Informasi awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM – Kota Medan adalah Ibu Kota Provinsi Sumatra Utara.
Kota Medan merupakan kota terbesar ketiga di Indonesia setelah Jakarta dan Surabaya serta menjadi kota terbesar di luar Pulau Jawa.
Selain itu, Kota Medan memiliki bandara terbesar kedua di Indonesia, yakni Bandar Udara Internasional Kuala Namu.
Kota Medan menjadi kota pertama di Indonesia yang mengintegrasikan bandara dengan kereta api.[1]
Baca: Kota Surabaya
Baca: Kota Ambon
Geografi #
Kota Medan berada antara 3”30’ – 3”43’ LU dan 98”35’ – 98”44’ BT dan memiliki luas wilayah 265,10 km2.
Batas wilayah Kota Medan sebagai berikut:
Batas Utara : Kabupaten Deli Serdang dan Selat Malaka
Batas Selatan : Kabupaten Deli Serdang
Batas Timur : Kabupaten Deli Serdang
Batas Barat : Kabupaten Deli Serdang
Topografi Kota Medan cenderung miring ke utara dan berada pada ketinggian 2,5 – 37,5 meter di atas permukaan laut.
Kota Medan beriklim tropis, memilik suhu harian minimum antara 23-24 derajat celsius dan suhu maksimum antara 30-33 derajat celsius.
Rata-rata kelembapan udara di Kota Medan adalah 84-85%, sedangkan kecepatan angin rata-ratanya adalah 0,48 meter per detik.
Curah hujan rata-rata per bulannya berkisar 226,0 mm menurut Stasiun Sampali dan 299,5 mm menurut Stasiun Polonia.
Selain itu, Medan memiliki banyak sungai, di antaranya adalah Sungai Belawan, Sungai Badra, Sungai Sikambing, Sungai Putih, Sungai Babura, Sungai Deli, dan Sungai Sulang-Saling/Sei Kera.[2]
Sejarah #
Medan juga dikenal sebagai Tanah Deli.
Pada awalnya, Medan adalah sebuah kampung kecil bernama “Medan Putri”.
Medan Putri lokasinya strategi karena terletak di pertemuan Sungai Deli dan Sungai Babura yang menjadi jalur perdagangan.
Medan Putri berkembang menjadi pelabuhan transit yang penting.
Sekitar tahun 1612, Sultan Iskandar Muda dari Aceh mengirimkan panglimanya bernama Gocah Pahlawan untuk menjadi pemimpin yang mewakili Kerajaan Aceh di Tanah Deli.
Di Deli kemudian berdiri Kesultanan Deli.
Setelah meninggal, Gocah digantikan anaknya bernama Tuangku Panglima Perunggit dan mendeklarasikan kemerdekaannya Kesultanan Deli dari Aceh pada 1669.
Kesultanan Deli kemudian dikuasai Kesultanan Siak Sri Inderapura pada abad ke-18.
Namun, pada 1858, Belanda memaksa Kesultanan Siak menyerahkan daerah taklukannya, Deli di antaranya.
Pada 1887, Ibu Kota Karesidenan Sumatra Timur dipindah dari Labuhan ke Medan.
Istana Deli juga turut dipindah ke Medan.
Medan resmi menjadi Gemeente atau kota praja pada 1918.
Pada tahun yang sama, Sultan Deli juga menyerahkan Kota Medan di bawah kekuasaan Belanda secara langsung.
Ketika Zaman Penjajahan Jepang, Medan diubah menjadi “Medan Sico” atau Pemerintahan Kota Praja dan dipimpin Hoyasakhi.[3]
Demografi #
Berikut jumlah penduduk di tiap kecamatan pada 2015.
Medan Tuntungan: 85.613
Medan Johor: 132,012
Medan Amplas: 123,850
Medan Dena:i 146,061
Medan Area: 98,992
Medan Kota: 74,439
Medan Maimun: 40,663
Medan Polonia: 55,949
Medan Baru: 40,540
Medan Selayang: 106,150
Medan Sunggal: 115,785
Medan Helvetia: 150,721
Medan Petisah: 63,374
Medan Barat: 72,683
Medan Timur: 111,420
Medan Perjuangan: 95,882
Medan Tembung: 137,178
Medan Deli: 181,460
Medan Labuhan: 117,472
Medan Marelan: 162,267
Medan Belawan: 98,113 [4]
Visi dan misi #
Semboyan/Slogan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan
"Medan Rumah Kita"
Visi
"Menjadi Kota Masa Depan yang Multikultural, Berdaya Saing, Humanis, Sejahtera dan Religius"
Misi
1. Kerjasama
Menumbuhkembangkan stabilitas, kemitraan, partisipasi dan kebersamaan dari seluruh pemangku kepentingan pembangunan kota.
2. Kreatifitas dan Inovasi
Meningkatkan efisiensi melalui deregulasi dan debirokratisasi sekaligus penciptaan iklim investasi yang semakin kondusif termasuk pengembangan kreatifitas dan inovasi daerah guna meningkatkan kemampuan kompetitif serta komparatif daerah.
3. Kebhinekaan
Mengembangkan kepribadian masyarakat kota bersarakan etika dan moralitas keberagaman agama dalam bingkai kebhinekaan.
4. Penanggulangan Kemiskinan
Meningkatkan percepatan dan perluasan program penanggulangan kemiskinan.
5. Multikulturalisme
Menumbuhkembangkan harmonisasi, kerukunan, solidaritas, perstuan dan kesatuan serta keutuhan sosial, berdasarkan kebudayaan daerah dan identitas lokal multikulturalisme.
6. Tata Ruang Kota yang Konsisten
Menyelenggarakan tata ruang kota yang konsisten serta didukung oleh ketersediaan infrastruktur dan utilitas kota yang semakin modern dan berkelanjutan.
7. Peningkatan Kesempatan Kerja
Mendorong peningkatan kesempatan kerja dan pendapatan masyarakat melalui peningkatan taraf pendidikan dan kesehatan masyarakat secara merata dan berkeadilan.
8. Smart City
Mengembangkan Medan sebagai Smart City.[5]
Struktur organisasi
Lambang Kota Medan
Arti lambang Kota Medan
17 biji padi berarti tanggal 17 dari hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.
8 bunga kapas berati bulan 8 dari tahun Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.
4 tiang dan 5 bahagian dari perisai berarti tahun 45 dari Proklamasi Indonesia.
Satu bambu runcing yang terletak di belakang perisai adalah lambang perjuangan Kemerdekaan Republik Indonesia, dan lima bahan-bahan pokok yang terpenting di hadapan bambu runcing berarti Kemakmuran serta Keadilan Sosial yang merata ada di hadapan kita.
Bintang yang bersinar lima adalah Bintang Nasional, artinya hidup penduduk Kota Medan khususnya dan Indonesia umumnya akan bersinar-sinar bahagia dan lepas dari kemiskinan dan kemelaratan.
Lima sinar bintang berarti lima bahan pokok terpenting yang diekspor dari Kota Medan dan lima bagian perisai berarti Pancasila yang menjadi Dasar Negara Republik Indonesia. [6]
Daftar Wali Kota Medan #
MR. Luat Siregar
3-10-1945 s/d 10-11-1945
MR. M. Yusuf
10-11-1945 s/d Agustus 1947
Djaidin Purba
1-11-1947 s/d 12-7-1952
M. Jalaludin
12-7-1952 s/d 1-12-1954
H. Muda Siregar
6-12-1954 s/d 14-6-1958
Madja Purba
3-7-1958 s/d 28-2-1961
Basyrah Lubis
28-2-1961 s/d 30-10-1964
P. R. Telaumbanua
10-10-1964 s/d 28-8-1965
Aminurrasyid
28-8-1965 s/d 26-9-1966
Drs. Sjoerkani
26-9-1966 s/d 3-7-1974
A. M Saleh Arifin
3-7-1974 s/d 31-3-1980
H. A. S. Rangkuti
1-4-1980 s/d 31-3-1990
H. Bachtiar Djafar
1-4-1990 s/d 2000
Drs. H. Abdillah, Ak, MBA
1-4-2000 s/d 20-8-2008
Drs. H. Afifuddin Lubis, M.Si
20-8-2008 s/d 22-7-2009
Drs. Rahudman Harahap, MM
16-07-2010 s/d 15-5-2013
Drs. H. T. Dzulmi Eldin S, M.Si
18-06-2014 s/d 26-07-2015
Drs. H. Randiman Tarigan, MAP
5-10-2015 s/d 17-2-2016
Drs. H. T. Dzulmi Eldin S, M.SI
17-02-2016 s/d [7]
Pariwisata #
Berikut tempat wisata terkenal di Medan:
The Le Hu Garden Medan
Upside Down World
Hillpark Sibolangit
Menara Pandang Tele
Maha Vihara Adhi Maitreya
Kampung Ladang
Kampung Keling
Merdeka Walk Medan
Taman Labirin Simalem Resort
Wonders Water World
Rahmat Gallery Medan
Taman Mora Indah
Danau Linting
Kolam Renang Seksama Indah
Cagar Alam Sibolangit
Kebun Binatang Medan
Funland Mickey Holiday
Negeri Kincir Angin Medan
Danau Siombak
Istana Maimun
Hairos Water Park Medan
Museum Sumatera Utara
Masjid Raya Medan
Taman Buaya Asam Kumbang
Air Terjun Telaga Dwi Warna [8]
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Febri)
| Nama | Kota Medan |
|---|
| Lokasi | 3”30’ – 3”43’ LU dan 98”35’ – 98”44’ BT |
|---|
| Luas | 265,10 km2. |
|---|
| Jumlah penduduk | 2.264.145 (2018) |
|---|
| Provinsi | Sumatra Utara |
|---|
| Websiter | http://pemkomedan.go.id |
|---|
Sumber :
1. pemkomedan.go.id
2. id.wikipedia.org
3. ciptakarya.pu.go.id
4. nyero.id
5. pemkomedan.go.id
6. pemkomedan.go.id
7. pemkomedan.go.id
8. nyero.id