Dengan latar belakang sebagai seorang pengusaha, Gibran ingin menunjukkan kontribusinya kepada masyarakat melalui kebijakan politiknya.
Terlebih lagi, setelah bertemu dengan Wali Kota Surakarta sekaligus Ketua DPC PDI-P Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo, dirinya menyatakan siap terjun ke dunia politik.
Gibran pun mendaftar sebagai anggota PDI-P untuk maju pada Pilkada Solo 2020.
Terkait rencana Gibran mendaftar ke DPD PDI-P Jawa Tengah pada hari terakhir dibenarkan Koordinator Forum Muda Visioner Solo yang merupakan relawan pendukung Gibran, Antonius Yogo Prabowo.
"Betul. Rencana tanggal 12 Mas Gibran berangkat ke Semarang untuk mendaftar sebagai calon wali kota Surakarta," kata dia.
Keberangkatan Gibran ke Semarang rencana akan diiringi oleh relawan dari Solo.
Menurut Yogo, ada seratusan relawan yang ikut ke Semarang sebagai bentuk dukungan kepada Gibran.
"Iya, kami rencana akan ikut mengantar Mas Gibran ke Semarang," ujar dia.
Diberitakan, DPD PDI-P Jawa Tengah membuka pendaftaran peserta Pilkada serentak di Jateng 2020, mulai 6 hingga 12 Desember 2019.
Pengamat Politik: Gibran Terlalu Ngebet Maju Pilkada Solo
Pakar politik dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, M Yulianto menilai, anak Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka terlalu gegabah untuk maju sebagai calon wali kota Solo pada Pilkada Solo 2020.
Yulianto menyarankan putra sulung Jokowi ini sebaiknya tidak terburu-buru maju di bursa Pilkada Solo.
Pasalnya, keputusan Gibran ini justru berpotensi menimbulkan dinasti politik yang baru di Indonesia.
"Kalau dibiarkan maka akan diikuti tokoh-tokoh politik PDI-P lainnya dengan meniru pola seperti di Solo dengan membangun klan dinasti.
Ini yang patut disayangkan, karena bisa merusak sistem kaderisasi di PDI-P," ujar Yulianto, saat dihubungi, Rabu (4/12/2019), dikutip dari Kompas.com.
Yulianto menganggap sikap Gibran terlalu ngebet untuk maju pada Pilkada Solo, saat ayahnya masih menjabat sebagai Presiden Indonesia.
Tak gampang bagi anak muda untuk memimpin sebuah partai politik (parpol) seperti PDI-P, dan tak semudah mengelola perusahaan martabak.
"Jangan mentang-mentang punya power, maka terus ikut maju di kontestasi pemilihan wali kota.
Karena organisasi partai itu harus ada komunikasi yang dibangun dan harus mampu menjalankan komitmen bersama seluruh elemen di dalamnya," ujar Yulianto.
Yulianto memperkirakan, tokoh senior di PDI-P Solo seperti Achmad Purnomo dan Teguh Prakosa yang akan dipilih Ketua Umu PDI-P Megawati Soekarnoputri untuk diusung pada Pilkada Solo 2020.