Bowo Sidik Pangarso

Bowo Sidik Pangarso merupakan mantan anggota Komisi VI DPR RI yang terbukti bersalah menerima suap dan gratifikasi dan divonis 5 tahun penjara


Bowo Sidik Pangarso
Tribunnews.com
Mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bowo Sidik Pangarso menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (25/9/2019). Sidang ini terkait kasus suap dan gratifikasi yang diterima Bowo ketika menjabat sebagai anggota DPR. TRIBUNNEWS.COM/IQBAL FIRDAUS 

Bowo Sidik Pangarso merupakan mantan anggota Komisi VI DPR RI yang terbukti bersalah menerima suap dan gratifikasi dan divonis 5 tahun penjara




  • Informasi


TRIBUNNEWSWIKI.COMBowo Sidik Pangarso merupakan mantan anggota Komisi VI DPR RI yang terbukti bersalah menerima suap dan gratifikasi.

Bowo Sidik Pangarso kemudian divonis 5 tahun penjara dan denda Rp 250 juta subsider 4 bulan kurungan oleh majelis hakim pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu (4/12/2019).

Selain itu, hakim juga mencabut hak politik Bowo Sidik Pangarso selama 4 tahun, terhitung setelah Bowo Sidik menjalani masa hukuman pokok.

Vonis yang dijatuhkan oleh hakim ini lebih ringan daripada tuntutan jaksa yang menuntut hukuman 7 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider 6 bulan kurungan.

Bowo Sidik Pangarso terbukti menerima suap sebesar 163.733 dolar Amerika Serikat (AS) atau setara sekitar Rp 2,3 miliar dan uang tunai Rp 311,02 juta secara bertahap.

Suap itu diberikan oleh Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) Asty Winasti atas sepengetahuan Direktur PT HTK Taufik Agustono.

bowo sidik1
Terdakwa kasus dugaan suap dan gratifikasi Bowo Sidik Pangarso menjalani sidang dengan agenda dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (14/8/2019). Anggota DPR Fraksi Golkar tersebut didakwa atas dugaan menerima suap sebanyak Rp2,6 miliar berkaitan dengan PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) untuk membantu mendapatkan kerja sama pekerjaan pengangkutan atau sewa kapal dengan PT Pupuk Indonesia Logistik (PT Pilog). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN

Pemberian uang itu dimaksudkan agar Bowo Sidik membantu PT HTK mendapatkan kerja sama pekerjaan pengangkutan dan atau sewa kapal dengan PT Pupuk Indonesia Logistik (PT PILOG).

Selain itu, Bowo Sidik juga dianggap terbukti menerima suap sebesar Rp 300 juta dari Direktur Utama PT Ardila Insan Sejahtera (AIS) Lamidi Jimat.

Sebelumnya, Bowo Sidik Pangarso diamankan KPK dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar 27 Maret 2019. (1)

  • Kehidupan Pribadi


Bowo Sidik Pangarso lahir di Mataram pada 16 Desember 1968.

Setelah menyelesaikan pendidikannya di SMA negeri 3 Semarang, Bowo Sidik Pangarso kemudian melanjutkan ke Universitas 17 Agustus 1945 Semarang. (2)

Sebelum berkecimpung di dunia politik, Bowo Sidik Pangarso tercatat pernah menjadi auditor di BDNI (Bank Dagang Negara Indonesia), bank swasta yang kemudian dilebur menjadi Bank Mandiri setelah krisis ekonomi 1998.

bowo sidik2
Tersangka kasus dugaan suap distribusi pupuk, Bowo Sidik Pangarso usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Rabu (10/4/2019). Bowo Sidik menjalani pemeriksaan lanjutan dalam kasus dugaan suap pelaksanaan kerja sama bidang pelayaran antara PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog) dengan PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) dan penerimaan lain terkait jabatan. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN

Baca: Rachmat Latief

Baca: Sukanto Tanoto

Bowo Sidik juga pernah menjabat sebagai Kepala Bidang Audit di BDNI pada 1996 hingga 2001.

Setelah tak menjabat sebagai auditor, Bowo Sidik Pangarso kemudian menjabat sebagai direktur PT Inacon Pertiwi. (3)

  • Karier Politik


Pada 2012-2015, Bowo Sidik menjabat sebagai Wakil Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Tengah.

Selain itu, Bowo Sidik juga pernah menjabat sebagai Ketua Pimpinan Daerah Kolektif (PDK) Kosgoro 1957 Provinsi Jawa Tengah serta Bendahara Komite Brunai Kadin Indonesia (2012-2015).

Pada periode 2014-2019 Bowo Sidik duduk di Komisi VII yang membidangi riset dan teknologi, lingkungan hidup dan energi sumber daya mineral. 

Baca: Suprajarto

Baca: Mochamad Iriawan

Pada 2015, ketika ada banyak mutasi di Fraksi Golkar, Bowo Sidik kemudian dipindahkan ke Komisi VIII yang membidangi agama, sosial dan pemberdayaan perempuan.

Kemudian Bowo Sidik dipindahkan ke Komisi VI DPR RI dan menempati posisi sebagai anggota Badan Anggaran dan Badan Musyawarah. (2)

Saat tertangkap oleh KPK, Bowo Sidik menjadi anggota Komisi VI DPR RI. (4)

  • Riwayat Organisasi


Majelis Pemuda Indonesia, Sebagai: Anggota. Tahun: 2011 - 2014

PDK Kosgoro 1957 Jateng, Sebagai: Ketua. Tahun: 2010 - 2015

DPP Barisan Muda Kosgoro, Sebagai: Wakil Ketua. Tahun: 2010 - 2015

DPD KUKMI Jateng, Sebagai: Ketua. Tahun: 2010 - 2015

DPP AMPI, Sebagai: Wakil Sekretaris Jenderal. Tahun: 2004 - 2009

KOSGORO, Sebagai: Ketua DPD Gerakan Mahasiswa. Tahun: 1995 - 2001

Kosgoro, Sebagai: Wakil Ketua. Tahun: 1992 - 1994

KNPI, Sebagai: Wakil Sekretaris. Tahun: 1991 - 1994

Kosgoro, Sebagai: Ketua. Tahun: 1990 - 1992

AMPI, Sebagai: Wakil Sekretaris. Tahun: 1988 - 1993

KNPI, Sebagai: Pengurus. Tahun: 1988 - 1991

Kosgoro, Sebagai: Wakil Ketua. Tahun: 1988 - 1990 (5)

(Tribunnewswiki.com/Ami Heppy)



Nama Bowo Sidik Pangarso
Lahir Mataram, 16 Desember 1968
Pendidikan SMA Negeri 3 Semarang
Universitas 17 Agustus 1945 Semarang
Profesi Politisi
Berita Terkini Divonis 5 tahun penjara
Kasus terbukti bersalah menerima suap dan gratifikasi


Sumber :


1. nasional.kompas.com
2. wikidpr.org
3. kabar24.bisnis.com
4. news.detik.com
5. www.dpr.go.id








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2019 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved