Orkes Keroncong Sinten Remen

Orkes Sinten Remen karya Djaduk Ferianto melahirkan seniman berdarah Indonesia dan Belanda bernama Wieteke van Dort penyanyi Geef Mij Maar Nasi Goreng


zoom-inlihat foto
orkes-sinten-remen.jpg
instagram/@djaduk
Orkes Sinten Remen

Orkes Sinten Remen karya Djaduk Ferianto melahirkan seniman berdarah Indonesia dan Belanda bernama Wieteke van Dort penyanyi Geef Mij Maar Nasi Goreng




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Orkes Sinten Remen dipimpin oleh Djaduk Ferianto, putra bungsu seniman tari Bagong Kussudihardja.

Di Orkes Sinten Remen, musik keroncong digubah oleh Djaduk menjadi musik yang lebih progresif.

Djaduk menjelaskan, tidak ada perbedaan yang signifikan antara keroncong konvensional dengan keroncong orkes Sinten Remen.

Keduanya sama-sama musik keroncong hanya cara pandang saja yang membedakan.

Orkes Sinten Remen menggambarkan fenomena kehidupan yang lebih dipandang secara kritis, tidak sekedar harmonisasi sebagaimana musik keroncong konvensional.

Konsep Orkes Sinten Remen lebih memadukan kebebasan dan akomodatif terhadap segala lini kehidupan.

Secara harfiah, kata Sinten Remen memiliki arti "Siapa Suka" sehingga bisa menyerap segala macam genre musik.

Genre musik yang melebur dalam Orkes Sinten Remen terdiri dari jazz, pop, blues, rock, keroncong, dan lain sebagainya[1].

  • Sejarah


Orkes Keroncong Sinten Remen pertama kali dibentuk di Jalan Bibis Raya, Gang Nusa Indah 146 Kembaran RT 04 RW 21 Tamantirto, Kasihan, Bantul.

Orkes tersebut tercipta dari kegelisahan penggemar orkes keroncong yang sejak dahulu hingga sekarang, yaitu perkembangan musik orkes keroncong dapat dikatakan ‘Jalan di tempat’.

Tahun 1997 muncullah komunitas keroncong dengan nama Orkes Sinten Remen.

Awal kemunculannya, orkes ini tidak menggunakan kata keroncong pada namanya.

Orkes Sinten Remen awalnya dibentuk untuk menindaklanjuti perkembangan musik secara multidimensi dan tidak membatasi aliran genre musik lain yang masuk dalam orkes.

Penambahan kata keoncong dalam Orkes Sinten Remen dinilai akan membatasi ruang kebebasan dalam bermusik.

Pada awal kehadirannya, Orkes Sinten Remen dapat dikatakan sebagai grup musik gila karena mencoba mengolah kembali musik keroncong yang semula sudah menjadi kegemaran, menjadi aliran musik yang lebih berani keluar dari jalurnya.

Keberanian aransemen lagu Orkes Sinten Remen terlihat pada irama, beat, dan juga syair-syair yang diubah sesuai dengan keadaan dan kondisi saat ini.

Konsep bermusik didasarkan pada musik keroncong, namun cara bermain musiknya berbeda dari aturan yang berlaku.

Musik keroncong terdiri dari keroncong stambul, keroncong langgam, keroncong moresko, dan keroncong tugu.

Namun dalam Orkes Sinten Remen hanya menggunakan unsur-unsurnya seperti instrument cello, cuk, gitar, beat, melodi, dan temponya.

Orkes Sinten Remen ini memadukan antara genre musik country, reggae, dan Jazz yang ditambah dengan alunan kendang dan drum.

Identitas music keroncong tetap dihadirkan dalam setiap pertunjukannya[2].

  • Album terlaris


Orkes Sinten Remen pimpinan Djaduk berhasil menggelar konser bertajuk Konser Orkes Sinten Remen di Jakarta.

Konser orkesta Sinten Remen ini menampilkan penyanyi kondang seperti Trie Utami, Butet Kartaredjasa, dan komedian muda Yogyakarta Alit-alit Jabang Bayi.

Orkes Sinten Remen juga menampilkan lagu bersejarah tinggi berjudul Geef Mij Maar Nasi Goreng atau Beri Saya Sepiring Nasi Goreng.

Geef Mij Maar Nasi Goreng merupakan lagu gubahan perempuan Belanda, Lousia Johanna Theodora ‘Wieteke’ van Dort atau Tante Lien.

Tante Lien adalah perempuan kelahiran 16 Mei 1943 di Surabaya Jawa Timur, dan tinggal di Indonesia hingga remaja.

Iklim dan kondisi Belanda yang berbeda dengan Indonesia membuat Tante Lien terinspirasi menulis lagu Geef Mij Maar Nasi Goreng, sebagai kenangan semasa tinggal di Indonesia.

Lagu Tante Lien ini selain mengenai nasi goreng, juga memuat kata-kata makanan tradisional Indonesia seperti onde-onde, tahu petis, dan kue lapis[3].

(TribunnewsWiki.com/Ibnu Rustamaji)



Nama Group Orkes Sinten Remen
Pendiri Djaduk Ferianto
Alamat Jalan Bibis Raya, Gang Nusa Indah 146 Kembaran RT 04 RW 21 Tamantirto, Kasihan Bantul.
   


Sumber :


1. travel.kompas.com
2. www.indonesiakaya.com
3. wartakota.tribunnews.com


Editor: Adya Rosyada Yonas






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved