TRIBUNNEWSWIKI.COM – Kasus penyelundupan komponen motor gede Harley Davidson dan sepeda Brompton terus bergulir.
Bahkan kasus ini turut menguak penyelewengan yang dilakukan mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA).
Selain itu, nama Menteri Badan Usaha Milik Negara, Erick Thohir juga terseret dalam kasus ini.
Dikabarkan Erick Thohir memiliki proyek di Garuda Indonesia itu.
Ini tercetus dalam acara Indonesia Lawyer Club di TVOne, Selasa (10/12).
Dalam acara ini sang pembawa acara Karni Ilyas menyebutkan bahwa perusahaan milik Erick Thohir memiliki proyek di Garuda Indonesia.
“Proyek itu, … seputar urusan handling,” ujar Karni seperti dikutip dari YouTube Indonesia Lawyers Club.
Baca: Ari Askhara Tak Mengaku Menyelundupkan Moge di Garuda Indonesia hingga Akhirnya Terbongkar
Juru bicara kementerian BUMN Arya Sinulingga tak menampik kabar tersebut.
Arya dengan terus terang menyebutkan bahwa kabar itu juga diterimanya.
Oleh sebab itu, sejak pagi ia juga langsung mengecek kabar itu ke Garuda hingga ke bosnya, Erick Thohir.
Kata Arya, Erick pun langsung melakukan pengecekan ke Mahaka.
“Mahaka Group memang memiliki proyek terkait Garuda.” kata Arya Sinulingga.
“Tapi, Mahaka hanya menyediakan artis.”
“Nilainya sekitar Rp 300 juta,” tandasnya.
Mahaka, ujar Arya adalah perusahaan yang berbisnis di Media.
Sebelum Erick Thohir menjadi Menteri BUMN, perusahaan yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) sudah besar.
Setelah masuk ke pemerintahan sebagai Menteri BUMN, Erick juga sudah mundur dari Mahaka Grup.
Arya menjelaskan, proyek mendatangkan dan mengelola artis dalam peluncuran pesawat jenis Airbus A300-900 Neo yang baru saja didatangkan dari pabrik Airbus di Toulouse, Perancis.
Baca: Dituding Sebagai Germo, VP Garuda Indonesia ini Laporkan Akun Twitter @digeeembok
Di pesawat itu kemudian didapati barang selundupan komponen motor bekas Harley Davidson dan Brompton.
Menariknya, Karni juga mempersoalkan bahwa ada dugaan kasus penyelundupan Harley Davidson dan Brompton yang juga milik eks Dirut Garuda.
“Rahasia umum bahwa banyak pejabat negeri ini yang suka bawa barang-barang (mewah), dan lolos begitu saja.”
“Ini nilainya juga tak sampai Rp 1,5 miliar, tapi jadi heboh.”
“Harusnya kalau penyelundupan nilainya ratusan miliar. ” kata Karni.
Lebih lanjut Karni menyebut bahwa jangan-jangan ini adalah sekadar aksi untuk menyingkirkan orang-orang mantan Menteri BUMN Rini Suwandi.
Arya pun langsung menampik hal tersebut.
“Sedari awal, Erick menyebut tak perlu lobi atau mengirim macam-macam,”katanya.
“Tak perlu dan taka da itu,” ujar Arya.
Arya lantas menjelaskan kronologis kasus tersebut.
Ia kemudian bercerita informasi adanya bawaan moge Harley dari media sosial, serta informasi grup whatsapp di perusahaan.
Erick lantas meminta Menteri Keuangan Sri Mulyani yang membawahi Dirjen Bea dan Cukai untuk menyelidiki ini.
Dus, informasi itu lantas ditindaklanjuti.
Erick juga meminta agar komisaris untuk bekersa melakukan audit.
Hasilnya memang ada dugaan penyelundupan komponen moge Harley dalam bentuk CKD alias komponen.
Hasil Komite Audit dan Kementerian Keuangan klop.
Selain itu, kepergian empat direksi Garuda ke Paris tanpa izin Menteri BUMN dan komisaris.
Tak berhenti sampai disitu, barang tersebut dibawa di pesawat yang belum dikomersilkan alias belum beroperasi.
Baca: Cerita Pramugari Garuda Indonesia Terkena PHK di Era Kepimpinan Ari Askhara setelah 9 Tahun Bekerja
“Harusnya hanya berisi orang yang menjemput pesawat,” ujar Arya
Tapi ternyata sudah membawa barang komersil.
Dari situlah terungkap bahwa barang tersebut memang milik Ari Askhara.
Buntutnya, empat direksi Garuda kemudian dicopot.
“Jika memang Mahaka mendapatkan proyek, mestinya dipertahanan.”
“Nyatanya kan ini tidak,” ujar Arya.
Lihat videonya:
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Saradita/Kontan.co.id/Titis Nurdiana)