, Dato Sri Tahir bisa menamatkan pendidikan menengahnya di SMA Kristen Petra Kalianyar Surabaya tahun 1971.
Ketika lulus SMA, Dato Sri Tahir pernah bercita-cita ingin menjadi seorang dokter, namun tidak kesampaian.
Cita-cita tersebut kandas karena pada suatu ketika, saat itu ayahnya mengalami sakit keras hingga tidak sanggup lagi membiayai keluarga.
Rencana Tuhan mengubah jalan hidup yang telah dia rancang.
Karena sakit yang diderita oleh ayahnya tersebut, Dato Sri Tahir muda harus berhenti kuliah dan melanjutkan bisnis ayahnya di Surabaya.
Namun, nasibnya cukup beruntung kemudian.
Pada umur 20 tahun, ia mendapat beasiswa di sekolah bisnis di Nanyang Technological University, Singapura.
Di negeri Singa itu, ia menempuh studi sambil mencari produk tiap bulan di Singapura untuk dijual di Surabaya.
Dia membeli pakaian wanita dan sepeda dari pusat perbelanjaan di Singapura, lalu menjualnya kembali ke Indonesia.(4)
Baca: Gletser di Puncak Jaya Papua Diprediksi akan Mencair dalam Waktu Kurang dari Satu Dekade?
Baca: Sandiaga Uno Akui Siap untuk Bantu Erick Thohir di BUMN: Ini Bentuk Kontribusi Bangsa dan Negara
Bisnis #
Setelah menjual produk Singapura ke Indonesia, Dato Sri Tahir tercetus ide untuk melakukan kapitalisasi produk impor dan mendirikan usaha garmen.
Pada usia 35, Dato Sri Tahir kembali bersekolah di jurusan pendidikan keuangan di Golden Gates University, California.
Mayapada pun tercipta pada 7 September 1989.
Di luar itu juga ia merambah ke bisnis-bisnis lainnya, mulai dari jasa keuangan, kesehatan, properti, retail, hingga media.
Dengan pengalamannya dalam dunia usaha, ia berhasil menciptakan grup usaha dalam satu naungan Mayapada Group.
Beberapa nama usahanya sudah tidak asing di telinga masyarakat.
Misalnya saja asuransi Zurich, RS Mayapada, Mayapada Tower, resor Fairmont Sanur Bali, Topas TV, Forbes Indonesia, Elle Indonesia, hingga Rajawali Televisi (RTV).
Berkat Mayapada Group, Dato Sri Tahir menjadi konglomerat sama seperti mertuanya Mochtar Riady.(2)
Baca: Anak Pedagang Sayur Berhasil Kuliah di AS, Ibunya Dapat Penghargaan Orangtua Hebat dari Kemendikbud
Baca: Deretan Perusahaan Anak Cucu Pertamina di Luar Sektor Energi: Perumahan hingga Bisnis Cuci Mobil
Politik #
1. Penasihat TNI
Pada September 2014 Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko mengangkat Dato' Sri Prof. Dr. Tahir MBA sebagai penasihat.
Konglomerat dan bos Bank Mayapada itu menjadi penasihat untuk membantu mengurusi kesejahteraan prajurit TNI.
Upacara pengangkatan Tahir sebagai Penasehat Panglima TNI Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan Prajurit itu dilakukan di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis 18 September 2014 pagi.
Moeldoko dan para petinggi TNI hadir di lokasi.
Kata Moeldoko, Tahir selama ini telah banyak memberikan kontribusi terhadap kesejahteraan prajurit TNI.
Bahkan Tahir akan memberikan bantuan 1.000 unit rumah untuk prajurit di Jakarta.(5)
2. Anggota Wantimpres
Pada 13 Desember 2019, Dato Sri Tahir bersama 8 orang lainnya dilantik menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) oleh Presiden Jokowi.
Dia mengaku akan mengentaskan kemiskinan di Indonesia.
Tahir mengaku tak berpikir dua kali ketika diminta untuk menjadi salah satu anggota wantimpres.
Menurutnya, pengalamannya yang pernah menjadi utusan khusus di bidang investasi menjadi salah satu modal untuk menjadi wantimpres.(6)
Baca: Agung Laksono
Baca: Putri Kuswisnuwardani
Adapun, daftar anggota Wantimpres yang dilantik adalah:
- Sidarto Danusubroto (politisi PDI-P)
- Dato Sri Tahir (bos Mayapada Group )
- Putri Kuswisnu Wardani (bos Mustika Ratu)
- Mardiono (politisi PPP)
- Wiranto (mantan Menko Polhukam)
- Agung Laksono (politisi Golkar)
- Arifin Panigoro (bos Medco Energi)
- Soekarwo (mantan Gubernur Jawa Timur)
- Luthfi bin Yahya (Tokoh NU)
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2006 tentang Wantimpres, Dewan Pertimbangan Presiden adalah lembaga pemerintah yang bertugas memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden sebagaimana dimaksud Pasal 16 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.
Wantimpres bertugas memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden dalam menjalankan kekuasaan pemerintahan negara.
Nasihat dan pertimbangan itu disampaikan baik secara perorangan maupun sebagai satu kesatuan nasihat dan pertimbangan seluruh anggota dewan.
Masa jabatan keanggotaan Dewan Pertimbangan Presiden berakhir bersamaan dengan masa berakhirnya jabatan Presiden atau berakhir karena diberhentikan oleh Presiden.(7)
Baca: Sidarto Danusubroto
Baca: Soekarwo
Kehidupan Sosial #
Dato Sri Tahir pun kini lebih sering membaktikan hidupnya buat kegiatan sosial.
Ia pun mendirikan Tahir Foundation sebagai lembaga yang bakal menyalurkan uangnya buat amal.
Dengan kekayaan US$ 1,85 miliar, Tahir menjadi salah satu miliarder paling murah hati di tanah air.
Forbes mencatat, Dato Sri Tahir menyumbangkan tak kurang dari US$ 50 juta atau Rp 475 miliar untuk sejumlah universitas di China, Indonesia, Amerika Serikat, dan Singapura.(8)
Tenaga dan pendapatan Dato Sri Tahir banyak disumbangkan untuk kegiatan sosial yang berfokus pada kesehatan dan pendidikan.
Pada saat meresmikan Rumah Sakit Mayapada yang Tahir dirikan, ia memberi pelayanan operasi jantung gratis bagi 100 pasien.
Bahkan, saat banjir melanda Jakarta, Dato Sri Tahir bersama pengusaha lain ikut menyumbangkan Rp 7 Miliar untuk pengadaan air bersih, buku dan seragam sekolah bagi anak-anak korban banjir.
Tak hanya itu, Dato Sri Tahir juga memberikan beasiswa untuk generasi muda Indonesia, dengan mendirikan Tahir Foundation.
Kedermawanan Tahir tidak hanya dikenal di Indonesia, tetapi juga dunia.
Ia menjadi orang pertama Indonesia yang masuk dalam Bill & Melinda Gates Foundation, organisasi nirlaba milik miliarder Bill Gates.(7)
Saking dekatnya, pendiri Microsoft yang juga merupakan miliarder nomor satu dunia itu rela menyambangi Jakarta pada 5 April 2014 atas undangan Tahir.
Kunjungan singkat ke Jakarta ini untuk urusan sosial, tepatnya mendukung penuh pembentukan Indonesia Health Found.
Indonesia Health Found sebuah lembaga sosial yang akan menampung donasi para pengusaha dan filantropis di Indonesia yang dananya akan disumbangkan ke berbagai kegiatan kemanusiaan.(8)
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Saradita Oktaviani)
| Nama | Dato Sri Tahir |
|---|
| Lahir | 16 Maret 1952, Surabaya, Jawa Timur |
|---|
| Pendidikan | Universitas Nanyang |
|---|
| Orangtua | Ang Boen Ing (ayah) |
|---|
| Lie Tjien Lien (ibu) |
| Pasangan | Rosy Riady |
|---|
| Anak | Grace Tahir |
|---|
| Jane Tahir |
| Victoria Tahir |
| Jonathan Tahir |
| Riwayat karier | Pengusaha, pendiri Mauapada Group |
|---|
| Penasihat TNI (2014) |
| Anggota Wantimpres (2019) |
| Berita terkini | Dilantik menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) oleh Presiden Jokowi. |
|---|
Sumber :
1. bisnis.tempo.co
2. www.moneysmart.id
3. www.jpnn.com
4. www.viva.co.id
5. news.detik.com
6. nasional.kontan.co.id
7. nasional.kompas.com
8. www.liputan6.com