Warsito Purwo Taruno

Warsito Purwo Taruno, M.Eng merupakan pendiri sekaligus CEO CTECH Labs EdWar Technology, memiliki pengalaman di bidang tomografi lebih dari 20 tahun.


Warsito Purwo Taruno
pontianak.tribunnews.com
Prof Warsito beserta temuannya 

Warsito Purwo Taruno, M.Eng merupakan pendiri sekaligus CEO CTECH Labs EdWar Technology, memiliki pengalaman di bidang tomografi lebih dari 20 tahun.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Warsito Purwo Taruno, M.Eng merupakan pendiri sekaligus CEO CTECH Labs EdWar Technology.

Profesor Warsito memiliki pengalaman di bidang tomografi lebih dari 20 tahun.

Profesor Warsito memperoleh gelar Sarjana dan Magister di bidang Teknik Kimia.

Profesor Warsito mendapat gelar PhD di bidang Teknik Listrik Universitas Shizuoka, Jepang.

Baca: Garlic 2.0 Kucing Pertama Hasil Kloning Ilmuwan Tiongkok, Seberapa Mirip dengan yang Asli?

Baca: Menhub Persilakan Tiongkok Investasi Bangun Transportasi di Ibu Kota Baru Guna Kurangi APBN

Satu tonggak penelitian Profesor Warsito, penemuan Electrical Capacitance Volume Tomography (ECVT) 2004.

Profesor Warsito melakukan kolaborasi penelitian dengan Profesor Liang-Shih Fan.

Profesor Warsito juga menyertakan  mahasiswa PhD Qussai Marashdeh Ohio State University. (1)

Kepala Departemen Matematika dan Fisika Terapan di Universitas Kyoto, Ken Umeno (ketiga dari kanan), bersama CEO CTECH Labs Edwar Technology, Profesor Warsito P Taruno (ketiga dari kiri).
Kepala Departemen Matematika dan Fisika Terapan di Universitas Kyoto, Ken Umeno (ketiga dari kanan), bersama CEO CTECH Labs Edwar Technology, Profesor Warsito P Taruno (ketiga dari kiri). (tribunnews.com)

  • Masa Kecil


Profesor Warsito Purwo Taruno lahir di Karanganyar, 15 Mei 1967.

Profesor Warsito merupakan ilmuwan asal Indonesia.

Layaknya anak desa umumnya, Warsito menghabiskan masa kanak-kanaknya dengan bermain di sawah dan memelihara ternak.

Meski begitu, Profesor Warsito, anak keenam dari delapan bersaudara ini termasuk siswa cemerlang.

Baca: Robot Cerdas Masa Depan ‘Sophia’ Diklaim Miliki Empati Lebih dari Wanita

Baca: Khoirul Anwar

Profesor Warsito gemar membaca buku apa saja tanpa mengenal waktu dan tempat.

Seusai lulus SMA Negeri 1 Karanganyar, Solo pada 1986, Warsito melanjutkan sekolah ke Jurusan Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada (UGM).

Namun, pada semester pertama profesor Warsito mendapatkan beasiswa dan melanjutkan studi S1 Teknik Kimia di Jepang. (2)

Prof Warsito dan Scanner kanker payudara
Prof Warsito dan Scanner kanker payudara (tribunnews.com)

  • Masa Kuliah


Profesor Warsito  menyelesaikan studi S-1 di Tokyo International Japanese School pada 1988.

Kemudian, pada 1992, profesor Warsito berhasil menamatkan studi jenjang S-2 di Shizouka University jurusan Chemical Engineering.

Masih di universitas yang sama, Warsito meraih gelar M. Eng pada 1994 dan gelar Ph.D Electronic Science and Technology tahun 1997.

Seusai menyelesaikan pendidikan S-3, Dr. Warsito menghadiri sebuah konferensi di Belanda dan bertemu dengan seorang profesor.

Baca: Di Balik Nama Dian Sastrowardoyo, Ternyata Lawan Main Nicholas Saputra Ini Cucu Tokoh Sumpah Pemuda

Baca: BJ Habibie: Kumpulan Prestasi dan Penghargaan

Profesor tersebut berasal dari Amerika Serikat yang kemudian mengajaknya melakukan riset di Amerika Serikat.

Pada 1999, profesor Warsito pindah ke Amerika Serikat dan bertemu dengan Professor Liang-Shih Fan dari Ohio State University (OSU).

Keduanya bekerja sama di laboratorium Industrial Research Consortium milik OSU dan mengembangkan riset tomografi volumetrik. (2)

  • Perjalanan Penelitian


Kerja keras Dr. Warsito akhirnya riset selesai pada 2004, namun masih dalam bentuk prototipe.

Meski begitu, temuannya segera menjadi incaran sejumlah perusahaan minyak terkemuka di Amerika Serikat dan lembaga antariksa NASA.

Teknologi temuan Dr. Warsito mengungguli kemampuan CT Scan dan MRI.

Teknologi pemindai 4D pertama di dunia itu kemudian dipatenkan Dr. Warsito di Amerika Serikat pada lembaga paten internasional.

Baca: Berpotensi Picu Kanker, BPOM Tarik Obat Lambung Ranitidin, Berikut Daftarnya!

Baca: Hati-hati, Sate Kambing Ternyata Bisa Memicu Zat Kanker, Begini Penjelasannya

Lembaga tersebut bernama PTO/WO bernomor 60/664,026 tahun 2005 dan 60/760,529 tahun 2006.

Alat pembasmi kanker otak dan kanker payudara merupakan temuan terbaru yang sedang dikembangkan Dr. Warsito dan tim.

Alat berbasis teknologi ECVT terdiri dari empat perangkat di antaranya brain activity scanner, breast activity scanner dan brain cancer electro capacitive therapy.

Brain activity scanner dibuat Dr. Warsito sejak Juni 2010.

Baca: Olahan Ayam Dapat Tingkatkan Risiko Kanker, Begini Cara Sehat Mengolahnya

Baca: 6 Manfaat Luar Biasa Buah Tomat, dari Cegah Kanker hingga Depresi

Scanner tersebut untuk mempelajari aktivitas otak manusia secara tiga dimensi.

Bentuk alat tersebut mirip helm dengan puluhan lubang connector, dihubungkan dengan sebuah stasiun data akuisisi.



Menteri Hukum dan Ham Amir Syamsudin memberikan piagam penghargaan kepada Warsito P Taruno dengan Kategori Inventor di dampingi juga oleh Dirjen Hak Kekayaan Intelektual Prof. Dr, Ahmad M Romli.
Menteri Hukum dan Ham Amir Syamsudin memberikan piagam penghargaan kepada Warsito P Taruno dengan Kategori Inventor di dampingi juga oleh Dirjen Hak Kekayaan Intelektual Prof. Dr, Ahmad M Romli. (miti.or.id)

Alat itu tersambung dengan sebuah komputer.

Scanner bisa mendeteksi keberadaan sel kanker di otak.

Alat itu juga dapat menjadikan dokter melihat seberapa parah kanker otak yang diderita pasien.

Sementara itu, breast activity scanner diciptakan pada September 2011 juga berfungsi mendeteksi adanya sel kanker di tubuh. (2)

Baca: Angkat Isu Body Shaming, Trailer Film Imperfect Rilis Dibintangi Jessica Mila dan Reza Rahadian

Baca: Lirik dan Video Clip Lagu Bila Kuingat Lingua X Nagita Slavina, Bertemakan Kasih Tak Sampai

  • Apreasisi Eropa


Profesor Warsito menciptakan alat terapi kanker Electro Capacitive Cancer Treatment (ECCT) yang membunuh sel kanker berbasis medan listrik

Electro Capacitive Cancer Treatment (ECCT) temuan Warsito Purwo Taruno mendapat pengakuan medis di luar negeri, khususnya Eropa.

Profesor Warsito merupakan ilmuwan asal Indonesia dari European Association for Cancer Research (EACR).

Peneliti Indonesia dari EACR Firman Alamsyah yang memaparkan presentasi ECCT melalui siaran pers.

Dr Warsito Purwo Taruno
Mantan Presiden RI BJ Habibie (kiri) memberikan penghargaan Bacharudin Jusuf Habibie Technology Award (BJHTA) ke-8 kepada ilmuwan Dr Warsito Purwo Taruno (tengah) pada Kamis, 20 Agustus 2015, atas penemuan teknologi Electrical Capacitance Volume Tomography (ECVT).

Firman merupakan lulusan program doktoral multi disiplin sains di University of Tokyo.

Firman memaparkan konsep alat terapi ECCT dalam konferensi ilmiah tentang kanker di Royal College of Physician, London.

Acara tersebut dihadiri oleh 280 peserta yang terdiri dari ahli immunoterapi, klinisi dan mahasiswa doktoral dari 25 negara.

ECCT juga menginduksi respons sel imun atau sel kekebalan di sekitar jaringan sel kanker yang mati karena medan listrik.

Baca: Fungsi Kebun Raya, Tempat Penelitian hingga Sarana Pendidikan

Baca: Hasil Penelitian Tanaman Bajakah Buat Peneliti Terperangah

ECCT punya potensi membuat tumor dingin jadi tumor panas yang bisa dideteksi sel imun.

Kanker tidak terlihat oleh sistem imun karena sel kanker tidak mengeluarkan sinyal molekul yang bisa dideteksi oleh sel imun.

Strategi alat terapi imun ialah dengan teknik imun membuat antibodi pada satu reseptor pada sel kanker sehingga sel kanker bisa terlihat oleh sistem imun. (3)

  • Apresiasi Jepang


Pada Februari 2018, dokter Akira Takeuchi sengaja datang dari Tokyo, Jepang, hanya untuk menemui Profesor Warsito.

Saat itu profesor Warsito Purwo Taruno berada di kawasan Alam Sutera, Serpong, Tangerang.

Kedatangan Takeuchi untuk memuaskan rasa penasaran terkait alat kesehatan profesor Warsito.

Baca: Muhammad Anis Matta

Baca: Gunung Merapi

Alat tersebut ialah Electrical Capacitance Volume Tomography (ECVT) dan Electrical Capacitance Cancer Theraphy(ECCT).

Akira Takeuchi merupakan penasihat medis dan anggota dewan Japanese Society of  Hyperthermic Oncology.

Akira Takeuchi menceritakan di negeri sakura, alat terapi kanker itu menjadi perbincangan dan kerap dipuji.

Akira Takeuchi akhirnya mencari tahu siapa penemunya,  dan, nama Warsito muncul.

Menristekdikti Mohamad Nasir (batik hijau) melakukan kunjungan ke klinik terapi kanker, C-Tech Lab Edwar Technology di Alam Sutera, Kota Tangerang Selatan, Senin (11/1/2016)
Menristekdikti Mohamad Nasir (batik hijau) melakukan kunjungan ke klinik terapi kanker, C-Tech Lab Edwar Technology di Alam Sutera, Kota Tangerang Selatan, Senin (11/1/2016) (wartakota.tribunnews.com)

Takeuchi langsung menghubungi Warsito dari Luke Clinic Jepang, dan langsung bergegas ke Indonesia.

Setibanya di Indonesia, Takeuchi langsung menuju CTECH Labs Edwar Technology yang didirikan Warsito di Tangerang. (4)

  • Apresiasi China


Selain Akira Takeuchi, ada pula dokter asal Amerika Serikat, Eropa dan Tiongkok.

Tiongkok menjadi satu negara yang serius menginginkan ilmu yang dimilikinya.

Baru-baru ini, salah satu Rumah Sakit di Guangzhou meminta Warsito hadir langsung ke Tiongkok.

Baca: Warner Bros Rilis Bocoran Tampilan Film Scooby-Doo, Dibintangi Zac Efron hingga Amanda Seyfried

Baca: FILM - Whiplash (2014)

Warsito royal membagikan hasil riset yang telah lama dilakukan secara intensif bersama rekan-rekan.

Warsito memilih membagikan hasil riset secara cuma-cuma termasuk ke pihak asing karena alasan kemanusiaan, daripada riset mati. (4)

  • Aktivitas


Warsito Purwo Taruno telah memegang berbagai posisi di pemerintahan dan akademisi.

Profesor Warsito menjabat ketua Perhimpunan Ilmuwan dan Insinyur Indonesia (MITI) sejak 2004.

Sebelumnya menjabat sebagai wakil menteri Riset dan Teknologi Republik Indonesia 2009-2011.

Warsito merupakan anggota fakultas di departemen fisika Universitas Indonesia.

Dr. Warsito Purwo Taruno MEng bersama salah satu alat temuannya.
Dr. Warsito Purwo Taruno MEng bersama salah satu alat temuannya. (media.suara.com)

Profesor Warsito menjadi profesor tamu di Universitas King Saud, Kebangsaan Malaysia dan Shizuoka.

Warsito telah menulis lebih dari 100 makalah ilmiah dan mematenkan 8 paten.

Profesor Warsito menjabat pengulas sukarela di IEEE Sensors Journal (USA) dan Ilmu dan Teknologi Pengukuran (IOP, London)

Baca: Lewis Hamilton Persembahkan Gelar Juara Dunia F1 untuk Mendiang Niki Lauda

Baca: Jadi Juara Dunia 6 Kali, Marc Marquez Kalahkan Rekor Mick Doohan, Legenda Balap GP500

Profesor Warsito juga menjadi pengulas di Flow Measurement and Instrumentation (Elsevier, London).

Profesor Warsito juga tergabung sebagai anggota Komite Ilmiah pada International Society of Industrial Process Tomography. (1)

(TribunnewsWiki.com/Nabila Ikrima)



Nama Lengkap Warsito Purwo Taruno
Lahir Karanganyar, 15 Mei 1967
Karir pendiri dan CEO CTECH Labs EdWar Technology
Penemuan Electrical Capacitance Volume Tomography (ECVT) dan Electrical Capacitance Cancer Theraphy(ECCT)
   


Sumber :


1. www.c-techlabs.com
2. www.winnetnews.com
3. mediaindonesia.com
4. www.medcom.id






ARTIKEL REKOMENDASI



KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2019 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved