Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Masjid Raya Al Mashun Medan merupakan masjid yang ada di Kota Medan.
Lokasi Masjid Raya Al Mashun Medan masih satu kompleks dengan Istana Maimun.
Masjid Raya Al Mashun Medan merupakan satu di antara masjid tertua yang ada di Medan.
Masjid Raya Al Mashun Medan dibangun pada masa pemerintahan Sultan Ma'mun Alrasyid Perkasa Alam pada 1906.
Pembangunan tersebut berhasil diselesaikan pada 1909.
Hal itu berarti Masjid Raya Al Mashun Medan telah berusia lebih dari 110 tahun. (1)
Lokasi #
Masjid Raya Al Mashun Medan bertempat di Jalan Sisingamangaraja Nomor 61 Teladan Baru.
Arsitektur #
Bentuk bangunan Masjid Raya Al Mashun Medan sangat unik.
Arsitekturnya memadukan gaya Mughal (India), Eropa (Spanyol), dan Melayu.
Hal tersebut dapat terlihat dari kayu yang dicat biru dan kuning.
Warna kuning menyiratkan Melayu, karena Sultan Deli merupakan orang Melayu.
Di bagian pintu terdapat ornamen Spanyol yang melengkung.
Selain itu juga terdapat kaca patri besar berwarna-warni.
Sementara itu di bagian dinding terdapat motif khas India.
Tiang masjid terbuat dari marmer asli dari Italia.
Tiang tersebut berjumlah delapan tiang dan mengelilingi masjid.
Mimbar yang digunakan saat hari Jum’at dan Ramadhan, memiliki seni bercorak India. (1)
Al-Quran Tertua #
Masjid Raya Al Mashun Medan memiliki tiga Al Quran tertua di Kota Medan.
Al Quran tersebut terletak di dalam ruangan Masjid Raya Al Mashun Medan, tepatnya di dalam rak besar dengan penutup kaca.
Konon Al Quran tersebut diduga sudah berusia ratusan tahun dan lebih tua usainya daripada Masjid Raya Al Mashun.
Al Quran yang berusia ratusan tahun itu terbuat dari bahan kertas kulit kayu yang ditulis tangan.
Pengunjung bisa memberhatikan tulisan Al Quran dari jarak dekat.
Namun, pengunjung tidak bisa memegangnya.
Hal itu untuk menghindari kerusakan, yang dialami dua Al Quran dari tiga di antara Al Quran tertua tersebut.
Pada awalnya, ketiga Al Quran tertua tersebut bisa disentuh serta dipergunakan.
Namun, karena terjadi kerusakan pada dua Al Quran ternyata tersebut maka pihak dari Masjid mengamankannya dengan meletakkan di rak besar tersebut.
Walaupun sudah berusia ratusan tahun dan terletak di rak tersebut, satu di antara Al Quran tersebut masih utuh dengan bacaannya yang masih jelas pula.
Akan tetapi sampai saat ini belum diketahui pasti, tentang asal usul Al Quran tertua tersebut.
Sebab, belum adanya bisa menerjemahkan bahasa mukadimah dari Al Quran tersebut.
Kabarnya, bahasa yang di Al Quran tersebut merupakan bahasa Urdu dan Parsi.
Pihak dari Masjid pun menginginkan apabila ada seorang akreologi atau peneliti yang ingin menerjemahkan dipersilahkan datang.
Akan tetapi, bila sudah diterjemahkan, hasil terjemahaannya diberikan kepada pihak Masjid.
Hal ini dilakukan, agar nantinya dapat memberikan informasi tentang Al Quran tersebut ke masyarakat luas yang datang ke Masjid Raya Al Mashun. (2)
Tradisi Ketika Ramadhan #
Masjid Raya Al Mashun Medan menyajikan menu spesial ketika bulan Ramadhan.
Adalah Bubur Anyang yang merupakan makanan ciri khas Melayu.
Bubur khas Kesultanan Deli ini setiap tahunnya menjadi menu warga Medan untuk berbuka puasa.
Sejak pertama kali masjid Raya dibangun tradisi buka bersama ini sudah ada dan tetap dipertahankan hingga saat ini. (3)
Kunjungan #
Tak hanya umat Islam, umat lintas agama juga diizinkan untuk memasuki kawasan masjid.
Akan tetapi semua pengunjung perlu mentaati peraturan yang telah dibuat.
Semua pengunjung yang memasuki kawasan masjid harus menggunakan pakaian yang sopan.
Selain itu, bagi perempuan harus menggunakan pakaian tertutup dan mengenakan hijab atau kerudung.
Pihak masjid meminjamkan kerudung bagi yang tidak membawa atau memakai. (1)
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Ahmad Nur Rosikin)
| Nama | Masjid Raya Al Mashun Medan |
|---|
| Lokasi | Jalan Sisingamangaraja Nomor 61 Teladan Baru |
|---|
| Kategori | Tempat Beribadah |
|---|
| Maps | https://goo.gl/maps/ugYsoDJjHjtxfLvS6 |
|---|
Sumber :
1. travel.kompas.com
2. medan.tribunnews.com
3. medan.tribunnews.com