Sepak bola muncul pertama kali di kawasan Mesoamerika, dimainkan oleh suku Aztec, Maya sebagai bentuk perlawanan antara kebaikan melawan kejahatan dipimpin oleh raja Aztec.
Menurut peneliti, pendahulu dari permainan sepak bola dapat ditemukan di Amerika.
Sepak bola muncul pertama kali di kawasan Mesoamerika, dimainkan oleh suku Aztec, Maya sebagai bentuk perlawanan antara kebaikan melawan kejahatan dipimpin oleh raja Aztec.
TRIBUNNEWSWIKI.COM – Olahraga sepak bola menjadi sangat populer hingga saat ini, di seluruh dunia mengenalnya.
Sepak bola sangat mudah dimainkan, para penonton juga merasa terhubung dengan pemain tim yang berlaga di lapangan seperti para Piala Dunia 2018.
Dalam catatan Federation International Football Association (FIFA), permainan sepak bola diawali dari Tiongkok pertama kali menggiring bola ke dalam jaring pada abad ke-3 sebelum Masehi.
Pada abad ke-19 ketika Inggris membentuk tim, permainan tersebut kemudian bernama sepak bola.
Ilustrasi seorang raja ikut bermain dalam olahraga bola karet, ini merupakan simbol mengenai kebaikan melawan kejahatan (humanlife.asia)
Penelitian sejarah dan seni di Yale University, ditemukan data permainan sepak bola pertama kali ditemukan di Amerika.
Mesoamerika wilayah yang membentang dari Meksiko hingga Kosta Rika, merupakan peradaban yang berkembang baik sebelum Colombus menemukan jejak pertama kalinya.
Penduduk Mesoamerikan banyak berolahraga, dengan bola berat terbuat dari resin pohon.
Budaya Mesoamerika seperti di Teotihuacanis, Aztec, dan Maya sangat erat kaitannya dengan sepak bola sejak tiga ribu tahun yang lalu.
Sepak bola memiliki nama bervariasi mulai dari Ullamaliztli di Aztec, hingga Pok-ta-pot atau Pitz di Maya.
Peraturannya pun beragam, mulai dari merebut bola dengan menangkap, menabrak, hingga menggunakan raket dan alat pukul.
Peradaban kuno di Mesoamerika kemudian menyempurnakan proses pembuatan bola keret, seribu tahun sebelum zaman modern.
Bola karet hasil kebudayaan peradaban kuno tersebut, masih tersebar di semua budaya Mesoamerika dan tercatat dalam catatan arkeologi[1].
Selain ditemukan bola, olahraga ini juga meninggalkan wadah keramik dan sejumlah 1.300 lapangan batu yang tersebar di wilayah Mesoamerika.
Setiap lapangan mampu menampung ribuan penonton, dalam sekali pertandingan.
Catatan sejarah dari Diego Durgan seorang pendeta Dominika mencatatkan, bola telah dimainkan di budaya suku Aztec sejak tahun 1585.
Pemain Aztec memantulkan bola ke sesama anggota tim menggunakan pinggul dan bokong mereka (tidak boleh menggunakan kaki dan tangan).
Mereka mencoba melambungkan ke garis tengah, dan memuku dinding pertahanan belakang lawan hanya dengan satu pantulan.
Olahraga ini rentan sekali adanya pemain cidera, dan mengancam jiwa pemain ketika terhantam bola keras tersebut.
Seorang anggota tim berhasil memasukan bolanya ke dalam ring lawan, maka otomatis sebagai pemenang.
Pemenang dalam olahraga ini, dalam masyarakat Aztec dihormati layaknya telah berhasil mengalahkan banyak lawan dalam pertempuran.
Makna dan Filosofi Sepakbola oleh Suku Aztec, Maya, Vercruz#
Budaya masyarakat Mesoamerika memainkan olahraga sepak bola, diselenggarakan di tempat suci seperti upacara peringatan agama atau tempat bekas pertempuran.
Diketahui olahraga ini sebagai pengganti perang, oleh raja-raja Aztec demi mendapatkan kekuasaan dan menyebarkan kebijakan diplomatic.
Dalam budaya suku Maya dan Veracruz, nilai permainan olahraga ini lebih tinggi dan mereka yang kalah bertanding harus dikorbankan.
_______________
Referensi:
Mary Ellen Miller and Stephen D, Houston. 1987. " The classic Maya ballgame and its architectural setting". Yalle University.