Hari Listrik Nasional

Hari Listrik Nasional diperingati setiap tanggal 27 Oktober


Hari Listrik Nasional
PT PLN
Jaringan trasmisi PT PLN 

Hari Listrik Nasional diperingati setiap tanggal 27 Oktober




  • Informasi


TRIBUNNEWSWIKI.COMHari Listrik Nasional diperingati setiap tanggal 27 Oktober.

Awalnya, penetapan secara resmi 27 Oktober 1945 sebagai Hari Listrik dan Gas berdasarkan keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Nomor 20 tahun 1960.

Kemudina berdasarkan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik Nomor 235 /KPTS / 1975 tanggal 30 September 1975 peringatan Hari Listrik dan Gas yang digabung dengan Hari Kebaktian Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik yang jatuh pada tanggal 3 Desember.

Hingga akhirnya tanggal 27 Oktober ditetapkan sebagai Hari Listrik Nasional berdasarkan keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 1134.k. / 43.pe /1992 tanggal 31 Agustus 1992.

Hingga kini, setiap tanggal 27 Oktober diperingati sebagai Hari Listrik Nasional.

Untuk memperingati Hari Listrik Nasional, setiap tahunnya pemerintah akan melakukan berbagai kegiatan dalam rangka mengingat pentingnya semangat dan nilai-nilai hari listrik. (1) 

Ilustrasi pembangkit listrik
Ilustrasi pembangkit listrik ((KOMPAS.com/Sakina Rakhma Diah S))

  • Sejarah Kelistrikan Indonesia


Sejarah kelistrikan Indonesia dimulai pada akhir abad ke 19.

Pada sat itu beberapa perusahaan Belanda, antara lain pabrik gula dan pabrik teh mendirikan pembangkit tenaga listrik untuk keperluan sendiri.

Kelistrikan untuk umum mulai ada pada saat perusahaan swasta Belanda yaitu N V Nign, yang semula bergerak di bidang gas memperluas usahanya di bidang penyediaan listrik untuk umum.

Pada tahun 1927 pemerintah Belanda membentuk s'Lands Waterkracht Bedriven (LWB), yaitu perusahaan listrik negara yang mengelola PLTA Plengan, PLTA Lamajan, PLTA Bengkok Dago, PLTA Ubrug dan Kracak di Jawa Barat, PLTA Giringan di Madiun, PLTA Tes di Bengkulu, PLTA Tonsea lama di Sulawesi Utara dan PLTU di Jakarta. Selain itu di beberapa Kotapraja dibentuk perusahaan-perusahaan listrik Kotapraja.

Ketika Indonesia berada di bawah kekuasaan Jepang, perusahaan listrik dan gas juga ikut diambil alih oleh Jepang, dan semua personil dalam perusahaan listrik tersebut diambil alih oleh orang-orang Jepang.

Setelah Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945, para pemuda, buruh listrik dan gas memanfaatkan momen ini untuk mengambil alih perusahaan-perusahaan listrik dan gas yang dikuasai Jepang.

Setelah berhasil merebut perusahaan listrik dan gas dari tangan Jepang, pada September 1945 suatu delegasi dari buruh/pegawai listrik dan gas menghadap pimpinan KNI Pusat yang pada waktu itu dijabat oleh Kasman Singodimedjo untuk melaporkan hasil perjuangan mereka.

Baca: PT PLN (Persero)

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: 24 Oktober Hari PBB

Selanjutnya, delegasi bersama-sama dengan pimpinan KNI Pusat menghadap Presiden Soekarno, untuk menyerahkan perusahaan-perusahaan listrik dan gas kepada pemerintah Republik Indonesia.

Penyerahan tersebut diterima oleh Presiden Soekarno, dan kemudian dengan Penetapan Pemerintah No. 1 tahun 1945 tanggal 27 Oktober 1945 dibentuklah Jawatan Listrik dan Gas di bawah Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga. (2) 

  • Berdirinya Perusahaan Listri Negara (PLN)


Pada 27 Oktober 1945, Presiden Soekarno membentuk Jawatan Listrik dan Gas di bawah Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga dengan kapasitas pembangkit tenaga listrik sebesar 157,5 MW.

Pada tanggal 1 januari 1961, Jawatan Listrik dan Gas diubah menjadi BPU-PLN (Bada Pemimpin Umum Perusahaan Listrik Negara) yang bergerak di bidang listrik, gas dan kokas yang dibubarkan pada tanggal 1 Januari 1965.

Baca: Hari Ini Dalam Sejarah: 16 Oktober Hari Pangan Sedunia

Baca: Hari Pemberantaan Kemiskinan Sedunia

Pada saat yang sama, 2 (dua) perusahaan negara yaitu Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebagai pengelola tenaga listrik milik negara dan Perusahaan Gas Negara (PGN) sebagai pengelola gas diresmikan.

Logo PT PLN (Persero)
Logo PT PLN (Persero) (jabarprov.go.id)

Pada tahun 1972, sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 17, status Perusahaan Listrik Negara (PLN) ditetapkan sebagai Perusahaan Umum Listrik Negara dan sebagai Pemegang Kuasa Usaha Ketenagalistrikan (PKUK) dengan tugas menyediakan tenaga listrik bagi kepentingan umum.

Seiring dengan kebijakan Pemerintah yang memberikan kesempatan kepada sektor swasta untuk bergerak dalam bisnis penyediaan listrik, maka sejak tahun 1994 status PLN beralih dari Perusahaan Umum menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) dan juga sebagai PKUK dalam menyediakan listrik bagi kepentingan umum hingga sekarang. (3) 

  • Upaya Peningkatan Kapasitas


Setelah melewati rentang waktu 70 tahun, menjelang akhir 2015, rasio elektrifikasi Indonesia mencapai 87 persen.

Angka ini meningkat pesat dalam lima tahun terakhir dibandingkan pada 2010 yang sebesar 67 persen.

Rasio elektrifikasi nasional telah naik 20 persen.

Dalam 5 tahun ke depan, kebutuhan listrik akan tumbuh sebesar rata-rata 8,7 persen per tahun, dengan target rasio elektrifikasi sebesar 95 persen pada akhir tahun 2019.

Untuk mempercepat dan mendorong keberhasilan pembangunan ketenagalistrikan, pada awal Mei 2015, Presiden Joko Widodo meluncurkan program 35.000 MW di Yogyakarta.

Presiden menyampaikan bahwa penambahan kapasitas listrik sebesar 35.000 MW memiliki multiplier efek yang besar bagi pertumbuhan ekonomi antara lain, penyerapan tenaga kerja yang mencapai 650.000 tenaga kerja langsung dan 3 juta orang tenaga kerja tak langsung.

Sudah banyak keberhasilan yang telah dicapai kelistrikan Indonesia.

Namun untuk memenuhi kebutuhan listrik bagi masyarakat di seluruh pelosok nusantara ini, memang masih memerlukan perjuangan dan kerja ekstra keras. (2) 

(Tribunnewswiki.com/Ami Heppy)



Peringatan Hari Listrik Nasional
Tanggal 27 Oktober
   


Sumber :


1. economy.okezone.com
2. www.esdm.go.id
3. www.pln.co.id


Penulis: Amy Happy Setyawan
Editor: haerahr






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved