Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM – Panjat pinang atau grasy pole (dalam Bahasa Inggris) sudah dikenal masayarakat dunia termasuk Indonesa, sejak zaman kolonial Belanda.
Permainan panjat pinang dahulu digelar untuk meramaikan acara pernikahan, kelahiran, dan acara penting lainnya.
Peserta permainan ini mayoritas adalah masyarakat lokal Jawa, dengan berbagai hadiah yang bisa didapat dengan cara memanjat pundak satu sama lain.
Tradisi permainan panjat pinang dikenal di beberapa negara lain, dengan sebutan berbeda.
Sejarah #
Permainan tradisional panjat pinang sudah lama popular di Cina, dengan nama qiang gu sejak pemerintahan Dinasti Ming (1368-1644).
Panjat pinang yang selalu dilakukan setiap tanggal 17 Agustus, sangat erat kaitannya dengan perayaan bulan 7 imlek yang jatuh bulan Agustus-September.
Namun pada masa Dinasti Qing (1644-1911) qiang gu atau panjat pinang tidak diperbolehkan dimainkan, karena beberapa kali menimbulkan korban jiwa.
Tahun 1895 Pulau Formosa atau Taiwan, diserahkan kepada Kekaisaran Jepang oleh Dinasti Qing.
Seusai penyerahan kekuasaan, permainan qiang gu kembali dimainkan, dan menjadi tradisi bagi masyarakat Taiwan terutama upacara Festival Hantu[2].
Selain Cina dan Taiwan, permainan panjat pinang juga dikenal di Malta pada abad pertengahan.
Malta mengenal panjat pinang, seusai runtuhnya Kekaisaran Romawi pada abad ke-5 hingga ke-15 Masehi.
Masyrakat Malta menyebutnya sebagai gostra, yang kemudian digunakan dalam meramaikan Festival Saint Julian[3].
Selain di Malta permainan ini mendapatkan tempat tersendiri di Amerika Serikat.
Panjat pinang di Amerika Serikat dimulai seusai peristiwa 25 November 1783, yakni ketika seorang prajurit Amerika Serikat bernama John van Arsadale memanjat tiang bendera yang telah dilumuri minyak oleh pasukan Inggris.
John Arsadale nekat menaiki tiang bendera licin itu, untuk mengganti bendera negara Inggris dengan bendera Amerika Serikat.
25 November 1783 pasukan Inggris telah meninggalkan Amerika Serikat, seusai berakhirnya perang Revolusi Amerika[4].
Untuk mengenang peristiwa Revolusi Amerika, dan jasa John Arsadale oleh warga Amerika mengibarkan bendera setiap tahunnya.
Permainan panjat pinang akhirnya dikenal di seluruh negara dengan sebutan, dan tradisi masing-masing salah satunya kawasan Asia Tenggara adalah Indonesia.
Filosofi #
Permainan panjat pinang memberikan pelajaran, dan pesan penting dalam kehidupan masyarakat yakni, saling menginjak untuk mencapai tujuan hidup masing-masing.
Dalam kehidupan sehari-hari ada kalanya seorang yang ambisius dalam mencapai tujuannya, akan memaksakan diri untuk menginjak orang lain.
Selain itu juga permainan ini dalam mencapai tujuan politik bukanlah fitnah, namun benar terjadi dalam masyarakat[5].
(*)
(TribunnewsWii.com/Ibnu)
| Informasi Detail | - |
|---|
| Nama Permainan | Panjat Pinang |
|---|
| Nama Lain | 1. Quang Gu |
|---|
| 2. Gostra |
| Fungsi Permainan | Upacara adat masyarakat |
|---|
| Penemuan | Dinasti Ming 1368-1644 |
|---|
Sumber :
1. web.budaya-tionghoa.net
2. timesofmalta.com
3. earlyamericanists.com
4. steemit.com