Tari Laweut khas Masyarakat Pidie Aceh

Tari Laweut merupakan karya khas masyarakat Pidie Aceh sebagai simbol pendidikan agama dan budaya masyarakat


zoom-inlihat foto
tari-laweut.jpg
kebudayaan.kemdikbud.go.id/Miftah Nasution
Perempuan Pidie Aceh mempertontonkan keahlian mereka dalam seni tari tradisional Tari Laweut, pada pertunjukan pembuka Penobatan Warisan Budaya Tak Benda di Aceh, Desember 2018 lalu

Tari Laweut merupakan karya khas masyarakat Pidie Aceh sebagai simbol pendidikan agama dan budaya masyarakat




  • Informasi Awal #


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Tari Laweut merupakan salah satu bentuk seni tari tradisional, dari Provinsi Aceh.

Tari Laweut berasal dari kebudayaan masyarakat Pidie Aceh.

Tari Laweut oleh masyarakat Pidie juga disebut Tari Seudati Inong, didasarkan pada jumlah penari, gerakan, pola tarian, proses, dan teknik tarian memiliki kesamaan dengan Tari Seudati.

Kedua tarian dimainkan oleh 8 orang penari wanita, dan 1 orang syahi (penyanyi) yang juga sebagai pemimpin gerakan tari[1].

Penari menampilkan Tari Seudati pada malam penutupan Rakernas Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) di Lapangan Blangpadang, Banda Aceh, Rabu (11/5/2016) malam. Rakernas Banda Aceh memutuskan Kabupaten Halmahera Barat, Siak, Pasarawan, dan Kota Sabang sebagai anggota baru. Serta menetapkan Kota Gianyar, Bali sebagai tuan rumah rakernas JKPI 2017
Penari menampilkan Tari Seudati pada malam penutupan Rakernas Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) di Lapangan Blangpadang, Banda Aceh, Rabu (11/5/2016) malam. Rakernas Banda Aceh memutuskan Kabupaten Halmahera Barat, Siak, Pasarawan, dan Kota Sabang sebagai anggota baru. Serta menetapkan Kota Gianyar, Bali sebagai tuan rumah rakernas JKPI 2017 (SERAMBI/M ANSHAR)

  • Sejarah Tari Laweut #


Tari Laweut berasal dari kata Seulaweut (Shalawat), yang artinya tarian dengan iringan musik memuji Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wasalam.

Kemuculan Tari Laweut awalnya berasal dari pesantren-pesantren di kawasan Pidie, dengan dimainkan kaum perempuan sebagai hiburan di malam hari.

Tarian ini dahulu juga dimainkan istri-istri para pejuang kemerdekaan, guna mengisi waktu luang pada masa perang melawan penjajah.

Tarian Laweut tercatat sejak zaman pemerintahan Hindia Belanda, namun tidak diketahui pasti siapa pencipta awal.

Tarian ini merupakan salah satu wujud kesenian pertunjukan, yang rutin dipertontonkan di hadapan petinggi kerajaan.

Tari Laweut dibawakan oleh kaum perempuan, namun Tari Seudati merupakan tarian yang dibawakan kaum pria.

Tari Laweut selain dipertontonkan diharapan petinggi kerajaan, juga dilombakan.

Penilaian difokuskan pada kekompakan gerak penari, ragam gerak, penampilan, dan syair yang mengiringi tarian[2].

Perempuan Pidie Aceh mempertontonkan keahlian mereka dalam seni tari tradisional Tari Laweut, pada pertunjukan pembuka Penobatan Warisan Budaya Tak Benda di Aceh, Desember 2018 lalu
Perempuan Pidie Aceh mempertontonkan keahlian mereka dalam seni tari tradisional Tari Laweut, pada pertunjukan pembuka Penobatan Warisan Budaya Tak Benda di Aceh, Desember 2018 lalu (kebudayaan.kemdikbud.go.id/Miftah Nasution)

  • Syair Pengiring Tari Laweut #


Syair pengiring Tari Laweut mengandung, unsur puji-pujian terhadap Tuhan dan salawat kepada Rasul.

Selain itu juga berisi pesan-pesan tentang kehidupan manusia, pendidikan, sosial budaya, dan lain sebagainya.

Tari Laweut dalam pertunjukannya diiringi oleh syair-syair yang dilantunkan oleh aneuk laweut (Pengiring syair), tanpa menggunakan iringan alat musik.

Setiap satu syair yang dilantunkan aneuk laweut, mewakili satu jenis gerakan tari dan disertai perubahan ragam gerak tarian.

Tari Laweut memiliki pola sama dengan Tari Suedati, yakni berbanjar (bersaaf), pola segi empat (pha-rangkang), dan melingkar (glong)[3].

  • Tahap Tari Laweut #


Tahapan tari laweut sebagai berikut:

1.       Saleum

Yakni syair berisi salam dan sapaan yang dimulai oleh Syeh dan dilantunkan bersama dan disambung oleh syeh dan aneuk laweut.

2.       Saman

Yakni syair yang dimulai oleh syeh dan diikuti para penari, kemudian disambung oleh aneuk laweut dengan pantun.

3.       Likok

Yakni syair bebas yang berisikan kisah ataupun peristawa yang pernah terjadi di masa lalu.

4.       Kisah

Yakni syair yang berisikan tentang hikmah-hikmah yang dapat dipelajari dari kisah ataupun peristiwa yang disyairkan oleh Likok.

5.       Lanie (Ekstra)

Yakni syair bebas yang memiliki sifat menghibur, dan biasanya digunakan dalam pertandingan[4].

  • Vdeo Tari Laweut #


Berikut video Tari Laweut masyarakat Pidie Aceh:

(TribunnewsWiki.com/Ibnu Rustamaji)



Informasi Detail
Nama Tarian Tari Laweut (Perempuan)
Nama Lain Tari Seudati (Laki-laki)
Pemain 8 Orang perempuan
Asal Pidie Aceh


ARTIKEL REKOMENDASI



KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved