Masyarakat Kolok (Tuli-Bisu) Desa Bengkala Bali

Masyarakat Kolok Desa Bengkala Bali dikenal sebagai masyarakat tuna rungu wicara (tuli-bisu) sejak lahir namun hidup harmonis di Desa Bengkala Bali


Masyarakat Kolok (Tuli-Bisu) Desa Bengkala Bali
Tribuntravel.com/Vice.com
Gapura Desa Bengkala 

Masyarakat Kolok Desa Bengkala Bali dikenal sebagai masyarakat tuna rungu wicara (tuli-bisu) sejak lahir namun hidup harmonis di Desa Bengkala Bali




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Gapura batu khas Bali berdiri sebagai pintu masuk gang, dengan bertuliskan Selamat Datang di Desa Bengkala.

Desa Bengkala merupakan sebuah desa di Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten buleleng Bali Utara.

Desa Bengkala berada sekitar 15,6 kilometer dari Pusat Kota Singaraja, atau sekitar 100 kilometer dari Kota Denpasar[1].

Gapura Desa Bengkala
Gapura Desa Bengkala (Tribuntravel.com/Vice.com)

Menurut catatan berbentuk lempengan tembaga dari zaman pemerintahan Paduka Sri Maharaja Haji Jayapangus Arkaja Cihna (1133-1173 Masehi), ditemukan data mengenai desa Bengkala tetapi juga disebut Bengkala oleh masyarakat.

Prasasti ini berangka tahun saka 1103 atau 22 Juli 1181 Masehi, dan ditemukan pada tahun 1971.

Menurut catatan tersebut, sudah dapat disimpulkan bahwa Desa Bengkala telah ada sejak dahulu kala.

Prasasti ini juga memuat catatan tentang kehidupan di Bengkala, dan keluhan masyarakat terhadap perilaku pejabat kerajaan yang tidak adil dalam menarik pajak.

Tanggal yang tertera pada prasasti, yakni 22 Juli dan dijadikan sebagai Hari Peringatan Lahirnya Desa Bengkala.

Desa Bengkala merupakan sebuah desa istimewa karena memiliki komunitas tuna rungu wicara (Tuli dan bisu) cukup besar.

Sektar 2% dari jumlah keseluruhan penduduk Desa Bengkala, lahir dalam keadaan kolok atau tuli dan bisu dalam Bahasa Bali.

Desa Bengkala ini sering disebut juga sebagai Desa Kolok[2].

Warga Kolok Desa Bengkala Bali
Warga Kolok Desa Bengkala Bali (Kompas.com/bbc)


Desa Bengkala memiliki sekolah luar biasa khusus mengajarkan Bahasa isyarat yang digunakan di Desa Bengkala.

Bahasa yang digunakan adalah Bahasa Kolok, namun terbuka bagi siapapun yang ingin belajar dipersilahkan tanpa mengenal batasan usia.

Desa Bengkala juga memiliki Tari Janger Kolok, yakni tarian yang semua penarinya adalah orang kolok atau bisu dan tuli.

Tarian ini tidak menggunakan iringan musik seperti tari umumnya, namun menggunakan alat musik kendang sebagai pengiring.

Tari Janger Kolok sudah terkenal hingga mancanegara, hal ini tidak lepas dari warga Bengkala Buleleng sudah mulai mengenal internet dan menyebarkan tarian ini melalui media sosial hingga mancanegara[3].

Warga Desa Bengkala tengah berbincang menggunakan bahasa isyarat Kata Kolok.
Warga Desa Bengkala tengah berbincang menggunakan bahasa isyarat Kata Kolok. (Kompas.com/bbc)


Keharmonisan hubungan antar masyrakat normal dan kolok merupakan anugerah tersendiri, yang dapat dibanggakan dari Desa Bengkala.

Tari Janger Kolok merupakan tarian tradisional masyarakat kolok Bengkala, dengan diperankan oleh warga kolok sendiri.

Para perempuan penari telah siap dengan selendang mengikat pingggang mereka, sementara para lelaki duduk di tepian wantilan mengamati dan melihat apa yang akan dilakukan perempuan penari tersebut.

Para penari perempuan meskipun kolok namun luwes menggerakan tangan mengikuti arahan pelatih.

Tidak hanya itu keseluruhan badan pun bergerak dengan lihai, tentu bukan sebuah tarian sederhana dilakukan.

Ni Pande, merupakan tokoh wanita dibalik Tari Janger Kolok, sebagai upaya peningkatan taraf hidup masyarakat kolok.

Tari Janger Kolok merupakan intepretasi gerakan-gerakan yoga yang dia ajarkan sebelumnya.

Gerakan yoga merupakan dasar tercipta gerakan Tari Yogi Nandini.

Trai Yogi Nandini memiliki arti seorang yang belajar tarian ini, hatinya bisa menjadi lebih damai dan bahagia.

Selain Tari Janger Kolok, juga terdapat Tari Jalak Anguci, dan Tari Bebek Bingar Bengkala (Bebile).

Tari Jalak Anguci terinspirasi dari burung Jalak, dengan arti suara yang merdu.

Maksudnya adalah meskipun penari tidak bisa berkomunikasi, mereka tetap dapat menyampaikan sesuatu melalui tarian.

Tari Jalak Anguci dimainkan oleh dua orang perempuan kolok.

Tari Bebek Bingar Bengkala merupakan penggambaran semangat dari masyarakat kolok, yang tetap ceria melakukan apapun dalam hidup mereka.

Tarian Bebek Bingar Bengkala dimainkan oleh tujuh orang penari pria kolok.

Keunikan masyarakat kolok Desa Bengkala Bali terletak pada tariannya, dimana apabila penari mengikuti melodi musik di desa ini pemusiklah yang menyesuaikan gerakan penari kolok[4].

Bahasa Isyarat dari masyarakat Kolok Bengkala Bali
Bahasa Isyarat dari masyarakat Kolok Bengkala Bali (Kompas.com/bbc)

(Tribunnewswiki.com/Ibnu)



Nama Desa Desa Bengkala
Asli Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten buleleng Bali Utara.
Masyarakat Kolok (Bisu-Tuli)
Kesenian 1. Tari Janger Kolok
2. Tari Bebek Bingar Bengkala (Bebile)
3. Tari Jalak Anguci
Penari Masyarakat Kolok Desa Bengkala


Sumber :


1. www.berdesa.com
2. nationalgeographic.grid.id
3. nationalgeographic.grid.id






ARTIKEL REKOMENDASI



KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2019 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved