Kesal karena Cinta Bertepuk Sebelah Tangan, Siswa SMA Nekat Tikam Sang Guru, Ini Kronologinya

Diduga karena cinta bertepuk sebelah tangan, seorang siswa SMA tikam gurunya. Berikut kronologi lengkapnya.


zoom-inlihat foto
begal221.jpg
MIRROR
Ilustrasi penikaman - diduga karena cinta bertepuk sebelah tangan, seorang siswa SMA tikam gurunya. Sang guru tidak merespon karena telah bersuami.


TRIBUNNEWSWIKI.COM  - Peristiwa penusukan siswa SMA terhadap gurunya terjadi di Srandakan, Bantul, pada Rabu (20/11/2019) sekitar pukul 21.00 WIB.

Penusukan tersebut membuat heboh warga karena jarang terjadi tindak kriminal serupa di sekitar lokasi kejadian.

Pelaku adalah seorang pelajar SMA berinisial CB (16) asal Lendah, Kulon Progo, Yogyakarta.

Sedangkan korban adalah guru di sekolah tempat CB menimba ilmu, berinisial WP (34).

Dilansir oleh Tribunjogja.com, peristiwa tersebut telah dikonfirmasi oleh Kapolsek Srandakan, Kompol B Muryanto.

Baca: Penting! Ketahui Pertolongan Pertama yang Tepat untuk Membantu Korban Penikaman Benda Tajam

Baca: VIDEO VERSI TERBARU Penikaman Wiranto Beredar: Terlihat Jelas Wiranto 2 Kali Kena Tikaman Langsung

Penusukan yang dilakukan oleh pelaku memiliki motif urusan asmara.

Diketahui jika CB yang merupakan anak didik WP menaruh rasa cinta pada sang guru.

"Pelaku bilang kalau dia sayang, cinta, sama Bu Guru. Tapi, cintanya ini kan tidak pernah direspon ya, karena korban sudah punya suami," ujar Muryanto saat ditemui Tribun Jogja seusai olah tempat kejadian perkara (TKP).

Akibat kejadian tersebut, dikatakan oleh Muryanto, kondisi korban dikatakan kritis karena luka serius akibat tusukan benda tajam.

Korban WP kemudian langsung dilarikan ke RSUP Sardjito oleh keluarga.

"Namun, karena luka yang diderita ternyata sangat serius ya, korban kemudian langsung dirujuk ke RSUP Sardjito, Sleman," imbuh Muryanto.

Kronologi penikaman siswa SMA pada sang guru

Kapolsek Srandakan, Kompol B Muryanto, menunjukkan TKP kasus penusukan yang masih terdapat berkas darah, di Poncosari, Srandakan, Bantul, Kamis (21/11/2019)
Kapolsek Srandakan, Kompol B Muryanto, menunjukkan TKP kasus penusukan yang masih terdapat berkas darah, di Poncosari, Srandakan, Bantul, Kamis (21/11/2019) (Tribun Jogja/Azka Ramadhan)

Dijelaskan oleh Muryanto peristiwa penikaman terjadi pada sekitar pukul 21.00 WIB.

Pada saat itu WP sedang beristirahat di dalam kamarnya.

Dikutip dari Tribunnewsa, ketika peristiwa tersebut terjadi, suami WP sedang tidak berada di rumah.

Sang suami sedang mengikuti acara kerukunan di sekitar tempat tinggal pasangan tersebut.

WP diketahui berada di rumah bersama sang mertua yang sedang menyaksikan tayangan televisi di ruang tengah.

Kondisi rumah WP hanya memiliki satu pintu permanen di bagian depan rumah sedangkan sisanya hanya ditutup kain.

Karena tidak memungkinkan masuk melewati pintu depan, pelaku menerobos masuk rumah WP melalui pintu belakang.

Setelah masuk, pelaku langsung menelusuri rumah tersebut dan segera menemukan kamar WP.







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved