TRIBUNNEWSWIKI.COM - Persib Bandung akan kembali menjalani laga kandang melawan Arema di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung pada Selasa (12/11/2019).
Pada paruh pertama Liga 1 2019, Arema sukses membantai Persib Bandung dengan skor 5-1.
Menghadapi klub berjuluk Singo Edan, ujian berat akan dihadapi oleh Persib Bandung.
Baca: Cetak Banyak Gol di Liga 1, Winger Persib Ini Jalani Musim Tersubur
Baca: Bawa PSS Sleman ke Papan Atas Liga 1, Seto Nurdiantoro Mengaku Belum Puas
Baca: Hasil Liga Champions, Napoli Tertahan di Kandang
Sebab jelang laga kedua tim besar tersebut, Persib harus kehilangan lima pemain pada lini serang mereka.
Kelima pemain tersebut adalah Ezechiel N'Douassel, Kevin van Kippersluis, Esteban Vizcarra, Ardi Idrus, dan Febri Hariyadi.
Ezechiel, Ardi, dan Febri terpaksa absen karena mendapat panggilan dari negaranya masing-masing untuk bermain pada Kualifikasi Piala Dunia 2022.
Kevin belum bisa bermain karena masih mengalami cedera, sedangkan Esteban terkena akumulasi kartu.
Pelatih Persib, Robert Alberts mengaku kebingungan dengan keadaan yang dialami Maung Bandung saat ini.
Juru taktik asal Belanda tersebut masih mencari strategi yang bisa diterapkan untuk mengatasi kondisi tim yang minus striker murni.
"Ini akan menjadi tugas besar karena Arema adalah tim yang bagus," ujar Robert Alberts dilansir Tribunnewswiki.com dari Tribun Jabar pada Senin (11/11/2019).
"Jadi, kami harus menemukan konsep bagaimana bermain tanpa sosok striker murni untuk mendapat tiga poin Selasa nanti," tuturnya.
Baca: Jelang Laga Kontra PSIS Semarang di Hadapan Bobotoh, Dua Pemain Persib Bandung Dikabarkan Cedera
Baca: Usai Bekuk Persija Jakarta, Manajemen Persib Bandung Manjakan Para Pemainnya
Baca: Tagih Gaji, Konflik antara Persija dan Bruno Matos Semakin Memanas
Absennya Ezechiel, Febri, Kevin, dan Esteban membuat Persib kehilangan separuh pemain dari lini serang.
Praktis, Maung Bandung hanya memiliki dua pemain bertipe menyerang yang tersisa, yakni Frets Butuan dan Ghozali Siregar.
Selain kehilangan pemain, Robert juga merasa dirugikan dengan jadwal Liga 1 2019 yang tidak teratur.
Ia mengatakan bahwa kondisi jadwal liga yang berantakan sangat berdampak pada performa pemain untuk semua tim peserta Liga 1 2019.
"Ya, memang bisa dilihat sekarang di liga setiap tim bisa mengalahkan satu sama lain," kata Robert.
"Itu karena pemain sudah terlalu kelelahan, karena terlalu banyak pertandingan untuk semuanya," tutur eks pelatih PSM Makassar tersebut.
"Sekali lagi, saya berharap tahun depan semua bisa membenahi ini (penjadwalan) karena pemain sangat kelelahan. Itu bisa dilihat ada pemain yang bisa bermain bagus pada satu laga dan laga berikutnya tidak bermain bagus."
"Ini harus dibenahi agar para pemain bisa konsisten menunjukkan kualitasnya," katanya menambahkan.
Robert juga menyayangkan kebijakan PT LIB yang tetap menggelar kompetisi saat ada agenda sepak bola internasional.