PAHLAWAN NASIONAL - Prof. Dr. Sardjito

Prof. Dr. Sardjito merupakan dokter sekaligus Rektor UGM pertama yang bergelar Pahlawan Nasional


Melia Istighfaroh

PAHLAWAN NASIONAL - Prof. Dr. Sardjito
KOMPAS.com/DYLAN APRIALDO RACHMAN
Salah satu potret Prof. Dr. Sardjito, MD, MPH yang dipamerkan di sela-sela Seminar Nasional Dalam Rangka Pengusulan Gelar Pahlawan Nasional bagi Prof. Dr. M. Sardjito, MPH di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (27/2/2018) 

Prof. Dr. Sardjito merupakan dokter sekaligus Rektor UGM pertama yang bergelar Pahlawan Nasional




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Prof. Dr. Sardjito lahir di Magetan, Jawa Timur, pada 13 Agustus 1889.

Sardjito meninggal pada 5 Mei 1970.

Ia merupakan seorang dokter sekaligus Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada.

Pada masa perang kemerdekaan, dirinya turut serta dalam proses pemindahan Institut Pasteur di Bandung ke Klaten.

Selain itu, Sardjito merupakan Presiden Universiteit (Rektor) Universitas Gadjah Mada yang pertama.

Ia menjadi Rektor UGM dari awal berdiri (1949) hingga 1961. (1)

  • Kehidupan Awal


Sardjito merupakan putra dari seorang guru bernama Sajit.

ia mengenyam pendidikan di Sekolah Belanda di Lumajang.

Setelah itu, dia melanjutkan studinya ke School tot Opleiding voor Indische Artsen (STOVIA).

STOVIA merupakan sekolah kedokteran bagi masyarakat pribumi waktu itu.

Sardjito berhasil menyelesaikan pendidikannya di STOVIA pada tahun 1915.

Setelah lulus dari STOVIA, Sardjito bekerja sebagai dokter di Rumah Sakit Jakarta selama kurun waktu satu tahun.

Baca: Mengenal Sekolah Umum pada Masa Hindia Belanda, Ada STOVIA hingga AMS

Setelahnya, ia memilih pindah ke Institut Pasteur Bandung hingga tahun 1920.

Sardjito juga pernah menempuh pendidikan di Belanda.

Pada waktu itu, ia mengangkat disertasi berjudul Immunisatie togen baccilinire dysentrie door middal van de bacteriophaag anti dysentrial Shigakruse.

Sardjito pernah memperdalam pengetahuan di Berlin serta John Hopkins University di Baltimore, AS pada tahun 1928-1924.

Sardjito tertarik melakukan penelitian ketika mengikuti tim penelitian khusus influenza di Institut Pasteur.

Pada saat itu penyakit influenza memang sedang menjadi momok di masyarakat. (2)

  • Seorang Dokter


Sebagai seorang dokter sekaligus peneliti, Sardjito mencatatkan berbagai penemuan yang bermanfaat.

Beberapa di antara penemuan tersebut antara lain obat penyakit batu ginjal (calcusol) serta obat penurun kolesterol (calterol).

Tak hanya itu, Sardjito berkontribusi dalam menciptakan vaksin anti infeksi untuk typus, kolera, disentri, staflokoken, dan streptokoken.

Pada masa revolusi kemerdekaan, Sardjito mencipatakan makanan ransum.

Makanan tersebut bernama Biskuit Sardjito.

Makanan itu diperuntukkan bagi para tentara pelajar yang sedang berjuang di medan perang.

Sebagai seorang peneliti, Sardjito telah menerbitkan karya bersama ahli paeontologi GHR von Koenigswald.

Publikasi tersebut berjudul The Occurence in Indonesia of Two Diseases Rhinoscleroma and Bilharziasis Japonica Whose Spread is Rooted Deep in the Past.

Selain itu, ia juga menerbitkan lebih dari 10 karya ilmiah dalam berbagai bahasa antara lain Jerman, Inggris, dan Belanda.

Sardjito juga memiliki andil dalam perjuangan.

Setelah kemerdekaan, Sardjito turut memindahkan buku-buku milik sekolah tinggi kedokteran yang ada di Klaten dan Solo menggunakan kereta api.

Pada saat yang sama, Institut Pasteur dipindahkan ke Klaten.

Sardjito bersama Prof Sutarman dan dokter Pudjodarmohusodo mendirikan Fakultas Kedokteran RI di Klaten dan Solo pada 5 Maret 1946.

Fakultas itulah yang kemudian berkembang menjadi Universitas Gadjah Mada.

Sardjito menjabat sebagai Rektor UGM yang pertama. (2)

  • Penghargaan


Sardjito pernah menerima tanda penghargaan dari Men/Pangad yang disampaikan oleh Kepala Pusat Sejarah Militer Angkatan Darat (PUSSEMAD), Brigjen Sardjono.

Penghargaan itu diberikan atas jasa Sardjito dalam menyusun buku mengenai sejarah militer.

Selain itu, Sardjito juga pernah mendapatkan Bintang Jasa dari Presiden Soeharto pada tahun 1970. (2)

Sardjito mendapatkan gelar Pahlawan Nasional pada tahun 2019.

Gelar tersebut diberikan pada Jumat (8/11/2019), dalam nuansa peringatan Hari Pahlawan 2019.

Sardjito mendapat gelar pahlawan nasional bersama lima tokoh lainnya. (3)

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Ahmad Nur Rosikin)



Nama Sardjito
Lahir Magetan, Jawa Timur, 13 Agustus 1889
Meninggal 5 Mei 1970
Dikenal Sebagai PAHLAWAN NASIONAL
Rektor UGM pertama
Dokter


Sumber :


1. id.wikipedia.org
2. www.kompas.com
3. www.tribunnewswiki.com


Editor: Melia Istighfaroh






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2019 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved