Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM – Roti Jala merupakan makanan khas masyarakat Riau, lebih tepatnya Tanjungpinang kepulauan Riau.
Namun sebenarnya makanan Roti Jala berasal dari India, disebut sebagai Roti prata.
Roti Jala atau Roti Prata sama-sama disajikan dengan kuah kare kental[1].
Sejarah Roti Jala khas Melayu #
Roti Jala merupakan makanan tradisional khas masyarakat Melayu.
Di kota Medan makanan ini cukup popular menjelang bulan Ramadhan, meskipun cukup sulit mencarinya.
Roti Jala biasanya dikonsumsi sebagai takjil di bulan Ramdhan, selain itu juga disajikan dalam acara-acara silaturahmi keluarga atau pesta pernikahan dan syukuran.
Roti Jala disebut demikian karena berbentuk mirip jaring atau jala yang digunakan nelayan, untuk menangkap ikan.
Meskipun tekstur dari roti jala ini elastis dan sedikit kenyal.
Di Indonesia roti jala khas Riau, Sumatera Utara merupakan transformasi makanan dari daerah timur tengah lebih tepatnya India.
Roti Jala sering disebut roti prata atau roti canai khas India.
Roti Canai dapat ditemukan di gerai makanan di Singapura atau rumah makan di Aceh dan Sumatera Barat.
Singapura lebih mengenal sebagai roti prata, dengan bentuk pipih karena dibuat dengan cara diputar hingga tipis kemudian dilipat dan dipanggang dengan minyak.
Di Indonesia, roti canai biasa dihidangkan dengan kari kambing atau domba.
Roti Canai masuk ke Indonesia melalui migrasi muslim India ke Kesultanan Aceh sekitar abad ke-17, dan menyebar ke seluruh Indonesia di awal abad ke-19.
Roti Canai akhirnya diadopsi menjadi masakan Melayu Sumatra, dengan tambahan kare daging kambing dan dijual oleh masyarakat asing di Indonesia.
Kampung Ampel Surabaya, pusat Peranakan Arab di Surabaya mengenal sebagai roti Maryam.
Sementara masyarakat Jawa menyebutnya sebagai roti konde, karena berbentuk menyerupai konde perempuan.
Meskipun memiliki perbedaan, resep yang digunakan tidak berbeda karena memiliki kesamaan dipengaruhi dari Paratha India[2].
Bahan Roti Jala khas Melayu #
Bahan Pembuatan Roti Jala:
1. 300 gram tepung terigu
2. 500 ml santan encer
3. 4 butir telur
4. 4 sendok makan minyak sayur
5. 1 sendok the garam
6. Margarin secukupnya.
Bahan kari sapi:
1. 250 gram daging sapi
2. 1,5 liter air untuk merebus daging
3. 600 ml santan
4. 2 lembar daun salam
5. 2 lembar daun jeruk
6. 2 buah kapulaga
7. 4 butir cengkeh
8. 5 cm kayu manis
9. 1 buah pekak (bunga lawing)
10. ½ sendok teh pala bubuk
11. 1 sendok teh gula pasir
12. 1.2 sendok teh garam
13. Minyak secukupnya.
Bahan bumbu:
1. 6 buah cabe merah keriting
2. 6 butir bawang merah
3. 3 siung bawang putih
4. 4 butir kemiri
5. 4 cm jahe
6. 4 cm kunyit
7. 1 sendok teh adas manis
8. ½ sendok teh jinten
9. 1 sendok makan ketumbar[3].
(*)
(TribunnewsWiki.com/Ibnu)
| Informasi | - |
|---|
| Nama Kuliner | Roti Jala |
|---|
| Asal | 1. India |
|---|
| 2. Tanjung Pinang, Kepulauan Riau |
| Tahun Kemuculan | Awal abad ke-19 |
|---|
| Nama Lain | 1. Roti Canai |
|---|
| 2. Roti Prata |
| 3. Roti Jala |
Sumber :
1. zallatra.com
2. lancangkuning.com
3. www.abuelaskitchen.com