Tempo Bikin Cover Majalah Anies Baswedan Tenggelam Dalam Kaleng Lem, Ini Tanggapan Gubernur DKI

Majalah Tempo membuat cover bergmbar karikatur Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tenggelam di dalam kaleng lem Aibon.


zoom-inlihat foto
anies-baswedan-tenggelam-dalam-kaleng-lem-aibon.jpg
Twitter Anies Baswedan
Cover majalah Tempo Gubernur DKI, Anies Baswedan tenggelam dalam kaleng Lem Aibon (Twitter Anies Baswedan)


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Majalah Tempo kembali menyita atensi publik.

Bagaimana tidak?

Setelah September lalu membuat cover majalah bergambar Jokowi dengan bayangan Pinokio,

Kini majalah Tempo kembali membuat cover yang tak kalah menghebohkan.

Kali ini giliran Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang terpampang menjadi cover majalah Tempo.

Baca: Beredar Meme Anies Baswedan Berwajah Joker, Fahira Idris Laporkan Akun Facebook Ade Armando

FLYOVER BINTARO PERMAI - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, meresmikan beroperasinya flyover Bintaro Permai, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Jumat (16/3/2018). Lintasan flyover di atas rel kereta api sepanjang 391 meter ini diharapkan bisa mengurai kemacetan yang sering terjadi di wilayah tersebut.
FLYOVER BINTARO PERMAI - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, meresmikan beroperasinya flyover Bintaro Permai, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Jumat (16/3/2018). Lintasan flyover di atas rel kereta api sepanjang 391 meter ini diharapkan bisa mengurai kemacetan yang sering terjadi di wilayah tersebut. (WARTA KOTA/Nur Ichsan)

Uniknya, gambaran karikatur Anies Baswedan tenggelam di dalam kaleng lem.

Pada karikarut tersebut, terlihat gubernur DKI Jakarta tersebut mengenakan seragam Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Lem ini disinyalir lem Aibon yang belakangan menjadi persoalan.

Sebab anggaran lem aibon yang tercantum dalam dokumen Kebijakan Umum Anggaran-Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2020.

Dikutip dari Tribun Timur, kejanggalan anggaran KUA-PPAS 2020 pertama kali diungkapkan oleh anggota DPRD DKI Jakarta William Aditya.

Baca: Dilaporkan Terkait Ubah Wajah Anies Jadi Joker, Ade Armando: Saya Secara Sadar Menyebarkannya

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat melakukan sesi wawancara khusus dengan Tribun Network di Gedung Balaikota, Jakarta Pusat, Senin (15/10/2018). Pada wawancara tersebut tim Tribun membahas mengenai kinerja Anies selama 1 tahun kebelakang sekaligus kinerja kedepannya yang akan dia lakukan.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat melakukan sesi wawancara khusus dengan Tribun Network di Gedung Balaikota, Jakarta Pusat, Senin (15/10/2018). Pada wawancara tersebut tim Tribun membahas mengenai kinerja Anies selama 1 tahun kebelakang sekaligus kinerja kedepannya yang akan dia lakukan. (Tribunnews/Jeprima)

William Aditya sendiri merupakan anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI.

Anggaran untuk pembelian lem aibon tercantum sebesar Rp 82 miliar.

Sementara anggaran untuk pengadaan 7.313 unit computer di Dinas Pendidikan sebesar Rp 121 miliar.

Hal ini menjadi heboh lantaran William Aditya mengunggah anggaran janggal tersebut melalui media sosialnya.

Baik melalui Twitter maupun Instagram.

Baca: Ade Armando Bantah Laporan Fahira Idris terkait Ubah Foto Anies Jadi Joker: Itu Bukan Buatan Saya

William Aditya Sarana, Anggota DPRD DKI Jakarta yang membuka kejanggalan APBD DKI Jakarta
William Aditya Sarana, Anggota DPRD DKI Jakarta yang membuka kejanggalan APBD DKI Jakarta (Koleksi foto akun twitter @psi_id)

Atas hal tersebut, akhirnya William Aditya dilaporkan ke Badan Kehormatan DPRD DKI Jakarta.

Di sisi lain, Anies Baswedan memberi tanggapannya mengenai cover majalah tempo tentang dirinya.

Anies bersikap santai karikatur dirinya yang tenggelam dalam kaleng lem.

Ia justru menyampaikan terima kasihnya untuk karikatur tersebut.

Hal itu disampaikan dirinya dalam akun Twitternya.

Baca: Fotonya Jadi Meme Joker, Anies Baswedan : Bukan Urusan Saya, Kedengkian Nggak Ada Obatnya

Bahkan ia juga mengunggah cover majalah Tempo tentang dirinya itu.

Anies Baswedan mengapresiasi majalah tempo yang dinilai telah menjalankan pilar keempat demokrasi sebagai pers.

Berikut isi cuitan Anies Baswedan tentang cover majalah tempo itu.

“Terima kasih Tempo telah jalankan tugasnya sbg pilar keempat demokrasi.”

“Semoga perbaikan sistem yg sdg berjalan bisa segera kami tuntaskan.”

“Terus awasi kami yg sdg bertugas di pemerintahan...”

“Karikaturnya boleh juga.”

“Kalau tidak begitu bukan Tempo namanya.”

Baca: Polemik Sampul Jokowi Pinokio : Relawan Lapor ke Dewan Pers, Haris Azhar Sebut Wujud Ekspresi

Sebelumnya majalah Tempo pernah membuat cover dengan karikatur yang disinyalir Presiden Jokowi dengan bayangan mirip pinokio.

Para relawan yang tergabung dalam Jokowi Mania (Joman) tidak terima akan hal tersebut.

Mereka lantas mengadukan majalah Tempo ke Dewan Pers, Senin (16/9/2019).

Majalan Tempo diadukan ke Dewan Pers terkait sampul depan majalan edosi 16-22 September 2019 yang dianggap menghina Presiden Joko WIodo.

Dikutip dari Tribunnews.com, Ketua Umum Negeriku Indonesia Jaya (Ninja) C Suhadi menyebut dalam sampul majalah tersebut, Jokowi punya bayangan berhidung panjang.

Cover Majalah Tempo yang menampilkan bayangan Pinokio dalam sosok Jokowi
Cover Majalah Tempo yang menampilkan bayangan Pinokio dalam sosok Jokowi (Instagram Tempo - Jokowi)

Karakter hidung panjang tersebut identik dengan Pinokio.

Menurut cerita Pionokio, karakter tersebut hidungnya akan bertambah panjang jika terus berbohong.

Suhadi kemudian menghubungnan cerita Pinokio tersebut dengan sikap Jokowi tentang revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002.

"Dikesankan Presiden dalam kaitan revisi UU Nomor 30 Tahun 2002 Presiden berbohong.”

“Artinya Presiden ada dalam bagian revisi yang menimbulkan pro dan kontra, dan untuk melemahkan KPK," sebut Suhadi di Jakarta, Senin (16/9/2019).

Jokowi Mania (Joman) cover jokowi pinokio
Relawan yang tergabung dalam Jokowi Mania (Joman) mengadukan Majalah Tempo ke Dewan Pers, Senin (16/9/2019) siang.

Padahal katanya, lewat persetujuan beberapa poin revisi UU KPK, Jokowi disebut berupaya menyelamatkan lembaga antirasuah itu.

Yakni lewat penolakan terhadap empat poin substansi RUU KPK yang dianggap bisa lemahkan posisi KPK.

Apapun alasannya, menggambarkan bayangan Jokowi layaknya Pinokio tak bisa dibenarkan.

Sebab tindakan tersebut sama saja menghina sang simbol negara.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Saradita)





Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved