Kehidupan Pribadi #
TRIBUNNEWSWIKI.COM – Ciputra merupakan pengusaha properti terkemuka yang sukses mendirikan Ciputra Group, Jaya Group, dan Metropolitan Group.
Ciputra lahir di Parigi, Sulawesi Tengah pada 24 Agustus 1931.
Ciputra pernah mendapatkan dua penghargaan rekor sekaligus sebagai wirausahawan peraih penghargaan terbanyak di berbagai bidang dan penyelenggaraan pelatihan kewirausahaan kepada dosen terbanyak.
Ia lahir dari pasangan Tjie Siem Poe dan Lie Eng Nio, semasa kecil hidup Ciputra tidak beruntung.
Saat berusia 12 tahun ia harus ditinggalkan ayah karena sang ayah ditangkap polisi militer Jepang atau Kempeitai atas tudahan sebagai mata-mata Belanda.
Sejak saat itu, kesedihan terus menyelimuti dirinya dan keluarga.
Ciputra kecil setiap hari hanya bisa menangis dan berdoa siang dan malam supaya ayahnya bisa dibebaskan oleh pemerintah Jepang.
Namun tentunya usaha itu sia-sia karena ayahnya tidak pernah kembali.
Ia kemudian ditangkap tanpa diperiksa dan diadili.(1)
Ciputra menikah dengan Dian Sumeler.
Dari pernikahannya tersebut, Ciputra mempunyai empat orang anak bernama Rina Ciputra Sastrawinata, Junita Ciputra, Cakra Ciputra, Candra Ciputra.(2)
Pendidikan #
Sosok pengusaha sukses ini ternyata pernah terlambat mengenyam bangku pendidikan.
Ia terlambat karena negara Indonesia masih dalam suasana peperangan dengan tentara Belanda maupun Jepang.
Ciputra masuk kelas 3 SD di Deda Bumbulan walau usianya sudah 12 tahun.
Itu berarti ia terlambat bersekolah hampir 4 tahun.(3)
Ciputra bersekolah di Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) Frater Don Bosco di Manado.
Kepahitan masa kecil telah menimbulkan tekad dan keputusan penting yaitu memiliki cita-cita bersekolah di Pulau Jawa demi hari depan yang lebih baik, bebas dari kemiskinan dan kemelaratan.
Setelah lulus SMA, Ciputra meninggalkan desanya dan mencoba peruntungan di Jawa, tepatnya di Jawa Barat.
Ciputra melanjutkan pendidikannya di Institut Teknologi Bandung (ITB).
Bersama Budi Brasali dan Ismail Sofyan, pada semester empat Ciputra mencoba mendirikan konsultan arsitektur bangunan yang berkantor di sebuah garasi.
Ia kemudian lulus kuliah pada 1960.(4)
Karier #
Ciputra mengawali kariernya di Jaya Group, perusahaan daerah milik Pemda DKI.
Di sana Ciputra bekerja hingga menjabat sebagai jajaran direksi.
Bersama dengan perusahaan tersebut, Ciputra memiliki banyak kesempatan berkreasi di bidang properti.
Salah satu garapannya yaitu pembangunan taman wisata Ancol Jakarta.
Lalu bersama rekan-rekan barunya yang bernama Sudwikatmono, Sudono Salim, Ibrahim Risjad, dan juga Budi Brasali, ia pun mendirikan Metropolitan Group.
Tak hanya itu bersama kawan-kawannya ia juga membangun perusahaan mewah yang bernama Pondok Indah dan kemudian Kota Mandiri Bumi Serpong Damai.
Pada saat itu, Ciputra masih memegang jabatan direksi di perusahaan Jaya Group, dan juga Metropolitan Group yang didirikan bersama rekan-rekannya.
Namun pada Metropolitan Group, jabatan Ciputra menjabat sebagai presiden komisaris.
Dan seiring waktu, akhirnya Ciputra pun berhasil membangun grup untuk perusahaan keluarganya sendiri yaitu Ciputra Group.(5)
Perjalanan Ciputra menjadi salah satu "crazy rich" Indonesia penuh lika-liku.
Singkat cerita, momentum penting dalam hidupnya hadir pada 1966 lalu.
Ciputra memutuskan pensiun selepas Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) 23 Juli 1966.
Dia juga pernah mengalami kebangkrutan.(6)
Setahun setelah dia pensiun, kendala datang menghampiri Pembangunan Jaya dan perusahaan-perusahaan lain milik Ciputra yang bernaung di bawah grup Metropolitan Development ataupun grup Citra.
Sebelum gelap itu datang, hampir semua kinerja perusahaannya masih memiliki catatan positif.
Walaupun sebagian perusahaan mempunyai utang dolar dalam jumlah besar kepada bank asing, namun proyek-proyeknya masih disambut hangat masyarakat.
Perhitungan dan keyakinan Ciputra sempat meleset Tatkala kekuatan rupiah saat itu cepat lesu terhadap dolar Amerika Serikat.
Dari satu dolar hanya berkisar Rp 2.000, kemudian naik menjadi Rp 2.500.
Maka celakalah perusahaan Indonesia yang memiliki utang dolar.
Manajemen Grup Ciputra sempat panik karena perusahaan milik keluarga ini mempunyai utang hampir $100 juta.
Pada saat bersamaan dia juga harus memecat ribuan karyawan.
Kala itu, Ciputra bersama anak-anak dan para menantunya, juga manajemen Ciputra harus menghadapi tekanan bank, kontraktor, mandor, dan pemasok yang meminta supaya utang segera dilunasi.
Sementara pendapatan menyusut.
Saat krisis 1998, Direktur Pembangunan Jaya bernama Edmund Sutisna memaparkan bahwa Ciputra berbagi tugas dengan manajemen Pembangunan Jaya dan Metropolitan.
Untuk menutup utang, Ciputra terpaksa melepas beberapa saham perusahaan.(7)
Sebelumnya, pada 1990, Ciputra Group diakuisisi seluruh sahamnya dan namanya diubah menjadi Ciputra Development (CD).
Di sana, Ciputra menjadi Direktur Utama dan keenam jajaran direksi diisi oleh anak dan menantu Ciputra.(8)
Di sektor properti atau real estate, Ciputra telah membangun jaringan dari Indonesia bagian barat hingga Indonesia bagian timur.
Selama tiga dekade terakhir, Ciputra Group telah berhasil mengembangkan proyek perumahan di 18 kota di Indonesia.
Tak hanya itu, jaringan properti Ciputra juga menjalar hingga ke luar negeri.
Ciputra Group telah menjadi perusahaan global.
Melalui kemitraan, Ciputra Group telah berkembang dengan pesat di Vietnam (Ciputra Hanoi International City), Kamboja (Grand Phnom Penh International City), India dan China (Grand Shenyang International City).(9)
Dengan berbagai bisnis yang ia lakoni, Ciputra pun disebut sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia versi Forbes.
Majalah itu mencatat total kekayaannya Ciputra mencapai US$1,1 miliar pada 2019.
Tak hanya terkenal sebagai pengusaha, pria yang banyak menghabiskan waktu kecilnya di kampung halaman ini juga dikenal sebagai filantropis.
Ia juga mengembangkan sektor pendidikan dengan mendirikan Universitas Ciputra pada 2006.
Ciputra juga seringkali mengajarkan bagaimana cara menjadi pengusaha di beberapa kesempatan kepada masyarakat umum demi mengembangkan kewirausahaan di dalam negeri.
Apa yang dilakukan olehnya diapresiasi Museum Rekor Indonesia.
Kemudian, ayah dari empat anak ini juga diberikan penghargaan oleh Ernst & Young sebagai Entrepreneur of The Year 2007.(10)
Tutup Usia #
Ciputra meninggal dunia di Rumah Sakit Gleneagles, Singapura pada Rabu (27/11) pukul 01.05 waktu Singapura.
Ciputra berpulang dalam usia 88 tahun.
Tidak diketahui persis penyakit yang diderita Ciputra.
Namun diketahui belakangan Ciputra rutin untuk cuci darah.(11)
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Saradita)
| Nama | Dr. (H.C.) Ir. Ciputra |
|---|
| Nama lain | Tjie Tjin Hoan |
|---|
| Lahir | Parigi, Sulawesi Tengah, 24 Agustus 1931 |
|---|
| Pasangan | Dian Sumeler |
|---|
| Anak | Rina Ciputra Sastrawinata |
|---|
| Junita Ciputra |
| Cakra Ciputra |
| Candra Ciputra |
| Almamater | Institut Teknologi Bandung |
|---|
| Riwayat Karier | Pengusaha |
|---|
| Berita terkini | Tutup usia di Rumah Sakit Gleneagles, Singapura pada Rabu (27/11) pukul 01.05 waktu Singapura. |
|---|
Sumber :
1. swa.co.id
2. www.tribunnews.com
3. www.biografiku.com
4. money.kompas.com
5. www.byrest.com
6. www.bisnisrumahanpemula.com
7. www.cnbcindonesia.com
8. www.viva.co.id
9. www.liputan6.com
10. www.cnnindonesia.com
11. www.jawapos.com