TRIBUNNEWSWIKI.COM - Gagal bawa Timnas U-23 Indonesia raih emas SEA Games 2019, Indra Sjafri datangi kuburan orangtuanya, tulis soal hadapi hujatan.
Timnas U23 Indonesia gagal mengukir raihan medali emas SEA Games 2019.
Timnas U23 dipaksa takluk dari Timnas U23 Vietnam pada laga final yang berlangsung Selasa (10/12/2019).
Di laga tersebut, berakhir dengan skor 0-3 untuk kemenangan Vietnam.
Awalnya, sejumlah pujian yang ditujukan kepada pelatih dan skuat Timnas U23 pada babak penyisihan grup hingga semifinal.
Namun, kemudian semuanya berubah menjadi hujatan.
Sejumlah kritik keras hingga hinaan dan kecaman dari sejumlah netizen (warganet) dan penggemar sepak bola pun bermunculan.
Usai laga itu berakhir, Indra Sjafri melalui akun instagramnya, menulis status dan memasang foto saat berkunjung ke sebuah TPU.
Sepertinya Indra Sjafri curhat di kuburan atau di Taman Pemakaman Umum (TPU).
Indra Sjafri bicara soal kekalahan dan dijauhi hingga akhirnya memilih untuk 'bertemu' orangtuanya di makam.
Saat semua orang menghina dan menjauhimu karena kekalahanmu, tapi saat itu ibumu tidak pernah menjauh atapun malu untuk tetap bersamamu," tulis Indra Sjafri di akun instagramnya, Jumat (13/12/2019), dikutip dari Warta Kota Live.
Dia memasang sejumlah foto saat berkunjung ke beberama makam TPU di Jakarta tersebut.
Inilah status lengkap Indra Sjafri.
“Saat semua orang menghina dan menjauhimu karena kekalahanmu, tapi saat itu ibumu tidak pernah menjauh atapun malu untuk tetap bersamamu #semangatmenolakmenyerah.
Indra Sjafri Ingin Bawa Medali Emas ke Makam
Sebelumnya, Indra Sjafri membuat nazar beberapa hari sebelum laga final di SEAGames 2019.
Saat itu, nazar Indra Sjafri adalah ingin membawa medali emas sepak bola SEAGames 2019 ke makam orangtuanya.
Sebelum laga puncak dihelat di Stadion Rizal Memorial, Manila, Filipina, Selasa (10/12/2019) malam WIB, Indra Sjafri yakin skuatnya bakal meraih medali emas.
Indra mengaku belum sempat berpamitan atau berziarah ke makam orangtuanya saat ia pergi ke Filipina.
"Saya belum sempat, seharusnya saya melakukan (ziarah) itu sebelum ke SEA Games 2019," ujar Indra Sjafrie saat jumpa pers sebelum laga melawan Vietnam seperti ditulis laman PSSI.
Indra Sjafrie menambahkan, "Nazar pertama nanti, hal pertama yang saya lakukan saat pulang dengan medali emas, saya akan antarkan medali emas itu ke makam orang tua saya."
Alasan Indra Sjafri Kenapa Timnas U23 Kalah Dari Vietnam
Pelatih Kepala Timnas Indonesia U-23 Indra Sjafri mengatakan bahwa raihan perak pada SEA Games 2019 adalah capaian yang realistis.
Realistis dikatakan Indra Sjafri karena menurutnya skuat yang ia pegang tak menjalani persiapan dengan durasi panjang.
Selain itu, ada sejumlah kendala dari klub-klub yang kerap menahan beberapa pemainnya.
“Saya pikir, realisitis ya dan ini kan lebih baik dari enam tahun terakahir, kalau ga salah pas SEA Games terakahir dipegang Luis Milla itu perunggu ya.
Jadi ini realistis,” kata Indra Sjafri saat ditemui di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (12/12/2019).
“Sebenarnya kalau kita lebih siap dalam artian persiapan lebih lama, klub-klub kemarin lebih cepat memberikan pemain itu mungkin hasilnya bisa lebih (medali emas),” jelasnya.
Setelah ini, pelatih berdarah Minang tersebut akan mengevaluasi para pemainnya dan diserahkan kepada PSSI untuk acuan Timnas berikutnya.
Ia juga menyarankan 10 pemainnya yang usianya masih bisa ikut di SEA Games 2021 agar bisa diikutsertakan.
“Ya, kita sedang siapkan evaluasi SEA games nanti akan kita report ke PSSI khususnya ke direktur teknik apasih yang kita lakukan untuk persiapan karena ini konteksnya SEA Games tentukan SEA Games yang akan datang,” kata Indra Sjafri.
“Dari pemain yang sekarang kan masih ada sekitar 10 pemain yang bisa kelahiran 1999 berati cukup dominan, persiapan modalnya seperti apa.
Saya rekomendasikan itu, siapa itu pelatihnya yang akan datang biar PSSI yang menentukan,” pungkasnya.
(Tribunnewswiki.com/Putradi Pamungkas, Wartakotalive/Suprapto)