TRIBUNNEWSWIKI.COM - Jelang pengumuman kabinet, beberapa orang dipanggil ke Istana Negara, Senin (21/10/2019) pagi.
Satu di antaranya adalah Wishnutama, CEO NET TV.
Dilansir oleh Tribunnews.com, dia adalah orang keempat yang dipanggil ke istana.
Wishnutama yang dikenal sebagai pendiri sekaligus CEO NET TV ini memiliki nama lengkap Wishnutama Kusubandio.
Baca: Dipastikan Jadi Menteri Kabinet Kerja II, Nadiem Makarim Siapkan Banyak Inovasi
Baca: Disinggung Akan Jadi MENKOPOLHUKAM, Mahfud MD: Kan Bisa Jadi MENTERI AGAMA juga
Dia mulai bekerja di dunia pertelevisian pada tahun 1994, di stasiun TV Indosiar yang ketika masih dimiliki PT EMTEK, milik Eddy Kusnadi Sariaatmadja.
Saat itu, dia memiliki posisi sebagai Supervisor On Air Promotion.
Perjalanan kariernya terus berlanjut hingga akhirnya namanya mulai dikenal publik saat menjadi petinggi di Trans TV.
Pada tahun 2013, Wishnutama mendirikan PT Net Mediatama televisi atau NET.TV.
Ketika datang ke istana, Wisnhutama mengenakan kemeja putih, sama dengan kemeja yang dikenakan beberapa orang yang dipanggil Presiden Jokowi.
Wishnutama pun mendapat pertanyaan mengapa dirinya juga mengenakan kemeja putih.
"Tidak apa-apa, hanya bersih saja, bagus kan," ucapnya.
Kemudian, Wishnutama berujar mendapat panggilan tadi malam, Minggu (20/10/2019).
"Dihubungi tadi malam, belum tahu infonya bagaimana, sudah ya saya masuk dulu sudah ditunggu," ujarnya sembari berlalu.
Terakhir, ia menjawab pertanyaan perihal kesiapannya apabila ditunjuk menjadi menteri.
“Saya gak mau berandai-andai, belum tahu siap disuruh apa," jawabnya.
Saat wartawan menyinggung kemungkinan dirinya ditunjuk memimpin Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Wishnutama hanya tertawa dan menunjuk sang jurnalis.
Calon menteri dari kalangan pengusaha
Selain Wishnutama dua orang pengusaha dipanggil Jokowi ke istana hingga siang ini.
Mereka adalah Erick Thohir dan Nadiem Makarim.
Erick Thohir
Erick Thohir adalah pemilik Mahaka Group, perusahaan induk dari perusahaan yang memiliki fokus pada bisnis media dan entertainment.
Berbagai unit usaha Mahaka seperti di bidang penyiaran (broadcast) yakni Gen FM & Jak FM, stasiun televisi Jak tv, media luar ruang (out of home) Mahaka Advertising, penerbitan (publishing) yakni Harian Republika,Golf Digest, digital yakni Rajakarcis.com dan berbagai perusahaan lainnya yang bergerak di bisnis olahraga dan hiburan
Selama Pilpres 2019 berlangsung, dia adalah ketua tim sukses Jokowi-Ma’ruf Amin.
Namanya disebut-sebut berpeluang besar menjadi menteri Kabinet Kerja Jilid II.
Nadiem Makarim
Pada usia 35 tahun, Nadiem Makarim berhasil mengembangkan startup baru yang kini meraih level Decacorn.
Pada 2006, Nadiem Makarim memutuskan bergabung dengan Mckinsey & Company yang berbasis di Jakarta.
Ia direkrut menjadi konsultan manajemen.
Nadiem bekerja di perusahaan tersebut selama 3 tahun.
Ia juga bekerja di Zalora Indonesia sebagai Co-Founder serta Managing Editor.
Nadiem kemudian memutuskan keluar dari Zalora dan bekerja di Kartuku sebagai Chief Innovation Officer.
Pada 2011, Nadiem Makarim mulai merintis Go-Jek.
Go-Jek merupakan aplikasi pesan ojek online yang telah berkembang besar di Indonesia.
Bos Go-Jek ini juga telah berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia sebesar Rp 9,9 triliun per tahun kepada perekonomian Indonesia.
Selain Erick Thohir dan Nadiem Makariem, Presiden Jokowi juga memanggil Christiany Eugenia Tetty Paruntu, bupati Minahasa Selatan.
Tetty Paruntu adalah bupati Minahasa Selatan periode 2010-2015 dan 2016-2011.
Dia merupakan anak mantan Rektor Universitas Sam Ratulangi, Jopie Paruntu.
Sementara itu, ibunya seorang politikus yaitu Jenny Y Tumbuan.
Tetty sempat pindah ke Inggris dan mengenyam pendidikan menengah di arry Carlton Comprehensive School, Suthon Bomington, Inggris.
Selanjutnya, dia melanjutkan pendidikan di Pitman College jurusan Manajemen Bisnis.
Dia juga tercatat pernah menempuh pendidikan di West London Collage mengambil jurusan Sistem Informasi Management.
Pada1990, Tetty kembali k Indonesia dan melanjutkan pendidikan formal di Institut Pengembangan Sumber Daya Manusia MAYAGITA.
Tetty Paruntu menjabat sebagai Presiden Direktur di PT Puspita Adhiniaga Indonesia sejak 1992.
Kemudian pada tahun 2006, Tetty Paruntu menjadi Direktur PT Chandra Ekakarya Pratama dan Direktur PT Partim Indomakmur.
Tetty Paruntu juga sempat menjadi komisaris di PT Chandra Ekakarya Pratama sejak 1999 hingga 2006.
Selain itu, ia menjadi komisaris di PT Trutama Star pada 2004 hingga 2009.
Bahkan, Tetty Paruntu mendirikan dan menjadi Ketua Eugenia Ministry sejak ta 2002.
Karier politik Christiany Eugenia Tetty Paruntu dimulai ketika ia bergabung dengan Partai Golkar.
Tetty Paruntu juga menjabat sebagai fungsionaris DPP Partai Golkar dan Wakil Bendahara I Partai Golkar Sulawesi Utara.
Hingga pada tahun 2010, Tetty Paruntu berpasangan dengan Sonny Frans Tandayu mencalonkan diri di Pilkada Minahasa Selatan.
Christiany Eugenia Tetty Paruntu dilantik sebagai bupati pada 14 Desember 2010 oleh Gubernur Sulawesi Utara.
Kemudian, dia melanjutkan jabatannya sebagai Bupati Minahasa Selatan periode 2016-2021.
(TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWSWIKI.COM/Febri)