Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM – Arkeolog menemukan lukisan erotis peninggalan Romawi di reruntuhan kota kuno Pompeii Italia.
Lukisan tersebut ditemukan dalam kondisi terkubur, akibat letusan gunung Vesuvius di abad pertama Masehi.
Lukisan erotis tersebut menggambarkan sosok Leda dan Angsa, dalam mitos Yunani yang mengilhami seniman selama berabad-abad.
Penemuan lukisan erotis Leda tersebut ditemukan di Via del Vesuvio, areal situs Regio V[1].
Sejarah Lukisan Ratu Sparta Leda dan Angsa #
Lukisan bergaya fresco ini melukiskan Leda sang istri Raja Sparta Tyndareus, yang tengah digoda oleh seekor angsa.
Angsa dalam motologi Romawi merupakan jelmaan Dewa Zeus, yang juga sebagai Dewa Jupiter.
Dalam berbagai mitos Romawi disebutkan, Dewa Zeus berubah menjadi seekor angsa dan memperkosa Ratu Sparta Leda.
Kejadian ini membawa dampak luar biasa bagi masyarakat Romawi dan Pompeii, seperti digambarkan dalam mitologi klasik.
Akibat hubungan seks terlarang Leda dengan angsa kemudian dengan suaminya Raja Sparta Tyndareus, menghasilkan dua telur yang kemudian menetas menjadi sosok Helen, Clytemnestra dan si kembar Castor dan Pollux.
Rayuan maut sang angsa terhadap Leda, menjadi daya tarik luar biasa bagi para seniman di era Renaisans di Italia di abad ke-16.
Lukisan erotis yang memperlihatkan Leda disetubuhi oleh angsa, merupakan motif umum yang ditemukan dalam rumah-rumah di Pompeii sebelum hancur oleh abu vulkanik gunung Vesuvius.
Namun penemuan lukisan ini berbeda dengan penemuan sebelumnya, karena Leda digambarkan melihat keluar dari lukisan dan seakan memandang manusia sebagai pengamatnya.
Selain itu Leda sangat jarang dilukiskan secara eksplisit tengah duduk dan melakukan hubungan seksual, dengan angsa seperti penemuan tersebut.
Secara khusus, Leda digambarkan dalam keadaan berdiri dan tidak terlihat melakukan hubungan seks dengan angsa.
Namun penggalian yang dilakukan para arkeolog di situs Pompeii menunjukan secara eksplisit, Leda tengah duduk dan melakukan hubungan seksual dengan angsa dalam pangkuannya.
Lukisan eeotis tersebut dimungkinkan terinspirasi oleh patung Leda yang dipahat oleh pematung Yunani yakni Timotheus pada abad ke-4 sebelum masehi.
Patung hasil pahatan Timotheus memang membentuk tubuh Leda yang berdiri sambil memegang angsa di sekitar pinggulnya.
Lukisan tersebut diduga menjadi hiasan di salah satu ruang tidur milik orang kaya, yang tinggal di dekat pusat kota Pompeii.
Penggalian arkeologi di kota kuno Pompeii juga menemukan lukisan mengenai Priapus, seorang dewa kesuburan yang berada di rumah lainnya.
Kisah mitologi Ratu Sparta Leda dan angsa memang sudah dikenal dan menginspirasi yang luar biasa, terhadap para seniman Renaisansi di Italia abad ke-16.
Bahkan juga menginspirasi karya seniman lainnya seperti Leonardo da Vinci, Michelangelo, dan Tintoretto.
Tidak hanya dalam seni patung, kisah Ratu Sparta Leda dan angsa turut mempengaruhi puisi dengan judul yang sama seperti karya William Butler Yeats[2].
Genealogi Ratu Sparta Leda #
Leda merupakan putri Raja Thestius dari Pleuron di Aetolia Romawi.
Leda kemudian menikah dengan Raja Sparta Tyndareus, dan memiliki anak salah satunya Helen yang jatuh cinta dengan Paris dan memicu terjadinya Perang Troya.
Selain itu Leda dan Tyndareus memiliki anak Castor dan Pollux atau Polydeuces, Clytemnestra (kemudian menjadi istri Raja Agamemnon), Timandra, dan Phylonoe[3].
Lukisan Erotis Ratu Sparta Leda dan Angsa #
Lukisan Ratu Sparta Leda dan Dewa Zeus berawal dari kedekatan mereka berdua di tepi Sungai Eurota.
Di tepi sungai Eurota, Hellen dan Polydeuces terlahir melalui telur yang sangat indah.
Putra kembar kedua, Pollux terlahir dari suami Leda yakni Tyndareus pada malam yang sama saat telur berisi Hellen dan Polydeuces menetas.
Peristiwa tersebut menjelaskan mengapa salah satu dari si kembar dianggap fana, namun anak lainnya dianggap abadi.
Namun dalam catatan sejarah Romawi yang ditulis Homer dan Pindar, menuliskan bahwa si kembar setiap hari berbagi anugerah keabadian.
Akhir dari percintaan terlarang antara Leda, angsa, dan Tyndareus adalah Leda diberikan keabadian oleh Dewa Zeus dan ditransformasikan menjadi Dewi Nemesis[4].
Arti Ratu Sparta Leda dalam seni #
Leda yang dilukiskan memeluk angsa atau memegang telur, merupakan pemandangan yang lazim dalam seni Yunani.
Representasi Leda dan angsa merupakan awal dari mitos zaman Romawi, yang menggambarkan Zeus dengan Leda dan telur duduk diatas takhta.
Warisan Kekuatan Ratu Sparta Leda #
Hellen putri sang Ratu Sparta, menikah dengan Raja Menelaus dari Sparta.
Namun kasus penculikan oleh Pangeran Paris dari Troy, memicu pecahnya Perang Troya.
Meskipun begitu Hellen digambarkan banyak dikagumi pria, karena dikenal sebagai perempuan berparas cantic di Yunani.
Selain Hellen terdapat juga Clytemnestra sebagai ikon perempuan Yunani lainnya, yang kisahnya turut menginspirasi seniman beberapa abad.
Clytemnestra semakin dikenal ketika berhasil membunuh Agamemnon, Raja Mycenae yang juga saudara laki-laki Menelaus.
Selama Pompeii dipimpin oleh Dewa Zeus, selaku dewa Romawi menjadikan kota kuno Pompeii dikenal akan karya seni yang menggambarkan berbagai kisah mitologi Yunani[5].
(*)
(TribunnewsWiki.com/Ibnu)
| Informasi | - |
|---|
| Nama Penemuan | Lukisan Erotis |
|---|
| Lukisan | Ratu Sparta Leda dan Angsa (Dewa Zeus) |
|---|
| Penemuan | Situs Kota Kuno Pompeii Italia. |
|---|
| Kepercayaan | Dewa-dewi Yunani dan Romawi |
|---|
Sumber :
1. www.bbc.com
2. nationalgeographic.grid.id
3. www.ancient.eu