Badan Intelijen Negara (BIN)

Badan Intelijen Negara (BIN) adalah lembaga pemerintah nonkementerian Indonesia yang bertugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang intelijen.


zoom-inlihat foto
badan-intelijen-negara-bin.jpg
Tribun Jogja
Badan Intelijen Negara

Badan Intelijen Negara (BIN) adalah lembaga pemerintah nonkementerian Indonesia yang bertugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang intelijen.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Badan Intelijen Negara (BIN) adalah lembaga pemerintah nonkementerian Indonesia yang bertugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang intelijen.

Kepala BIN sejak 9 September 2016 adalah Jenderal Polisi Budi Gunawan.

Angker, rahasia, misterius, tertutup, klandestin, dan bahkan kekerasan.

Itulah kesan spontan yang sering muncul dari mindset publik, ketika ditanyakan perihal dunia Intelijen.

Terkadang mindset awam ini masih diikuti oleh sinimisme terhadap profesi Intelijen, seperti tercermin pada ungkapan "intel Melayu" atau "spion Melayu".

Tidak heran, pemikiran seperti itu masih berkembang di kalangan masyarakat, karena karakter dunia Intelijen mengutamakan prinsip kerahasiaan, anonimitas dan cara kerja klandestin.

Kepala Badan Intelijen Negara Jenderal Pol. (Purn) Prof Dr. Budi Gunawan
Kepala Badan Intelijen Negara Jenderal Pol. (Purn) Prof Dr. Budi Gunawan, S.H, M.Si., Ph.D melantik sejumlah Pejabat dan Fungsional Agen di Gedung Pertemuan Soekarno Hatta.

Memasuki era keterbukaan, Intelijen ditantang untuk mengubah karakter "misterius" yang melekat menjadi karakter yang lebih impresif "terbuka" dengan publik.

Asosiasi publik ketika berbicara mengenai Intelijen, tentu tidak terlepas dari keberadaan institusi Badan Intelijen Negara (BIN).

Hal tersebut ada pembenarannya, karena BIN merupakan satu-satunya institusi yang kedudukannya sebagai "State Intelligence".

Tulisan ini, setidaknya akan mencoba membuka ruang "ketertutupan" institusi Intelijen, seperti BIN, melalui perspektif "Human Interest".

Pendekatan awal ini akan memudahkan untuk mengenal lebih jauh tentang lingkungan Intelijen.

Pada bagian awal, akan didiskripsikan mengenai lingkungan kehidupan di "HEADQUARTER" BIN.

Secara internal, Kantor BIN dikenal dengan sebutan "Komplek Kasatrian Soekarno Hatta" , meski masyarakat di sekitar compound lebih familiar dengan sebutan Komplek BAKIN.

Memang kantor yang terletak di Jalan Seno Raya, Pejaten Timur - Pasar Minggu, Jakarta Selatan ini, dulunya merupakan Kantor BAKIN.

Kesan pertama ketika memasuki Komplek BIN, terpateri bahwa masalah keamanan menjadi perhatian utama.

Kantor ini dikelilingi pagar besi yang membatasi jalan umum dengan jalan lingkungan kantor.

Dari Jalan Seno Raya yang sejajar dengan rel kereta api lintasan Pasar Minggu-Kalibata, terlihat pagar tinggi yang ditutup oleh rimbunnya pohon bambu, seolah menyembunyikan gedung-gedung perkantoran BIN.

Dari Jalan Seno Raya, juga terlihat menjulang keberadaan patung Soekarno-Hatta, tepat di depan gerbang utama masuk komplek perkantoran BIN.

Kantor Badan Intelijen Negara (BIN)
Kantor Badan Intelijen Negara (BIN)

Pada konteks institusi, suasana lingkungan perkantoran BIN sangat impresif membangun kewibawaan.

Kewibawaan tidak harus selalu diterjemahkan dengan imaji keangkeran atau bahkan kekerasan.

Kewibawaan juga mengandung nilai harmoni relasi antara institusi dengan para pemangku kepentingan, termasuk masyarakat awam.

Keasrian dan kenyamanan lingkungan Kantor BIN, perlu dipromosikan untuk merubah suasana kontras pada "image Intelijen" selama ini. (1)

  • Sejarah


Perjalanan lembaga Intelijen negara telah menapaki jalan panjang, seiring lahir dan berkembangnya Negara Kesatuan Republik Indonesia NKRI.

Pasca proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, masih pada bulan Agustus 1945, pemerintah Republik Indonesia mendirikan badan Intelijen untuk pertama kalinya, yang dinamakan Badan Istimewa.

Kolonel Zulkifli Lubis ditunjuk memimpin lembaga ini bersama sekitar 40 mantan tentara Pembela Tanah Air (Peta) yang menjadi penyelidik militer khusus.

Personel-personel Intelijen pada lembaga ini merupakan lulusan Sekolah Intelijen Militer Nakano, yang didirikan pendudukan Jepang pada tahun 1943. Zulkifli Lubis merupakan lulusan sekaligus komandan Intelijen pertama.

Pada awal Mei 1946, dilakukan pelatihan khusus di daerah Ambarawa.

Sekitar 30 pemuda lulusannya menjadi anggota Badan Rahasia Negara Indonesia (BRANI).

Lembaga ini menjadi "payung" gerakan Intelijen dengan beberapa unit ad hoc, bahkan operasi luar negeri.

Menteri Pertahanan Amir Sjarifuddin membentuk "Badan Pertahanan B" yang dikepalai seorang mantan komisioner polisi pada bulan Juli 1946.

Kemudian dilakukan penyatuan seluruh seluruh badan Intelijen di bawah Menhan pada 30 April 1947. BRANI menjadi Bagian V dari Badan Pertahanan B.

Di awal tahun 1952, Kepala Staf Angkatan Perang, T.B. Simatupang menurunkan lembaga Intelijen menjadi Badan Informasi Staf Angkatan Perang (BISAP).

Pada tahun yang sama, Wakil Presiden Mohammad Hatta dan Menhan Sri Sultan Hamengku Buwono IX menerima tawaran Central Intelligence Agency Amerika Serikat (CIA) untuk melatih calon-calon intel profesional Indonesia di Pulau Saipan, Filipina.

Sepanjang tahun 1952-1958, seluruh angkatan dan Kepolisian memiliki badan Intelijen sendiri-sendiri tanpa koordinasi nasional yang solid.

Maka 5 Desember 1958 Presiden Soekarno membentuk Badan Koordinasi Intelijen (BKI) dan dipimpin oleh Kolonel Laut Pirngadi sebagai Kepala.

Selanjutnya, 10 November 1959, BKI menjadi Badan Pusat Intelijen (BPI) yang bermarkas di Jalan Madiun, yang dikepalai oleh DR Soebandrio.

Di era tahun 1960-an hingga akhir masa Orde Lama, pengaruh Soebandrio pada BPI sangat kuat diikuti perang ideologi Komunis dan non-Komunis di tubuh militer, termasuk Intelijen.

Setelah gonjang-ganjing tahun 1965, Soeharto mengepalai Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (KOPKAMTIB).

Selanjutnya di seluruh daerah (Komando Daerah Militer/Kodam) dibentuk Satuan Tugas Intelijen (STI).

Pada tanggal 22 Agustus 1966, Soeharto mendirikan Komando Intelijen Negara (KIN) yang dipimpin oleh Brigjen Yoga Sugomo sebagai Kepala.

Kepala Komando Intelijen Negara (KIN) bertanggung jawab langsung kepada Soeharto.

Sebagai lembaga Intelijen strategis, maka BPI dilebur ke dalam KIN yang juga memiliki Operasi Khusus (Opsu) di bawah Letkol Ali Moertopo dengan asisten Leonardus Benyamin (Benny) Moerdani dan Aloysius Sugiyanto.

Kurang dari setahun, 22 Mei 1967 Soeharto mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) untuk mendesain KIN menjadi Badan Koordinasi Intelijen Negara (BAKIN).

Mayjen Soedirgo menjadi Kepala BAKIN pertama.

Pada masa Mayjen Sutopo Juwono, BAKIN memiliki Deputi II di bawah Kolonel Nicklany Soedardjo, perwira Polisi Militer (POM) lulusan Fort Gordon, AS.

Sebenarnya di awal 1965 Nicklany sudah membentuk unit intel PM, yaitu Detasemen Pelaksana Intelijen (Den Pintel) POM.

Secara resmi, DenPintel POM menjadi Satuan Khusus Intelijen (Satsus Intel), lalu tahun 1976 menjadi Satuan Pelaksana (Satlak) BAKIN dan di era 1980-an kelak menjadi Unit Pelaksana (UP) 01.

Mulai tahun 1970 terjadi reorganisasi BAKIN dengan tambahan Deputi III pos Opsus di bawah Brigjen Ali Moertopo.

Sebagai inner circle Soeharto, Opsus dipandang paling prestisius di BAKIN, mulai dari urusan domestik Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) Irian Barat dan kelahiran mesin politik Golongan Karya (Golkar) sampai masalah Indocina.

Tahun 1983, sebagai Wakil Kepala BAKIN, L.B. Moerdani memperluas kegiatan Intelijen menjadi Badan Intelijen Strategis (BAIS).

Selanjutnya BAKIN tinggal menjadi sebuah direktorat kontra-subversi dari Orde Baru.

Setelah mencopot L.B. Moerdani sebagai Menteri Pertahanan dan Keamanan (Menhankam), tahun 1993 Soeharto mengurangi mandat BAIS dan mengganti namanya menjadi Badan Intelijen ABRI (BIA).

Tahun 2000 Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mengubah BAKIN menjadi Badan Intelijen Negara (BIN) sampai sekarang.

Dengan demikian, sejak 1945 s/d sekarang, organisasi Intelijen negara telah berganti nama sebanyak 6 (enam) kali:

  • BRANI (Badan Rahasia Negara Indonesia)
  • BKI (Badan Koordinasi Intelijen)
  • BPI (Badan Pusat Intelijen)
  • KIN (Komando Intelijen Negara)
  • BAKIN (Badan Koordinasi Intelijen Negara)
  • BIN (Badan Intelijen Negara) (2)

  • Visi dan Misi


Visi

Terwujudnya Badan Intelijen Negara yang semakin profesional, objektif dan berintegritas guna mendukung sistem keamanan nasional dalam rangka mewujudkan indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian

Misi

1. Meningkatkan kualitas Informasi Intelijen dengan penyampaian yang cepat, tepat dan akurat;

2. Mengoptimalkan kegiatan operasi Intelijen di dalam dan luar negeri dengan dukungan yang luas dan teknologi intelijen terkini;

3. Memperkuat koordinasi dan sinergitas seluruh Penyelenggara Fungsi Intelijen Negara;

4. Meningkatkan efektifitas kerja sama Intelijen dengan berbagai pihak di dalam dan luar negeri;

5. Mengembangkan dan modernisasi teknologi dan sistem informasi Intelijen yang handal dan terintegritas;

6. Meningkatkan kualitas dan kuantitas personel Intelijen yang kompeten dan profesional;

7. Memperkuat pengkajian dan analisa Intelijen strategis;

8. Mengoptimalkan sinergi pengawasan Intelijen dengan Tim Pengawas Intelijen. (3)

  • Daftar Kepala


Daftar Kepala Badan Intelijen Negara, yang adalah pejabat negara setingkat Menteri. sejak tahun 2001:[3]

  • Jenderal (Purn). A.M. Hendropriyono, masa jabatan 2001-2004, Kabinet Gotong Royong
  • Mayor Jenderal (Purn). Syamsir Siregar, masa jabatan 8 Desember 2004-22 Oktober 2009, Kabinet Indonesia Bersatu I
  • Jenderal Polisi (Purn). Sutanto, masa jabatan 22 Oktober 2009-19 Oktober 2011, Kabinet Indonesia Bersatu II
  • Letnan Jenderal (Purn). Marciano Norman, masa jabatan 19 Oktober 2011-6 Juli 2015, Kabinet Indonesia Bersatu II
  • Letnan Jenderal (Purn). Sutiyoso, masa jabatan 6 Juli 2015-9 September 2016, Kabinet Kerja
  • Jenderal Polisi. Budi Gunawan, masa jabatan 9 September 2016-sekarang, Kabinet Kerja

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)



Informasi
Nama Lembaga Badan Intelijen Negara (BIN)
Dasar Hukum Undang-Undang No. 17 Tahun 2011
Kepala Jenderal Polisi Budi Gunawan
Kantor Pusat Jl. Seno Raya, Pejaten Timur - Pasar Minggu Jakarta Selatan
Situs Resmi www.bin.go.id








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved