Rio Haryanto

Rio Haryanto adalah pembalap Indonesia pertama yang berkompetisi di Formula One


Rio Haryanto
Gridoto.com
Rio Haryanto pembalap Indonesia pertama di F1 

Rio Haryanto adalah pembalap Indonesia pertama yang berkompetisi di Formula One




  • Informasi awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Rio Haryanto adalah pembalap Indonesia pertama yang berkompetisi di Formula One.

Rio Haryanto pernah menjuarai Formula BMW Pacific pada 2009.

Pada 2016, Rio Haryanto membalap di F1 bersama Tim Manor Racing MRT.

Namun, Rio Haryanto hanya membalap dua belas kali, kemudian digantikan oleh Esteban Oco pada race ke-13.

Sebelum berkompetisi di F1, Rio Haryanto membalap di GP3 dan GP2.[1]

Baca: Doni Tata Pradita

Baca: Gerry Salim

Rio Haryanto
Rio Haryanto

  • Kehidupan dan karier awal


Rio Haryanto lahir di Solo pada 22 Januari 1993 dari pasangan Indah Pennywati dan Sinyo Haryanto.

Rio adalah anak bungsu dari empat bersaudara, yakni Roy Haryanto, Ricky Haryanto,dan Ryan Haryanto.

Keluarga Rio juga berlatar belakang balap.

Ayah dan ketiga kakaknya  pernah berkarier sebagai pembalap.

Ayahnya membalap sampai 2003, Roy Haryanto pernah mengikuti Formula Atlantik pada 1998,  Rian Haryanto pernah membalap di Formula Asia, dan Ricky Haryanto pun juga pernah berkompetisi di dunia balap.[2]

Pada umur enam tahun, Rio mulai mengendarai gokart dan meniti karier balapnya pada 1999.

Rio berhasil juara kadet gokart nasional pada tahun yang sama.

Pada 2005 dan 2006, Ikatan Motor Indonesia memberinya penghargaan sebagai Best Gokart.

Rio berhasil memenangkan seri pertama Kejuaraan Asia Karting Terbuka yang digelar di Sirkuti Guia, Makau pada Juni 2008.

Dia berkarier di gokart selama lebih dari tujuh tahun, sebelum akhirnya pindah ke Formula Asia Renault dan Formula Asia 2.0.

Setahun kemudian, Rio berkompetisi di Formula BMW Pacific.

Rio memenangkan enam seri, naik podium empat belas kali, dan menjuarai Formula BMW Pacific 2009.[3]

Rio Haryanto pembalap Indonesia
Rio Haryanto pembalap Indonesia

  • GP3 dan GP2


Setelah mendapat beberapa sponsor, Rio Haryanto naik kelas ke GP3 Series pada 2010 bersama Manor Racing.

Rio berhasil meraih podium perdananya di Turki.

Di Silverstone dan Monza, dia berhasil menapat podium lagi.

Rio meraih penghargaan sebagai The Best Driver Manor Racing.

Pada Juli 2011, Rio mendapat kemenangan beruntun di Nurbruging dan Hungaroring.

Di Monza, dia meraih podium dua dan tiga.

Dengan hasil ini, Rio mendapat penghargaan The Best Win of Season GP3 Series 2011.[4]

GP2

Rio debut di GP2 Series bersama DAMS pada final musim nonkejuaraan di Marina pada 2011.

Dia baru membalap penuh pada 2012 di Tim Carlin bersama Max Chilton, rekan setimnya.

Pada debut balapnya di GP2, Rio berhasil mencetak fastest lap sekali dan  pole position position.

Finish terbaiknya ada di feature race Valencia, yakni posisi kelima.

Rio mengakhiri musim debutnya di posisi ke-14.

Pada musim selanjutnya, Rio pindah ke Barwa Addax Team, dengan Jake Rosenzweig sebagi rekan setimnya.

Rio akhirnya mendapat podium perdananya di GP2 pada race Silverstone.

Musim 2013 diselesaikannya di peringkat ke-19.

Rio pindah ke EQ8 Caterham Racing pada musim 2014, dengan Alexander Rossi sebagai rekan setimnya.

Dia mendapat podium keduanya di GP2 pada race Monaco.

Pada musim 2015, Rio pindah lagi ke Tim Campos.

Di tim ini, Rio berhasil mendapat kemenangan perdananya di GP2, yakni di Bahrain.

Dia mengulang kemenangannya di Red Bull Ring, meski sayap depannya rusak.

Rio mengakhiri musim di peringkat keempat dengan 138 poin.[5]

  • F1


Rio berkesempatan mencoba mobil F1 milik Manor pada tes pascamusim yang digelar Pirelli pada Desember 2015.

Dia mencoba 55 lap dan mendapatkan lap time terbaik 1:49,593.

Manor Racing akhirnya mengumumkan Rio sebagai pembalap kedua mereka untuk musim 2016.

Rio menjadi satu-satunya pembalap Asia di F1 pada musim tersebut.[6]

Namun, usaha Rio agar dapat membalap di F1 tidak mudah.

Rio tidak mendapat banyak sponsor, sehingga Manor meminta Rio agar menyediakan dana 15 juta euro.

Dia bahkan sempat ke Istana Negara pada Agustus 2015 untuk bertemu Presiden Joko Widodo agar dapat membantunya.

Rio juga melakukan penggalangan dana.

Pertamina, yang menjadi sponsor utama Rio, berjanji mengeluarkan 5,2 juta euro.

Kemenpora kemudian mengeluarkan surat pernyataan jaminan menanggung dana sponsor Rio pada 11 Desember 2015.

Pada 23 Januari, Kemenpora akhirnya mengeluarkan dana APBN Rp100 miliar untuk membantu Rio, meskipun ini menimbulnya banyak kritikan.[7]

Rio menjalani debutnya di F1 dengan kurang beruntung.

Pada sesi latihan di GP Australia, di bertabrakan dengan Romain Grosjean di pit lane.

Rio juga tidak dapat menyelesaikan balapan karena masalah drive link pada lap ke-18.

Dia menjadi pembalap kedua yang dieliminasi dari kualifikasi GP Bahrain.

Rio crash di lap pertama GP Rusia dan terpaksa gagal finish.

Dia gagal finish lagi pada balap basah di Inggris.

Rio hanya membalap sampai GP ke-12 karena masalah dana sponsor yang tidak kunjung turun.

Dana yang dijanjikan Kemenpora tidak bisa turun karena tidak disetujui DPR.

Rio akhirnya digantikan Esteban Ocon dan terpaksa undur diri dari F1.[8]

  • Pencapaian


2010

  • GP3

Peringkat ke-5

2011

Peringkat ke-7

  • GP2

2012

Peringkat ke-14

2013

Peringkat ke-19

2014

Peringkat ke-15

2015

Peringkat ke-4

  • F1

2016

Peringkat ke-24.[9]

(TRIBUNNEWSWIKI/Febri)



Lahir Solo, 22 Januari 1993
Dikenal sebagai Pembalap GP3, GP2, dan F1
Menjuarai Formula BMW Pacific (2009)
Instagram Instagram.com/rharyantoracing
Twitter @rharyantoracing
Website http://rioharyanto.com


Sumber :


1. www.liputan6.com
2. en.wikipedia.org
3. rioharyanto.com
4. www.cnnindonesia.com


Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: Putradi Pamungkas






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved