Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Denis Mukwege adalah seorang Gynekologi atau dokter kandungan sekaligus Pastor Agama Kristen Pantekosta.
Denis Mukwege lahir di Kongo, 1 Maret 1955.
Selain itu, Denis Mukwege adalah pendiri sekaligus pekerja di Rumah Sakit Panzi di Bukavu, Kongo, yang sering menangani perempuan korban pemerkosaan yang dilakukan oleh pemberontak bersenjata.
Pada tahun 2018, Mukwege bersama warga Irak sekaligus aktivis hak asasi manusia dari kelompok Yazidi, Nadia Murad, diberi penghargaan perdamaian Nobel Peace Prize atas usahanya mengakhiri kekerasan seksual dalam perang dan konflik bersenjata.
Denis Mukwege tercatat mengobati ribuan perempuan yang menjadi korban pemerkosaan sejak Perang Kedua di Negara Kongo.
Beberapa dari pekerja di rumah sakit yang didirikan oleh Denis Mukwege dilaporkan bekerja selama 17 jam sehari sepanjang terjadinya operasi militer.
Berdasarkan catatan media The Globe and Mail, Denis Mukwege dianggap sebagai pakar atas penyakit yang ditimbulkan dari pemerkosaan.
Pada tahun 2003, Denis Mukwege diberi penghargaan Right Livelihood Award atas kerja dan keberaniannya dalam menyembuhkan penyakit perempuan korban pemerkosaan.
Denis Mukwege juga sering berbicara masalah-masalah di negaranya di dunia internasional. [1]
Kehidupan Pribadi dan Pendidikan #
Denis Mukwege adalah anak ketiga dari sembilan bersaudara yang lahir di lingkungan Kristen.
Ia hampir mati saat lahir karena infeksi, namun berhasil diselamatkan oleh seorang misionaris pantekosta asal Swedia sekaligus bidang, Majken Bergman.
Dalam bidang pendidikan, Denis belajar ilmu medis lantaran ingin menyembuhkan orang sakit sesuai harapan ayahnya sekaligus seusai melihat penyakit komplikasi dalam kelahiran anak di Kongo yang tak memiliki akses spesialis kesehatan.
Setelah lulus dengan gelar medis dari Universitas Burundi tahun 1983, Mukwege bekerja sebagai dokter anak di Rumah Sakit Lemera dekat wilayah Bukavu.
Namun, seusai melihat pasien perempuannya yang tak mendapat perawatan yang tepat lantaran terkena infeksi genital dan fistula obstetrik pasca-melahirkan, menggugah Mukwege untuk melanjutkan studi gynaecology dan obstetric di Universitas Angers, Prancis.
Di sini ia merampungkan studi masternya pada tahun 1989 yang dibiayai oleh Misi Pantekosta Swedia. [2]
Karier #
Setelah kembali dari belajar di Belgia, Mukwege melanjutkan bekerja di Rumah Sakit Lemera.
Mukwege kembali ke Bukavu dan mendirikan Rumah Sakit Panzi pada tahun 1999 setelah perang di negara Kongo yang pertama.
Konstruksi bangunan utamanya dibiayai oleh organisasi bantuan Kristen dan Swedish International Development Cooperation Agency.
Sejak didirikan, Rumah Sakit Panzi telah merawat lebih dari 82.000 pasien dengan penyakit gynekologi yang kompleks dan trauma yang berlebihan, di mana 60 persen luka disebabkan oleh kekerasan seksual.
Kebanyakan pasiennya datang dari wilayah konflik.
Mukwege menjelaskan pasiennya terkadang datang dalam keadaan telanjang, terutama saat kondisi luka.
Pada bulan September 2012, Mukwege memberi pidatonya di PBB di mana ia bicara persoalan perkosaan massal di Negara Kongo.
Ia juga mengkritik pemerintahan Kongo dan negara lainnya yang tidak membantu negaranya.
Pada 25 Oktober 2012, empat orang bersenjata menyerang tempat tinggalnya saat ia tidak sedang berada di rumah.
Orang-orang ini kemudian menyandera adik perempuannya dan menunggu dirinya kembali dengan tujuan menyerangnya.
Sekembalinya dari rumah, ia datang bersama seorang pengawal yang kemudian ditembak oleh para penyandera.
Mereka kehilangan jejak Mukwege saat tembak-menembak terjadi lantaran ia bersembunyi.
Setelah usaha pembunuhan terhadap dirinya terus dilakukan, Mukwege pergi menjadi eksil di Eropa.
Rumah Sakit Panzi yang ia dirikan dilaporkan mengalami kehancuran seusai ditinggalkannya.
Ia kembali ke Bukavi pada 14 Januari 2013, di mana para penduduk negara Kongo menerimanya dengan hangat di Bandara Kavumu, terutama dari para pasien-pasiennya yang rela mengumpulkan uang untuk membeli tiket kepulangannya dengan menjual nanas dan bawang. [3]
Penghargaan #
Berikut adalah penghargaan yang pernah diterima Denis Mukwege:
- UN Human Rights prize (New York, December 2008)
- Olof Palme Prize (Sweden, 2008)
- African of the Year (Nigeria, January 2009)
- Chevalier de la Légion d'Honneur by the French government (Kinshasa, November 2009)
- Van Heuven Goedhart-Award (June 2010) from the Netherlands Refugee Foundation (Stichting Vluchteling)
- The Wallenberg Medal (University of Michigan, October 2010)
- The King Baudouin International Development Prize (Brussels, 24 May 2011)
- Clinton Global Citizen Award for Leadership in Civil Society (New York, September 2011)
- The 2011 Deutscher Medienpreis (German Media Award) (Baden Baden, Germany, February 2012)
- Officier de la Légion d'Honneur Française (Panzi, July 2013)
- Civil Courage Prize (October 2013)
- Human Rights First Award (August 2013)
- Right Livelihood Award (September 2013)
- "Prize for Conflict Prevention" by the Fondation Chirac (Paris, October 2013)
- The Hillary Clinton Award (Washington, DC, February 2014)
- The Inamori Ethics Prize from the Case Western Reserve University Inamori Center for Ethics and Excellence (October 2014)
- Solidarity Prize received from Médecins du Monde and the Saint-Pierre University Hospital (Brussels, October 2014)
- Gulbenkian Prize (Lisbon, July 2015)
- Women for Women International "Champion for Peace Award" (New York, November 2015)
- University of Pennsylvania School of Nursing Renfield Foundation Award for Global Women's Health (Philadelphia, March 2016)
- Four Freedoms Award Laureate for the Freedom From Want, by the Roosevelt Institute in New York and Franklin D. Roosevelt Stichting (Middelburg, Netherlands, April 2016)
- Seoul Peace Prize (Seoul, Korea, October 2016)
- Nobel Peace Prize, with Nadia Murad (October 2018) [4]
Gelar Honorarium #
Berikut adalah gelar honorarium yang pernah diterima Denis Mukwege:
- Honorary Doctorate by the faculty of medicine at Umeå University (Sweden, June 2010)
- Honorary degree from the University of Louvain (UCLouvain, Belgium, February 2014)
- Harvard University Honorary degree as Doctor of Science (Boston, May 2015)
- University of Edinburgh Honorary Degree of Doctor of Medicine (Scotland, December 2017)
- University of Angers (French: Université d'Angers) Honorary Degree of Doctor of Medicine (Angers, France, January 2018)
- Honorary degree from University of Liège Honorary Degree Doctor Honoris Causa (Liège, Belgium, September 2018)
- Honorary degree from Pennsylvania State University (Philadelphia, United States, Mai 2019)
- Honorary degree from New University of Lisbon (Lisbon, Portugal, Mai 2019)
- Honorary degree from Université de Montréal (Montréal, Canada, June 2019) [5]
Publikasi dan Film Dokumenter #
Berikut adalah publikasi buku yang berkaitan dengan Denis Mukwege:
- (Colette Braeckman: L'homme qui répare les femmes. Violences sexuelles au Congo. Le combat du docteur Mukwege. Bruxelles, André Versaille, 2012. ISBN 978-2-87495194-7.
- Denis Mukwege: "Dr. Mukwege Fights Back", The New York Times, 2 November 2012.
- Denis Mukwege: Plaidoyer pour la vie. Editions Archipel, 2016. ISBN 978-2-80982053-9.
Berikut adalah film dokumenter yang berkaitan dengan Denis Mukwege:
- Angèle Diabang Brener 2014: Congo, un médecin pour sauver les femmes (in French).
- Thierry Michel and Colette Braeckman 2015: The Man Who Mends Women: The Wrath of Hippocrates. [6]
--
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)
| Info Pribadi |
|---|
| Nama | Denis Mukwege |
|---|
| Tempat & Tanggal Lahir | Kongo, 1 Maret 1955 |
|---|
| Media Sosial |
|---|
| @drdenismukwege |
| https://www.facebook.com/DrDenisMukwege/ |
| @DenisMukwege |
| Website | drmukwege.com |
|---|
Sumber :
1. pcpj.org
2. web.archive.org
3. web[.archive.org
4. religionnews.com
5. religionnews.com
6. religionnews.com