TRIBUNNEWSWIKI.COM - Umumnya sepeda motor dipakai melaju di darat atau di jalanan, bisa di aspal (tarmac), kerikil (gravel), atau bahkan salju.
Namun, bagaimana jika sepeda motor bisa melaju di air?
Atau malah seperti hoovercraft yang bisa dipakai di darat dan air?
Dilansir oleh Gridoto.com, sepeda motor amfibi memang ada, Gibbs Biski adalah satu di antaranya.
Namun, Gibbs Biski masih dalam bentuk konsep alias belum dilempar ke pasar.
Baca: Yamaha NIKEN GT, Motor Sport Beroda Tiga Segera Hadir, Ini Fitur yang Ditawarkan
Baca: Yamaha MT-25 2020
Gibbs Biski dibuat oleh perusahaan kendaraan amfibi Gibbs Technologies yang berasal dari Michigan, Amerika Serikat.
Meksipun baru dalam bentuk konsep dan belum ada info kapan diproduksi massal, Gibbs Biski ini terlihat sangat cocok untuk bikers di daerah rawan banjir ataupun di wilayah yang banyak sungainya.
Sekilas, Gibbs Biski terlihat mirip perahu atau jetski
Dapur pacu Gibbs Biski menggunakan mesin dua silinder berdaya 55 dk.
Baca: Yamaha MT-125 Versi 2020 Dirilis, Simak Pembaruannya Dibanding Versi Lainnya
Baca: Kawasaki Ninja ZX-25R 4 Silinder Sudah Muncul, Simak Spesifikasinya!
Gibbs Biski diklaim memiliki kecepatan maksimal 128 km/jam di darat dan 59 km/jam di air.
Saat beralih dari darat ke air, Gibbs Biski memang butuh persiapan, tetapi hanya lima detik saja.
Untuk mengarahkan kemudi di air, Gibbs Biski tetap pakai pergerakan roda depan dan tidak pakai rudder.
Seandainya Gibbs Biski segera dijual massal, mungkin banyak orang Indonesia yang tertarik.
Berikut spesifikasi Gibbs Biski:
Curb Weight: 228kg
Ground Clearance: 150mm
GVW: 348Kg
Overall Length: 2,350mm
Overall Width: 950mm
Wheelbase 1,790 mm
Engine 2-cylinder petrol
Maximum Power Output: 55hp
Steering: Handlebar
Suspension: Coil over spring dampers
Suspension Retraction: GIBBS proprietary HSA Technology
Brakes: Front and Rear Hydraulic Disc Brakes
Drive: RWD
Lights Road and Marine Navigation Lighting
Propulsion Type (marine): Gibbs custom Dual-jet technology
Wheels and Tires: FR 120/70-16 RR 150/80-15
Selain Gibbs Biski, beberapa waktu yang lalu juga ada Vespa yang bisa berenang di air.
Apakah ini produk baru seperti Gibbs Biski? Tidak!
Vespa ini adalah Vespa lama bermesin 2 tak.
Vespa 2 tak memang sudah menurun peminatnya.
Mungkin hanya penggemar sejati yang masih menyimpannya.
Vespa 2 tak juga sering dimodifikasi untuk menambah performanya atau mengubah tampilannya agar makin terlihat keren.
Contoh modifikasi Vespa yang cukup ekstrem bisa dilihat di postingan akun Instagram @vespabastardos.
Modifikasi ini bisa menunjukkan bahwa Vespa bisa lebih unggul dibanding motor lain.
Vespa ini bisa melaju di air tanpa takut tenggelam.
Vespa berkelir hijau ini memang ada di luar negeri.
Namun, modifikasinya bisa menjadi inspirasi modifikator dalam negeri.
Dengan dua sirip kembar berbentuk papan selancar, motor beroperasi danau atau saat banjir melanda.
Seorang pengendara dengan setelan jas hitam dan bertopi kemudian mengajak seorang wanita untuk melintas di danau.
Keduanya tanpa rasa takut, mengarungi danau dengan tenang dan menarik perhatian orang.
Sayangnya tidak dijelaskan jenis Vespa dan rincian modifikasi yang dilakukan sehingga Vespa tersebut bisa melaju di danau dan mengantarkan pengendaranya dengan selamat.
Vespa 'amfibi' yang bisa digunakan di darat dan air ini memang bisa jadi pilihan, mungkin saat dilanda banjir.
Sementara itu perusahaan Rusia bernama Yagalet juga tengah mempersiapkan kendaraan amfibi.
Namun, kali ini adalah kendaraan roda empat alias mobil.
Bahkan selain mobil amfibi, jika Yagalet sukses maka perusahaan ingin membangun teknologi serupa ke dalam sebuah SUV atau minivan.
Perusahaan tidak memberikan rincian atau penjelasan bagaimana sistem ini akan bekerja di atas air.
Dikutip dari Motor1.com, akan terdapat tuas pada kabin yang difungsikan untuk mengembangkan pelampung fleksibel di sekitar bodi mobil.
Mobil amfibi ini dikabarkan akan melakukan perjalanan seperti di air, rawa, saluran air, kanal-kanal, dan salju tebal.
Perusahaan mengatakan bahwa dengan pembangunan mobil ini bisa memecahkan masalah berupa kemacetan.
Ini dikarenakan mereka fokus kepada saluran air atau kanal di negara mereka yang bisa menjadi salah satu jalur terbaru untuk menghindari kemacetan.
Konsep ini sebenarnya sudah ada sejak tahun 2010 di mana berubah menjadi roda empat baru-baru ini.
Sampai saat ini proyek yang dikerjakan dibiayai dengan dana sendiri.
Tampaknya mulai serius dengan persiapan pembuatan proposal untuk proyek ini.
(GRIDOTO.COM/Ditta Aditya Pratama /TRIBUNNEWSWIKI.COM/Febri)