Perusahaan Umum Perikanan Indonesia

Perusahaan Umum Perikanan Indonesia (Perum Perindo) yang sebelumnya bernama Perusahaan Umum Prasarana Perikanan Samudera (Perum PPS) didirikan berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 2 Tahun 1990.


Perusahaan Umum Perikanan Indonesia
Tribunnewswiki.com
Perusahaan Umum Perikanan Indonesia 

Perusahaan Umum Perikanan Indonesia (Perum Perindo) yang sebelumnya bernama Perusahaan Umum Prasarana Perikanan Samudera (Perum PPS) didirikan berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 2 Tahun 1990.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Perusahaan Umum Perikanan Indonesia (Perum Perindo) yang sebelumnya bernama Perusahaan Umum Prasarana Perikanan Samudera (Perum PPS) didirikan berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 2 Tahun 1990.

Kemudian diatur kembali dengan Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2000.

Selanjutnya, diubah kembali dengan Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2013, yang antara lain mengatur perubahan nama perusahaan dan tugas dan tanggung jawab.

  • Profil Perusahaan


Berdasarkan PP Nomor 9/2013 itu, Perum Perindo memiliki tugas dan tanggung mengelola aset negara dengan menyelenggarakan pengusahaan dan pelayanan barang jasa dan pengembangan sistem bisnis perikanan kepada pengguna jasa pelabuhan perikanan yaitu nelayan pada khususnya dan masyarakat perikanan pada umumnya serta memupuk keuntungan. 

Pengusahaan dan pelayanan tersebut di laksanakan di enam pelabuhan perikanan yaitu Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman Jakarta di Jakarta, Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan di Belawan; Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan di Pekalongan; Pelabuhan Perikanan Nusantara Brondong di Brondong; Pelabuhan Perikanan Nusantara Pemangkat di Pemangkat, dan Pelabuhan Perikanan Nusantara Prigi di Prigi. Perum Perindo juga dimungkinkan melakukan pengusahaan dan pelayanan barang jasa di pelabuhan perikanan maupun wilayah kerja lain berdasarkan penugasan dari Menteri Teknis. 

Sarana prasaraan yang dimiliki dan dikelola di enam pelabuhan perikanan tersebut di atas ditambah di tiga pelabuhan lagi (yaitu Pelabuhan Perikanan Lampulo di Banda Aceh, Pelabuhan Perikanan Tarakan dan Pelabuhan Perikanan Banjarmasin) merupakan modal Perum Perindo saat didirikan, berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 759/KMK/ 0.13/1992 dengan nilai Rp. 24,50 milyar. 

Berturut-turut Perum Perindo mendapat tambahan penyertaan modal negara (PMN), berupa uang tunai Rp. 4,40 milyar berdasarkan PP Nomor 1 Tahun 1995; sarana prasarana dengan nilai Rp.12,53 milyar berdasarkan PP Nomor 66 Tahun 2012; serta uang tunai Rp 300 milyar berdasarkan PP Nomor 89 Tahun 2015.

Sehingga, seluruh Modal Perusahaan pada saat ini sebesar Rp.341,43 milyar.

Setelah 29 tahun beroperasi, Perum Perindo terus berkembang menjadi salah satu perusahaan perikanan terkemuka dengan fokus pada tiga lini usaha.

Yaitu, jasa pelabuhan (sewa lahan dan bangunan; tambat labuh; jasa docking dan perbaikan kapal; sewa cold storage; produksi es; penjuala BBM, air bersih dan perbekalan kapal lainnya); budidaya (ikan dan udang, termasuk produksi pakan ikan dan udang) serta perdagangan dan pengolahan ikan dan hasil laut, baik untuk konsumsi dalam negeri maupun ekspor. Selain di sembilan lokasi pelabuhan di atas, Perum Perindo mengembangkan operasinya 29 wilayah.

Kini wilayah kerja meliputi seluruh wilayah Indonesia, dari Aceh sampai Papua.   

Seiring dengn pengembangan wilayah kerja dan lini usaha, kinerja perusahaan juga terus mengalami peningkatan.

Dari capaian pendapatan di kisaran Rp 100 milyar-an (sampai defngan tahun 2013), menjadi Rp 200 milyar-an (sampai dengan tahun 2016), pada akhir tahun 2018 tumbuh menjadi Rp 1 trilyun. 

Pengembangan usaha dan wilayah kerja tersebut juga memberi dampak terhadap dua stake holder utama perusahaan: nelayan dan petambak. 

Tercatat, Perum Perindo berkontribusi terhadap usaha tidak kurang dari 25.000 nelayan dan petambak, baik lewat pembelian hasil tangkap nelayan maupun budidaya petambak; penjualan alat produksi yang diperlukan petambak seperti pakan dan sarana prasarana produksi lainnya; kerjasama pengoperasian kapal dan alat produksi lain milik nelayan dan petambak; serta dukungan modal kerja lewat program kemitraan dan bina lingkungan (PKBL) baik dengan dana dari Perum Perindo sendiri maupun hasil kerjasama dengan BUMN lainnya.

  • Visi dan Misi


Perum Perikanan Indonesia merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN), mempunyai peranan dan posisi yang sangat strategis dalam upaya mendukung visi dan misi Pemerintah khususnya kementerian BUMN untuk peningkatan kualitas pengelolaan perusahaan yang transparan dan akuntable; mendorong pertumbuhan ekonomi regional dan nasional serta pendapatan negara dan pembangunan nasional melalui pembangunan dan pengembangan sektor kelautan dan perikanan.

VISI

MENJADI PERUSAHAAN PERIKANAN YANG TANGGUH, TERPERCAYA DAN PENGGERAK PERTUMBUHAN EKONOMI

MISI

  • Berperan aktif dalam pembangunan perekonomian nasional di sektor perikanan dan kelautan.
  • Menyediakan fasilitas barang dan jasa guna mendukung pelayanan prima.
  • Mengembangkan sistem bisnis perikanan.
  • Memiliki sumber daya manusia (SDM) yang profesional
  • Mengelola perusahaan berdasarkan prinsip Good Corporate Governance (GCG).

  • Lini Usaha


Perum Perindo memiliki 3 lini usaha utama yaitu:

1. Usaha pelabuhan, meliputi:

a. Pengelolaan sarana dan prasarana pelabuhan perikanan meliputi cold storage, pabrik es, pengolahan dan pengepakan ikan; Pusat Pemasaran Ikan (PPI), Tempat Pelelangan Ikan (TPI), Pasar Ikan Modern (PIM), sewa lahan, ruang dan bangunan;

b. Pelayanan jasa tambat labuh dan bongkar muat;

c. Fasilitas penunjang termasuk air, listrik, dan BBM;

d. Bengkel dan galangan kapal;

e. Perbekalan melaut

2. Penangkapan, perdagangan dan pengolahan ikan, meliputi:

a. Penangkapan ikan berupa operasi kapal tangkap dan kapal angkut milik sendiri maupun kerjasama dengan pihak ketiga;

b. Perdagangan ikan dan udang berupa pembelian ikan dari nelayan dan udang dari petambak, lalu memasok ikan dan udang tersebut untuk kebutuhan industri pengelolaan ikan baik di dalam maupun luar negeri (ekspor);

c. Pengolahan ikan berupa pemrosesan ikan dan udang di Unit Pengolahan Ikan (UPI) milik sendiri maupun kerjasama, antara lain di Tanjung Pandan (rajungan), Cirebon (rajungan dan demarsal), Rembang (ikan pelagis), Makassar (demarsal), Ternate dan Sorong (tuna), dan Merauke (demarsal).

3. Budidaya, meliputi:

a. Tambak udang. Hingga tahun 2018 ini, Perum Perindo mengelola tambak udang di Aceh Barat Daya, Karawang, Kendal, Pekalongan, Bengkayang, dan Barru.

b. Keramba Jaring Apung (KJA) membudidayakan ikan kerapu di 450 holes di Kabupaten Buleleng, Bali.

c. Pembenihan udang

Selain itu, Perum Perindo sedang dalam pengembangan usaha baru produksi pabrik pakan[1] yang ditargetkan beroperasi November 2018. Pabrik pakan terletak di Subang, Jawa Barat, dengan total kapasitas produksi 60.000 ton per tahun untuk pakan ikan dan udang.

Perum Perindo terus berusaha meningkatkan kapasitas produksinya di enam pelabuhan perikanan yang dikelola maupun di luar pelabuhan yang dikelola oleh Perum Perindo, di antaranya:

1. Menambah armada kapal. Tahun 2018 rencana menambah 20 kapal, 10 dari hasil investasi sendiri dan 10 dari hasil kerjasama.

2. Mulai mengoperasikan fasilitas cold storage dan UPI baru antara lain di Belawan, Brondong, Pemangkat, Rembang, Pati, serta UPI dan cold storage yang dibangun oleh KKP dan rencananya dikerjasamakan pengelolaannya dengan Perum Perindo.

3. Meningkatkan kualitas jasa docking dengan pemanfaatan docking baru di Belawan dan rencana perbaikan docking di Muara Baru.

  • Kerjasama


Perum Perindo menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, diantaranya:

1. Menjalin kerjasama dengan koperasi

2. Kerjasama dengan negara luar untuk meningkatkan ekspor

3. Meningkatkan investasi di berbagai sektor perikanan dan kelautan

(Tribunnewswiki.com/Putradi Pamungkas)



Informasi
Nama Perusahaan Perusahaan Umum Perikanan Indonesia
Industri Perikanan
Didirikan 20 Januari 1990
Kantor Pusat Jl. Muara Baru Ujung, RT 20/RW 17, Penjaringan, Jakarta Utara - 14440 Telp. (021) 6694822, Fax. (021) 6690523, Indonesia
Wilayah Operasi Indonesia
Produksi Hasil laut
Pemilik Kementerian BUMN
Situs Resmi www.perumperindo.co.id


Sumber :


1. www.perumperindo.co.id








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2019 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved