Valentino Rossi Ingin Balapan dengan Luca Marini Adiknya, Pertanda akan Terus di MotoGP sampai 2021?

Valentino Rossi ingin balapan bersama Luca Marini di MotoGP? Apakah ini artinya dia akan terus di MotoGP sampai 2021?


zoom-inlihat foto
valentino-rossi-1962019-2.jpg
MotoGP.com
Valentino Rossi


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Berusia 40 tahun, Valentino Rossi menjadi pembalap tertua di kelas MotoGP saat ini.

Namun, dia masih cukup kompetitif membalap di usianya yang sudah empat dasarwasa.

Dilansir Gridoto.com, Valentino Rossi akan menjalani balapan ke-400 di MotoGP Phillip Island pada 27 Oktober 2019 nanti.

Di sana, Valentino Rossi akan memecahkan rekor sebagai pembalap dengan start terbanyak, termasuk pembalap pertama yang mencapai 400 start.

Baca: Adik Valentino Rossi Ingin Tampil di MotoGP, Satu Tim dengan Marquez

Baca: Luca Marini

Valentino Rossi
Valentino Rossi (Instagram @valleyelow46)

Belum jelas juga kapan pembalap yang memiliki sembilan gelar juara ini akan gantung helm.

Dilansir GPone.com, Rossi juga tidak menyangka akan memiliki jumlah start sebanyak itu dalam karier balapnya.

Untuk bisa membalap selama itu tidak bisa terpikirkan, apalagi oleh saya yang tidak pernah punya bayangan seberapa lama saya akan membalap,” ujarnya.

“Apalagi saat saya masih umur 17 tahun, saya menganggap mereka yang berumur 25 tahun sebagai kakek saya, tapi sekarang umur saya sudah 40 tahun”, canda Rossi.

Rossi sendiri mengaku bahwa ia masih belum memikirkan karier balapnya selepas tahun 2020 saat kontraknya dengan Yamaha berakhir.

Namun ia masih ingin terus membalap.

Ia juga mengungkapkan jika dirinya punya kesempatan bersaing dengan adik tirinya Luca Marini di MotoGP, hal tersebut akan menjadi pengalaman yang menarik.

Luca Marini, adik Valentino Rossi yang membalap di Moto2
Luca Marini, adik Valentino Rossi yang membalap di Moto2 (Instagram/luca_marini_97)

“Pastinya akan sangat menarik, apalagi saya tidak pernah menyangka hal tersebut bisa menjadi suatu kemungkinan,” kata Rossi.

Rossi berharap adiknya dapat melanjutkan performa baiknya musim depan, mengingat Luca baru saja mencetak dua kemenangan berturut-turut di Moto2 Jepang dan Aragon.

Baca: Giacomo Agostini

Baca: Mick Doohan

“Dengan begitu mudah-mudahan Luca dapat mendapat tempat yang bagus di kelas MotoGP saat 2021 nanti,” imbuhnya.

Apakah ini berarti Rossi akan bertahan setidaknya hingga 2021 untuk mewujudkan keinginan ini?

Mungkin hanya pembalap Yamaha tersebut yang tahu.

Luca Marini memenangkan Moto2 Thailand 2019
Luca Marini memenangkan Moto2 Thailand 2019 (Instagram/luca_marini_97)

Luca Marini mulai membalap di Moto2 pada 2015 bersama Prons Racing Junior.

Pada musim 2018, dia pindah ke tim kakaknya yakni SKY Racing Team VR46.

Pada umumnya Moto2 dianggap sebagai batu loncatan yang akan mengantar para pembalap ke kelas MotoGP.

Namun, dia merasa tidak perlu buru-buru pindah ke kelas para raja.

Menurutnya, jika performanya bagus, MotoGP akan datang padanya.

Namun, belum tentu Luca Marini satu tim dengan kakak tirinya.

Luca Marini bahkan dengan sangat yakin mengatakan dirinya mau bergabung dengan Honda jika ditawari pabrikan Jepang tersebut.

Jika bergabung dengan Honda di tim pabrikan, maka dia akan menjadi rekan setim Marc Marquez, rival kakaknya.

"Tentu saja dan aku akan mengalahkannya di atas trek," kata Marini sambil ketawa.

"Semua orang punya jalan sendiri dan MotoGP akan jadi impian nyata ketika tercapai. Juga jika tim pabrikan Honda memanggilmu, kau tidak akan mengatakan tidak," tegas pembalap yang meraih lima podium pada Moto2 pada musim 2018.

Penasaran dengan profil adik Valentino Rossi?

Simak di bawah ini!

Luca Marini lahir di Urbino, Italia pada August 10, 1997.

Dia adalah adik tiri Valentino Rossi dari pihak ibunya, Stefania Palma.

Marini mulai menggunakan pocket bike pada umur empat tahun.

Pada awalnya, Stefania tidak menginginkan Marini mengikuti jejak Valentino Rossi.

Namun, Marini sangat tertarik dengan dunia balap.

Pada umur tujuh tahun, Marini dan ibunya menonton balap di Sirkuti Assen.

Dia terlihat sangat antusias menyaksikan balap di Assen.

Marini melakoni debut profesionalnya di Moto3 World Championship 2013  pada San Marino and Rimini's Coast motorcycle Grand Prix sebagai wildcard atau pembalap tamu.

Marini menggunakan nomor 97, membalap untuk tim Twelve Racing dan menggunakan FTR Honda, tetapi dia gagal menyelesaikan balapan.

Pada 2015, dia kembali membalap sebagai wildcard di San Marino and Rimini's Coast motorcycle Grand Prix, namun untuk kelas Moto2.

Dia membalap untuk Pons Racing Junior Team, menggunakan Kalex.

Moto2

Setelah lama menjadi pembalap pengganti, Luca Marini akhirnya menjadi pembalap tetap di Moto2 pada musim 2016 bersama Forward Racing Team.

Di debut musimnya, Marini berhasil mencetak lap tercepat di GP Malaysia.

Finish terbaik yang diraih Marini adalah posis ke-6 di GP Jerman dan posisi ke-9 di GP Malaysia.

Marini menyelesaikan musim 2016 di peringkat 23 dengan 34 poin.

Pada musim selanjutnya, performa Marini di Moto2 naik.

Dia sering masuk sepuluh besar dan menyelesaikan musim di peringkat ke-15 dengan 59 poin.

Pada 2018, Marini pindah ke tim yang dimiliki kakaknya, yakni Sky Racing Team VR46.

Performa Marini langsung menanjak semenjak bergabung di tim kakaknya.

Dia mendapat kemenangan perdananya di GP Malaysia.

Selain  itu, dia juga meraih lima podium dan dua kali pole position.

Marini menyelesaikan musim di peringkat ketujuh.

Dia masih di Sky Racing Team VR46 pada musim 2019.

(GRIDOTO.COM/Muhammad Rizal Pradana/TRIBUNNEWSWIKI.COM/Febri)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved