TRIBUNNEWSWIKI.COM - Laga Persebaya Surabaya vs PSM Makassar dijadwalkan akan diselenggarakan pada Sabtu (2/11/2019).
Meski Persebaya bertindak selaku tuan rumah, laga tersebut tidak bisa dilangsungkan di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.
Hal itu diketahui dari unggahan Instagram resmi Tim Bajul Ijo.
Persebaya mengunggah keterangan tidak bisa menjamu PSM Makassar di Surabaya.
Dalam postingan tersebut tertulis caption:
"Pertandingan Persebaya melawan PSM Makassar yang rencananya diselenggarakan pada 2 November mendatang tidak bisa diselenggarakan di GBT.
Saat ini masih diusahakan untuk stadion pengganti di luar Surabaya.
Perihal refund tiket bundling akan diinformasikan besok."
Hal itu tidak lepas dari kerusuhan yang terjadi ketika Persebaya menjamu PSS Sleman.
Terkait dengan kericuhan Polda Jatim sudah melakukan pengusutan terkait insiden tersebut.
Hal tersebut juga menindaklanjuti permintaan dari Gubernur jawa Timur saat ini, Khofifah Indar Parawansa, untuk melakukan pengusutan.
Baca: Pos Pulpen Rp 635 M, Gubernur Anies Tegur Bawahan: Saya Ada 3 Laser Pointer, Mau Belanja Apa Lagi
Baca: Rayakan Halloween 2019, NASA Rilis Foto Wajah Melotot yang Menyeramkan di Ruang Angkasa
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, mengatakan pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di dalam stadion untuk mengumpulkan barang bukti.
"Tadi siang (kemarin-red) pukul 11.00 WIB, Ditreskrimum Polda Jatim telah melakukan observasi dan olah TKP di sana," jelasnya seperti yang dilansir dari Tribun jatim.
Barung menambahkan bahwa ia juga akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi untuk mengumpulkan barang bukti.
"Visual yang berhubungan dengan itu kami kumpulkan, pemerikasaan saksi pasti kami akan lakukan," jelasnya.
"Hal tersebut kami lakukan untuk penegakan hukum pidana," imbuhnya.
Meskipun Polda Jatim memiliki hubungan baik dengan supporter, ia menyatakan bahwa tetap akan menindak tegas terkait pengrusakan stadion.
Sebenarnya hubungan Polda Jatim dengan seluruh supporter baik, tapi ini menyangkut tentang pengerusakan dan tindak pidana," jelasnya.
Persebaya saat ini menempati peringkat kesembilan dengan koleksi 31 poin.
Bajul Ijo mencatatkan 7 kemenangan, 10 hasil imbang serta delapan kekalahan dari 25 penampilan.
Baca: 13 FOTO PENAMPAKAN Menyeramkan Ruang Angkasa yang Pernah Diterbitkan NASA, Ada Wajah Mirip Alien
Baca: Postingan Transmart Carrefour soal Harga Lem Aibon Murah Jadi Trending Topic
Kronologi Kerusuhan
Dilansir Tribunnews dari Kompas.com, banyak cara yang dilakukan Bonek, supporter Persebaya, mulai dari smoke bomb, meninggalkan tribun, hingga diam tak bernyanyi.
Tanda-tanda kekecewaan Bonek tampak sejak awal laga, banyak spanduk protes terbentang di stadion.
Jelang kick off babak pertama, Bonek sudah mulai membakar smoke bomb.
Namun aksi ini tidak berlanjut hingga laga dimulai.
Situasi memburuk ketika Persebaya tertinggal 1-3 dari PSS di babak pertama.
Nyanyian protes dari Bonek pun bergemuruh di stadion.
Tidak sampai disitu, Bonek yang berada di tribun utara keluar dari stadion hingga bagian tersebut kosong.
Setelah itu, Bonek yang berada di tribun lain diam dan tidak menanyikan lagu dukungan untuk sekuat Bajul Ijo yang tengah berlaga.
Ketika babak kedua akan dimulai, pemain Persebaya yang memasuki lapangan disoraki Bonek dengan teriakan 'huuu'.
Hingga pertengahan babak kedua Bonek masih diam.
Di sudut lain, kembang api sudah mulai dinyalakan oleh pendukung Persebaya.
Puncaknya ketika wasit Al Khatiri meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, para supporter mulai turun ke lapangan.
Supporter yang turun ke lapangan tampak menghampiri pemain Persebaya seperti Ruben Sanadi dan Hansamu Yama.
Namun para punggawa Bajul Ijo setelah itu dibawa ke ruang ganti.
Kondisi di stadion tidak hanya aksi supporter yang masuk ke dalam lapangan, melainkan pelemparan botol, penyalaan flare hingga smoke bomb.
Situasi semakin tidak kondusif setelah sejumlah oknum supporter merusak fasilitas stadion hingga membakar salah satu gawang yang ada di dalam stadion.
Baca: Belum Banyak yang Tahu, Ducati Ternyata Pernah Bikin Motor Roda Tiga Mirip Bajaj atau TVS
Baca: HBO akan Keluarkan House of the Dragon, Prekuel yang Berkisah 300 Tahun Sebelum Game of Thrones
Wolfgang Pikal Mundur
Beberapa waktu setelah kerusuhan, pelatih Persebaya Wolfgang Pikal mundur dari posisinya.
Pengunduran diri tersebut diketahui lewat unggahan akun resmi Persebaya Surabaya pada Rabu (30/10/2019).
"Saya mau bilang terimakasih untuk klub, manajemen dan pemain Persebaya Surabaya," ungkap Pikal.
"Dengan hari ini tanggal 30 Oktober, saya mundur sebagai pelatih kepala Persebaya, ini memang tanggung jawab sebagai head coach," lanjutnya.
"Ini resiko jadi pelatih, saya harap Persebaya bsia bangkit, maju, soalnya klub, manajemen luar biasa, all the best untuk masa depan Persebaya Surabaya," tutup mantan asisten pelatih Alferd Reidl ini.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Ahmad Nur/Tribunnews)