Pahlawan Nasional - KH Masykur

KH Masykur adalah pejuang kemerdekaan Indonesia yang berasal dari Malang, Jawa Timur, yang ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada tahun 2019.


Pahlawan Nasional - KH Masykur
konstituante.net
Foto KH Masykur 

KH Masykur adalah pejuang kemerdekaan Indonesia yang berasal dari Malang, Jawa Timur, yang ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada tahun 2019.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - KH Masykur adalah pejuang kemerdekaan Indonesia yang berasal dari Malang, Jawa Timur.

Lahir di Malang, pada 30 Desember 1904, KH Masykur wafat pada 19 Desember 1994.

Sosok KH Masykur cukup berperan dalam pertempuran 10 November 1945.

Nama KH Masykur adalah bagian dari organisasi kemerdekaan, Barisan Sabilillah.

Terlibat dalam perjuangan kemerdekaan pada zaman kependudukan Jepang di Indonesia, KH Masykur juga merupakan anggota Badan Penyelidik Usaha-Usaha Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

KH Masykur juga merupakan salah satu pendiri Pembela Tanah Air (PETA) yang menjadi dasar terbentuknya Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Setelah kemerdekaan dicapai, KH. Masykur diberi amanah menjadi Menteri Agama Indonesia yang menjabat selama dua periode yaitu, pada tahun 1947-1949 dan pada tahun 1953-1955.

Selain itu, ia tercatat juga pernah menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat RI (DPR RI) tahun 1956-1971 dan anggota Dewan Pertimbangan Agung pada tahun 1968.

Pada tahun 2019, KH Masykur dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Indonesia, Joko Widodo. [1]

KH Masykur
KH Masykur (Kolase foto (Wikimedia dan nu.or.id))

  • Kehidupan Pribadi


KH Masykur lahir di Malang, pada 30 Desember 1904, sementara dilansir oleh situs nu.or.id, KH Masykur lahir pada tahun 1902, dua tahun lebih awal.

Di usia yang masih muda, KH Masykur sering diajak orang tuanya menunaikan ibadah haji di tanah suci.

Saat itu, saat usianya masih sembilan tahun, ia berangkat ke Makkah dan Madinah bersama orang tuanya.

Usai beribadah haji, Masykur muda disekolahkan di pesantren pimpinan KH, Thahir bernama Pondok Pesantren Bungkuk.

Setelah keluar, ia kemudian masuk di Pesantren Sono, Buduran, Sidoarjo di mana di tempat ini dirinya mempelajari ilmu nahwu sharaf.

Waktu berlalu, empat tahun kemudian, ia masuk di Pesantren Siwalan, Panji, Sidoarjo di mana di tempat ini dirinya mendalami ilmu fiqh.

Usai berpindah dari satu pesantren ke pesantren lainnya, Masykur muda kemudian masuk Pesantren Tebu Ireng, Jombang.

Di tempat ini ia belajar ilmu tafsir dan hadits.

Tak berhenti sampai di situ saja, Masykur kemudian melanjutkan pendidikan agamanya ke Pesantren Bangkalan, Madura, tempat dirinya belajar mengaji Qiraat al-Qur'an.

Nampaknya petualangan keilmuan agama KH Masykur tak pernah cukup, dirinya kemudian melanjutkan belajarnya di Pesantren Jamsaren Solo, Jawa Tengah.

Usai merampungkan pendidikan agamanya, KH Masykur memutuskan untuk mengabdi di daerah Singosari, Malang.

Di daerah ini Kiai Masykuri mendirikan sebuah sekolah madrasah bernama Mishbahul Wathan atau Pelita Tanah Air.

KH Masykur menikah pada tahun 1923 dengan cucu gurunya di Pesantren Bungkuk, Malang.

Pada usia ke-16 tahun pernikahan mereka, istri KH Masykur meninggal dan belum mendapatkan keturunan.

KH Masykur kemudian menikahi adik istrinya, Fatimah. [2]

KH Masykur 345
Foto KH Masykur (inisiatifnews.com)

  • Pendidikan


Berikut adalah deretan pendidikan yang pernah ditempuh KH Masykur:

  1. Madrasah Mamba'ul Ulum, Jamsaren, Solo (7 tahun)
  2. Pesantren Ngamplang, Garut, Jawa Barat (1/2 tahun) [3]

  • Karier


Berikut adalah deretan karier yang pernah diemban oleh KH Masykur:

  1. Ketua Cabang NU, Malang (1926-1930)
  2. Anggota PB NU (1930-1945)
  3. Ketua Umum PB NU (1950-1956)
  4. Ketua Golongan Islam DPR/MPR (1957-1971)
  5. Ketua I PB NU (1957-1959)
  6. Ketua Umum Pusat Sarbumusi (1960-1969)
  7. Rois Awal PB NU (1963-1972)
  8. Ketua Dewan Pertimbangan Pusat PPP/Wakil Presiden PPP (1973-1985)
  9. Rois Tsani PB Syuriah NU (1979-1984)
  10. Mustasyar PB NU (1984-sekarang)
  11. Pendiri Peta di Jawa (1943-1945)
  12. Anggota Pengurus Latihan Kemiliteran di Cisarua (1944-1945)
  13. Pimpinan Tertinggi Hizbullah Sabilillah (1945)
  14. Anggota PP Legiun Veteran RI (1975)
  15. Ketua III Dewan Harian Nasional Angkatan 45 (1976-1994)
  16. Anggota PPKI (1944)
  17. Anggota KNIP (1945-1946)
  18. Anggota Dewan Pertahanan Negara (1946-1948)
  19. Menteri Agama RI (1948-1950)
  20. Kepala Kantor Urusan Agama Pusat (1950-1953)
  21. Menteri Agama RI (1953-1955)
  22. Anggota DPR (1956-1960)
  23. Anggota DPRGR (1960-1971)
  24. Biro Politik Kotrar (1962-1966)
  25. Anggota DPA (1968) [4]

  • Jabatan Lainnya


Berikut adalah jabatan lain yang pernah diemban oleh KH Masykur:

  1. Dewan Kurator Universitas Islam Indonesia (1948- 1955)
  2. Dewan Kurator Perguruan Tinggi Ilmu Quran (1977-1994)
  3. Ketua Yayasan Universitas Islam Malang (Unisma) 1980-1994 [5]

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)



Info Pribadi
Nama KH Masykur
Tempat & Tanggal Lahir 30 Desember 1902
Istri Fatimah (Istri kedua)
Penetapan Pahlawan Nasional 2019


Sumber :


1. malangtoday.net
2. www.nu.or.id
3. id.wikipedia.org
4. id.wikipedia.org
5. id.wikipedia.org








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2019 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved