Djaduk Ferianto

Djaduk Ferianto merupakan seorang aktor, sutradara, serta musikus berkebangsaan Indonesia.


zoom-inlihat foto
djaduk-ferianto-dan-kuaetnika-menampilkan-lagu-tema-film-mission-impossible.jpg
KOMPAS.COM/KISTYARINI
Djaduk Ferianto dan Kuaetnika menampilkan lagu tema film Mission: Impossible dengan aransemen berbeda pada Kulon Progo Festival 2017 yang digelar di Bendung Khayangan, Kulon Progo, Minggu (26/11/2017)

Djaduk Ferianto merupakan seorang aktor, sutradara, serta musikus berkebangsaan Indonesia.




  • Kehidupan Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Gregorius Djaduk Ferianto lahir di Yogyakarta, pada 19 Juli 1964.

Djaduk Ferianto merupakan seorang aktor, sutradara, serta musikus berkebangsaan Indonesia.

Dalam bermusik, ia lebih fokus pada penggalian musik-musik tradisi.

Djaduk Ferianto lahir dari pasangan Bagong Kussudiardja dan Soetiana.

Bagong Kussudiardja sendiri, kini dikenal sebagai seorang koreografer dan pelukis asal Indonesia.

Djaduk Ferianto juga merupakan adik kandung dari Butet Kartaredjasa, seorang aktor dan pemain teater Indonesia.

Sebenarnya, Djaduk Ferianto lahir dengan nama Guritno.

Nama tersebut merupakan pemberian pamannya.

Namun, Bagong Kussudiardjo mengganti namanya dengan Djaduk.

Dalam bahasa Jawa, nama tersebut memiliki arti unggul.

Semasa kecil, Djaduk Ferianto sering ditemani radio yang menyiarkan pementasan wayang.

Selain itu, ia juga dekat dengan buku-buku cerita tentang wayang.

Karena hal itulah ia kemudian bercita-cita menjadi dalang.

Bahkan dirinya juga sempat belajar mendalang.

Djaduk Ferianto memiliki istri yang bernama Petra.

Dari pernikahan tersebut, keduanya dikaruniai lima orang anak yaitu Gusti Arirang, Ratu Hening, Gallus Presiden Dewagana, Kandida Rani Nyaribunyi, dan Rajane Tetabuhan. (1)

Sutradara Pementasan Para Pensiunan 2049, Djaduk Ferianto saat menggelar jumpa pers di Tirtodipuran, Jumat (5/4/2019).
Sutradara Pementasan Para Pensiunan 2049, Djaduk Ferianto saat menggelar jumpa pers di Tirtodipuran, Jumat (5/4/2019). (Tribun Jogja/ Noristera Pawestri)

  • Kesenian


Djaduk Ferianto lebih menggali musik-musik tradisi dalam dunia musik.

Djaduk Ferianto merupakan anggota kelompok musik Kua Etnika, musik humor Sinten Remen, dan Teater Gandrik.

Tak hanya bermusik, Djaduk Ferianto juga menyutradari beberapa pentas teater.

Selain itu, dirinya kerap menggarap ilustrasi sinetron televisi.

Sudah sejak tahun 1972 dirinya menggarap ilustrasi musik untuk sinetron, jingle iklan, serta penata musik teater.

Bersama kelompok musiknya, Djaduk Ferianto juga kerap melakukan pentas di berbagai negara.

Kelompok musik Djaduk Ferianto dikenal dengan ekslporasi berbagai benda sebagai alat untuk memainkan musik.

Djaduk pernah mendirikan Kelompok Rheze.

Kelompok tersebut pernah didapuk sebagai Juara Musik humor tingkat nasional pada 1978.

Selain itu, dirinya juga pernah mendirikan Musik Kreatif Wathathitha.

Bersama Butet Kertaradjasa dan Purwanto, Djaduk Ferianto mendirikan kelompok kesenian yang bernama Kua Etnika.

Kelompok tersebut mengangkat musik etnik dengan pendekatan modern.

Djaduk Ferianto baru bisa masuk industri musik nasional pada 1996.

Di tahun tersebut, dirinya tampil dalam acara Dua Warna RCTI.

Meski ia menjadi terkenal dan ramai tawaran pekerjaan, Djaduk Ferianto tidak mau menetap di Jakarta.

Ia beserta kelompoknya lebih memilih tetap tinggal di Yogyakarta. (1)

Djaduk Ferianto semasa hidup, saat memandu acara kelompok musik Kua Etnika di Bentara Budaya Jakarta, Kamis (15/1/2015). Kelompok musik pimpinan Djaduk Ferianto ini memadukan musik etnik dengan pendekatan modern.
Djaduk Ferianto semasa hidup, saat memandu acara kelompok musik Kua Etnika di Bentara Budaya Jakarta, Kamis (15/1/2015). Kelompok musik pimpinan Djaduk Ferianto ini memadukan musik etnik dengan pendekatan modern. (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

  • Meninggal


Djaduk Ferianto meninggal dunia pada Rabu (13/11/2019) dini hari.

Djaduk Ferianto menghembuskan nafas terakhirnya pada pukul 02.30.

Jenazah Djaduk disemayamkan di Padepokan seni Bagong Kusudiardjo.

Ia dikebumikan di makam keluarga Sembungan, Kasihan, Bantul, sekitar pukul 15.00.

Kabar duka dari Djaduk Ferianto mengejutkan banyak pihak.

Sebab, Djaduk masih akan dijadwalkan tampil di Ngayogjazz pada Sabtu (16/11/2019) di Godean, Yogyakarta. (2)

Sebelum rapat, Djaduk diketahui masih memimpin rapat untuk pagelaran Ngayogjazz 2019.

Djaduk merupakan penggagas pagelaran jazz tahunan di Yogyakarta tersebut. (3)

Djaduk Ferianto melayat ke rumah duka Edhi Sunarso, Selasa (5/1/2016)
Djaduk Ferianto melayat ke rumah duka Edhi Sunarso, Selasa (5/1/2016) (TRIBUN JOGJA/KHAERUR REZA)

  • Filmografi


Petualangan Sherina (2000)

Koper (2006)

Jagad X Code (2009)

Cewek Saweran (2011)

Seniman asal Yogyakarta, Djaduk Ferianto meninggal dunia pada Rabu (13/11/2019).
Seniman asal Yogyakarta, Djaduk Ferianto meninggal dunia pada Rabu (13/11/2019). (KOMPAS.COM/Ika Fitriana)

  • Diskografi


Orkes Sumpeg Nang Ning Nong (bersama Kua Etnika,1997)

Ritus Swara (bersama Kua Etnika, 2000)

Parodi Iklan (bersama Orkes Sinten Remen, 2000)

Komedi Putar (bersama Orkes Sinten Remen, 2002)

Janji Palsu (bersama Orkes Sinten Remen, 2003)

Maling Budiman (bersama Orkes Sinten Remen, 2006)

Dia Sumber Gembiraku (Lagu Rohani, 2006)

Pata Java (bersama Kua Etnika dan Pata Master Jerman) (1)

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Ahmad Nur Rosikin)



Nama Djaduk Ferianto
Lahir Yogyakarta, 19 Juli 1964
Meninggal 13 November 2019
Dikenal Sebagai Seniman
   


Sumber :


1. id.wikipedia.org
2. www.kompas.com
3. www.kompas.com








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved