Darius Sinathrya menuntut adanya perminataan maaf secara resmi terkait pernyataan insiden pengeroyokan supporter Indonesia oleh supporter timnas Malaysia.
Darius Sinathrya menuntut adanya perminataan maaf secara resmi terkait pernyataan insiden pengeroyokan supporter Indonesia oleh supporter timnas Malaysia.
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Daniel Sineon Darius Sinathrya Kartoprawiro atau populer dengan nama Darius Sinathrya merupakan presenter, model sekaligus aktor yang mengawali kariernya di tahun 2006.
Darius Sinathrya lahir di Kloten, Swiss, 21 Mei 1985 dari pasangan Pudjono S. Kartoprawiro dan Monica Elizabeth.
pada tahnggal 30 Desember 2006, Darius menikah dengan aktris juga model dan presenter Donna Agnesia.
Pernikahan mereka berlangsung di Gereja Katolik Santa Catharina di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII). (1)
Putra pertamanya bernama Lionel Nathan Sinathrya Kartoprawiro yang lahir pada 28 Juni 2007.
Sedangkan, putra keduanya yang lahir pada 5 Mei 2009, bernama Diego Andres Sinathrya dan putri bungsunya bernama Quinesha Sabrina Sinathrya lahir tanggal 1 Mei 2011.
Darius Sinathrya memulai kariernya sebagai model ketika ia masih duduk di bangku kuliah di Yogyakarta.
Kala itu, Darius menjadi model dan wajahnya cukup laris terpampang di sejumlah majalah.
Pada tahun 2005, Darius mulai masuk ke dunia televisi dengan mengikuti audisi menjadi pembawa acara Liga Italia di SCTV.
Pada saat itu, Darius tidak lolos seleksi, kemudian ia justru ditawari menjadi presenter Piala Dunia 2006.
Hal tersebut membuat Darius cukup kaget, karena sepak bola merupakan hal baru baginya.
Ia pun menjalani proses persiapan dan belajar banyak hal mengenai sepakbola mulai dari teknik bermain, ulasan, kualifikasi pemain, dan masih banyak lagi.
Proses tersebut membuat pengetahuan dan kemampuan Darius sebagai presenter acara olahraga menjadi lebih baik.
Ia pun mendapat tawaran bergabung dalam tim inti “SCTV Sport” untuk menyiarkan Piala Dunia 2006 yang membuatnya kenal dengan Donna Agnesia.
Masih di tahun yang sama, Darius mulai bermain sinetron meski namanya lebih dikenal sebagai presenter.
Kemudian di tahun berikutnya, Darius mulai menguji kemampuan aktingnya dengan bermain dalam film layar lebar berjudul “D'Bijis”.
Darius mendapatkan peran utama sebagai Bonie, seorang vokalis band bernama “The Bandits”.
Film yang beredar pada Februari 2007 itu bercerita tentang pembentukan kembali sebuah band yang pernah berjaya pada tahun 80-an.
Dalam film tersebut ia diarahkan oleh sutradara Rako Prijanto dan beradu akting dengan Tora Sudiro, Indra Birowo, Gary Iskak, dan Rianti Cartwright.
Untuk film keduanya, Darius justru hanya mendapat peran kecil, tetapi film tersebut sangat laris yaitu “Naga Bonar Jadi 2” pada Maret tahun yang sama.
Ayah tiga anak itu berperan sebagai Pomo.
Meskipun hanya mendapat peran kecil dalam film tersebut, Darius sangat bangga, karena film berkualitas tersebut sangat laris dan mendapat banyak penghargaan.
Kemampuan akting Darius semakin terlihat dalam film “Merah Putih” yang dirilis pada 2009.
Ia mendapatkan peran sebagai Marius, seorang kadet yang mengikuti pelatihan militer di sebuah kota di Jawa Tengah.
Film yang diproduseri Hashim Djojohadikusumo, adik dari Prabowo Subianto itu, bercerita tentang lima kadet yang bertahan dari serangan Belanda dan berhasil lolos lalu bergabung dalam pasukan gerilya di pedalaman Jawa.
Dalam film tersebut Darius beradu akting dengan Lukman Sardi, Donny Alamsyah, Teuku Rifnu, dan Zumi Zola.
Kemudian pada tahun 2010, ia ditunjuk menjadi pemandu acara kuis 'Super Family' ANTV yang dulu dikenal dengan nama Family 100. (2)
Night Bus merupakan sebuah film bergenre drama-thriller yang bercerita tentang perjalanan mencekam para penumpang bus menuju Sampar.
Film ini merupakan debut pertama Darius Sinathrya sebagai seorang produser.
Terdapat 15 aktor dan aktris yang bermain di film ini yang semuanya merupakan pemeran utama.
Proses penggarapan film memakan waktu yang cukup lama.
Film yang disutradarai Emil Hariadi ini memulai syuting pertamanya di tahun 2015.
Kesulitan memilih pemain dan tempat pengambilan gambar yang berpindah-pindah membuat proses film ini menghabiskan banyak waktu. (3)
Film ini tidak diserahkan ke sebuah rumah produksi besar, namun membuat rumah produksi sendiri dengan nama Night Bus Pictures.
Night Bus (2017) (imdb)
Dana yang digunakan untuk pembuatan film ini dikumpulkan lewat sebuah penggalangan dana masyarakat (crowdfunding) yang dilakukan pada pertengahan 2015.
Dalam penayangannya pada 5 April 2017, film ini tak mampu bersaing dengan film lain yang berujung pada satu minggu penayangan dan hanya ditonton sebanyak 20 ribu orang saja. (4)
Namun, hal itu tak menjadi penghalang film Night Bus untuk memenangkan penghargaan di Festival Film Indonesia 2017.
Ada enam piala penghargaan FFI yang jatuh ke tangan Teuku Rifnu Wikana dan kawan-kawan, termasuk penghargaan tertinggi FFI, kategori film Terbaik 2017. (5)