Benteng Altit dan Baltit

Benteng Altit dan Baltit merupakan benteng peninggalan abad pertengah di kawasan Pakistan Utara di pegunungan Hunza sepanjang jalur sutra


zoom-inlihat foto
altit-fort.jpg
nationalgrographic.grid.id/Gita Laras Widyaningrum
Fort Alit

Benteng Altit dan Baltit merupakan benteng peninggalan abad pertengah di kawasan Pakistan Utara di pegunungan Hunza sepanjang jalur sutra




  • Informasi Awal #


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Bukit Hunza Pakistan dengan jalur sutranya berhasil menarik perhatian para pedagang asing, penjelajah, dan pendaki gunung selama berabad-abad.

Wilayah bukit Hunza Pakistan Utara ini memiliki warisan budaya dan alam yang sangat kaya.

Pusat peradaban Hunza, terdapat benteng bernama Altit yang berusia lebih dari seribu tahun, dan Baltit yang berumur lebih nuda yakni 700 tahun.

Kedua benteng merupakan symbol, eksistensi rezim feodalisme di Pakistan Utara.

Benteng Altit pernah digunakan sebagai rumah bagi mir atau raja Hunza, namun tidak berelang lama benteng Altit dikosongkan.

Benteng dengan bentuk persegi panjang ini berada di kaki gletser Ultar, menawarkan pemandangan lembah Hunza dan aliran sungainya.

Keberadaan benteng Altit yang berda di tepi sungai sangat strategis, apabila digunakan untuk mengontrol rute perdagangan menuju Asia Selatan da Tengah.

Benteng Baltit berada di pinggiran gletser Ultar di pusat lembah Hunza, antara pegunungan Karakorum dan wilayah Gilgit Baltistan Pakistan[1].

  • Sejarah #


Baltit merupakan benteng pertama yang direstorasi oleh lembaga kebudayaan Aga Khan, sebagai proyek percontohan konservasi yang tengah berlangsung dalam pelestarian monumen di Pakistan Utara.

Lembaga ini juga aktif dalam restorasi monumen dan tempat bersejarah di Khyber Pakhtunkhwa dan di Punjab (Shahu Hammam dan Masjid Wazir Khan).

Saat ini benteng Baltit dibuka untuk umum, dengan tujuan menjadi pusat budaya dan didukung sumbangan relawan atau organisasi yang tertarik dalam pelestarian warisan budaya dan sejarah dari bagian negara ini.

Masa lalu kawasan Hunza diwarnai persaingan budaya dengan Nagar, hanya dipisahkan sungai antar kedua tempat.

Kedua negara dikuasai oleh Tham, namun masing-masing negara membangun berbagai kubu pertahanan untuk menjaga kekuasaan mereka.

Penguasa Baltit awalnya menempati benteng Altit, namun akibat konflik antar dua Sultan Shah Abbas dan Sultan Ali Khan.

Sultan Shah Abbas kemudian bergeser ke benteng Baltit, dan menjadikannya ibukota Hunza.

Akibatnya, struktur benteng Baltit dipengaruhi budaya Ladakhi / Tibet, dan percampuran budaya Istana Potala di Lhasa.

Ketika Hunza menjadi bagian jalur sutra, penguasa Hunza mulai melakukan penambahan dan renovasi.

Ketika Inggris menginvasi bulan Desember 1891, Tham / Pangeran Safdarali Khan, penguasa Hunza dan Wazir Dadu (Thara Baig III) melarikan diri ke Kashgar (Cina). [2]

Bangunan benteng Baltit memili struktur kayu dan batu dengan pelekat lumpur, dibangun berlantai tiga.

Penambahan lumbung dan beberapa took di ruang bawah tanah di atas bukit, dengan lahan perkebunan sempit buatan manusia, demi stabilitasi fondasi kunonnya.

Hubungan kurang harmonis antara Hunza dan Nager semakin memburuk sejak pertama kalinya di abad ke-9.

Tahun 1863 Mr Ghazzan Khan I bekerjasama dengan panglima perang Hunza, mulai menempatkan meriam di kawasan Hunza untuk menghadapi kondisi politik di sekitar negaranya.

Berdasar berita penyerangan yang datang dari seberang sungai, mengindikasikan negara Nager juga menyusun meriam dibantu dengan negara Kashmir India.

Mr Ghazzan Khan 1 akhirnya berhasil mendapatkan jasa perancangan meriam, Adina Baiq dari Badakshan di Asia Tengah.

Tahun 1863 Negara Hunza menguji kemampuan tembak meriam dan dipamerkan di benteng Baltit.

Penaklukan negara Hunza dan Nager oleh Inggris Desember 1891, dinding benteng dan menara pengawas dari Baltit di ujung utara dan barat dihancurkan.

Inggris kemudian menetapkan Tham / Mr Muhammad Nazim Khan S.K.E, sebagai pemimpin negara Hunza pada September 1892.

Selama Hunza dipimpin Nazim Khan terjadi beberapa perubahan besar di benteng Baltit.

Bahkan Nazim Khan menambahkan beberapa kamar dengan gaya kolonial Inggris di Baltit.

Nazim Khan menempati benteng Baltit sebagai rumah pribadi, sehingga benteng ditutup sampai tahun 1945.

Penutupan dikarenakan terdapat kamar kerajaan, sebagai lambang penguasa.

Kamar ini digunakan sebagai guest house, kamar tidur musim dingin Mr Hunza dan pertemuan pribadi.

  • Peninggalan #


Benteng Altit dan Baltit masih menyimpan beberapa artefak, terutama artefak sebagai lambang status sosial keluarga kerajaan.

Artefak terkenal lainnya, seperti karpet impor, dan  ukiran dari Cina.

Alat musik Tibet, catatan mata uang Cina, karya kaca Kashmiri, karpet lokal, kursi kerajaan warna-warni dan alat musik string yang digunakan selama pembacaan puisi devosional (qasayid) dari sastra Persia selama pertemuan keagamaan di Rani Kott.

Ukiran kayu yang indah dari benteng ini sangat menarik, dan diadopsi di banyak bangunan kemudian di lembah hunza.

Struktur Cribbage kayu bekerja (dikenal secara lokal sebagai kator), adalah alasan sebenarnya dari stabilitas selama berabad-abad, meskipun berbagai bahaya alam.

________________

Referensi:

Moin Uddin Hunzai and Akbar. 2014. "Baltit Fort". Baltit Heritage Trust: Karimabad.

The Aga Khan Development  Network. 2006. "Restoration of Landmark Buildings in Mountainous Northern Pakistan". Pakistan.

Official web tentative list UNESCO. 2014. "Baltit Fort".



Nama Benteng Altit dan Baltit
Lokasi Pakistan Utara
Google Map 36°19?32?N 74°40?11?E
YouTube Medieval Fort Restored as Spectacular Hunza Valley Builds it Natures
Pengelola Aga Khan Trust for Culture


Sumber :


1. www.nationalgeographic.com
2. nationalgeographic.grid.id


BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved