TRIBUNNEWSWIKI.COM - Seorang bayi di Kabupaten Bogor bernasib malang membuat publik heboh.
Bayi perempuan yang masih berusia 40 hari berinisial AP harus menderita kesakitan akibat digigit tikus saat sedang tertidur.
Dilansir oleh TribunnewsBogor, akibat peristiwa tersebut, bayi malang itu mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit.
Kejadian ini bertempat di Kampung Darussalam, Desa Pasir Jambu, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor pada Rabu (20/11/2019) malam sekira pukul 20.00 WIB.
Baca: Kisah Ibu Donasi ASInya padahal Bayi Meninggal 3 Jam Setelah Lahir: Saya Ingin Selamatkan Bayi Lain
Baca: Remaja Melahirkan di Klub Malam, Sang Bayi Dapatkan Tiket Masuk Klub Gratis Seumur Hidup
Ibu sang bayi, Lisdawati (40) mengatakan bahwa malam itu, bayi yang diketahui berinisial APR itu sedang terlelap di atas kasur.
"Habis hujan kejadiannya itu, malam. Saat itu saya tinggal ke kamar mandi," ujar Lisdawati kepada TribunnewsBogor.com, Minggu (24/11/2019) di rumahnya.
Menurutnya, tikus yang menggigit AP itu berukuran cukup besar.
Lisdawati pun terperanjat saat melihat AP sedang digigit tikus di atas kasur.
Saat itu, Bayi Lisdawati sudah dalam kondisi menangis.
Kemudian wajah Bayi Lisdawati juga sudah berlumuran darah.
Lisdawati mengatakan bahwa tangisan Bayinya terdengar berbeda saat malam itu.
"Saya denger nangis, nangisnya beda banget, saya cek ternyata ada tikus lagi ngegigitin keningnya gitu, darah banyak," ungkapnya.
Lisdawati kemudian membawa AP ke bidan terdekat yang kemudian dirujuk ke RSUD Cibinong untuk mendapat perawatan medis.
"Saya kaget langsung lari minta tolong ke tetangga. Lagi tidur dia, baru ditinggalin sebentar, kaget saya, gak biasanya (tikus) naik ke tempat tidur," kata Lisdawati.
Baca: Sering Sakit Perut, Wanita 60 Tahun ini Ternyata Hamil Selama 15 Tahun, Bayinya Lahir Mengenaskan
Baca: Pria Ini Tak Percaya Bisa Hamil, Setelah USG Ternyata Ada Bayi Lelaki di Perutnya, Kini Sudah Lahir
Suntik tetanus
Bayi Lisdwati langsung suntik tetanus setelah digigit tikus di rumahnya.
"Kata dokter ya luka luar aja biasa, langsung disuntik tetanus," ucap Lisdawati.
Bayi Lisdawati mengalami luka gigitan tikus di bagian pipi, dahi dan hidung.
Lisdawati mengatakan bahwa luka paling parah yang dialami buah hatinya itu adalah luka di bagian hidung.
"Hidungnya belah dijahit, kalau gak kan susah sembuh," kata Lisdawati.
Sang ibu alami Trauma
Lisdawati mengungkapkan, dirinya Trauma atas kejadian yang dialami buah hatinya.
Ia mengaku tak berani lagi meninggalkan Bayinya sendirian, apalagi di atas tempat tidur.
"Tikusnya segede anak kucing, item, tikus got. Ditinggal sebentar biasanya begitu gak kenapa-kenapa, jadi Trauma saya. Sekarang udah gak berani ditinggalin di tempat tidur lagi," ungkapnya.
Setelah mengalami luka gigitan tikus, Bayi malang tersebut kini sudah lebih baik.
Lisdawati mengaku bahwa saat minum ASI pun, Bayinya itu sudah normal pasca menjalani perawatan di rumah sakit karena luka gigitan tikus di bagian wajah yang dideritanya itu.
"Udah mendingan. Sekarang udah gak kenapa-kenapa. Kan dikasih obat. (Luka) Yang lainnya udah kering, tinggal hidungnya ini belah ya, dijahit," kata Lisdawati.
Setelah menjalani perawatan intensif, kini bayi AP sudah diperbolehkan pulang dan kondisinya juga sudah membaik.
Tikus merupakan binatang penyebar penyakit, beberapa penyakit dan wabah yang dapat terjangkit akibat tikus, sebagai berikut.
1. Wabah Pes
AP adalah salah satu bayi yang cukup beruntung dalam insiden ini.
Pasalnya, tikus ternyata penyebar wabah penyakit paling mengerikan.
Kompas.com pernah menulis artikel terkait penyakit dan wabah berbahaya dari tikus.
Mengutip dari Kompas.com, tikus merupakan penyebar wabah pes.
Wabah pes dikenal dengan nama “Maut Hitam”, selama abad keempat belas wabah pes telah menyebabkan sekitar 50 juta kasus kematian.
Pes disebabkan oleh gigitan kutu yang terinfeksi dari hewan kecil seperti tikus.
Orang yang terinfeksi wabah ini sering mengeluh seperti terkena gejala flu pada tahap awal penyakit ini.
Biasanya, tiba-tiba mengalami demam diikuti menggigil, sakit kepala dan badan, dan kelemahan, muntah dan mual.
Membiarkan wabah tersebut tidak terobati bisa berakibat fatal, diagnosis dan pengobatan dini sangat penting.
Antibiotik dan terapi yang mendukung bisa membantu mengobati penderita.
Selain wabah pes, ini penyakit mematikan lainnya yang disebabkan oleh gigitan tikus yang dilansir dari Tribunnews.com pada Minggu (24/11/2019).
2. Rat Bite Fever (RBF)
Penyakit Rat Bite Fever (RBF) adalah penyakit yang disebabkan karena gigitan tikus.
Gigitan tersebut dapat mengakibatkan infeksi oleh bakteri Spirillum minus atau Streptobacillus moniliformis.
Penyakit ini cukup banyak terjadi di wilayah Asia dan Amerika utara.
Jika tidak diobati, RBF bisa menjadi penyakit yang serius atau bahkan fatal.
3. Hantavirus
Penyakit Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) pertama kali ditemukan pada tahun 1993.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), enyakit ini disebarkan oleh beberapa jenis tikus, antara lain tikus rusa, tikus berkaki putih, tikus padi, dan tikus kapas.
Penyakit ini menular jika kita Anda menghirup partikel dari urin, kotoran, atau air liur tikus yang ada di udara.
Atau bisa juga kita terinfeksi karena menyentuh atau memakan sesuatu yang pernah bersentuhan dengan tikus.
Gejala awal penyakit ini mirip dengan gejala flu. Ini bisa termasuk demam, sakit kepala, muntah, diare atau sakit perut.
Sekitar 4 hingga 10 hari kemudian, orang yang terkena mungkin juga mengalami batuk, sesak napas, dan penumpukan cairan di paru-paru.
4. Lymphocytic Chorio-Meningitis (LCM)
Penyakit Lymphocytic chorio-meningitis (LCM) adalah penyakit dari tikus yang disebabkan oleh virus choriomeningitis limfositik (LCMV), turunan virus Arenaviridae.
Diketahui LCM bisa dibawa oleh tikus yang biasanya ada di rumah-rumah.
Selain itu, virus ini juga bisa disebarkan oleh hewan pengerat lainnya seperti hamster.
Jika tergigit atau terkena air liur dan air kencing hewan tersebut, maka ia berisiko tinggi mengalami penyakit mematikan ini.
Gejala baru timbul setelah 8-13 hari setelah teserang virus.
Penderita akan merasakan gejala seperti demam, kurang nafsu makan, nyeri otot, sakit kepala, mual, dan muntah.
Gejala lain yang muncul bisa termasuk sakit tenggorokan, batuk, nyeri sendi, nyeri dada, nyeri testis, dan nyeri parotid (kelenjar ludah).
(TribunnewsWiki.com/Niken,TribunnewsBogor,Nakita.id)