Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Ciu merupakan sebutan untuk jenis minuman beralkohol yang dihasilkan dari proses fermentasi ketela pohon cair yang terbuang dalam proses pembuatan tapai.
Minuman ini khas dari daerah Desa Kebjaran, Sumpiuh, Banyumas dan Cikakak Ajibarang, Jawa Tengah, Indonesia.
Minuman ini juga sangat populer di kalangan pemuda Kota Sumiuh.
Minuman ini dikenal mengandung alkohol dan mudah untuk membuat orang yang meminumnya mabuk.
Selain dari daerah Banyumas, ada pula Ciu Solo yang sebenarnya bernama Miras Bekonang.
Ciu Solo merupakan minuman keras tradisional yang banyak diproduksi di daerah Bekonang, Sukoharjo dan Ciu, hasil penyulingan tetes tebu yang telah difermentasi.
Ciu Solo banyak di pasarkan di berbagai daerah di Jawa.
Namun lebih populer di daerah Solo, Jogja dan Magelang.
Sejarah #
Menurut sejarahnya, ciu sudah ada sejak abad ke-17.
Pada masa kolonial Belanda, minuman ini sudah dikenal sebagai miras tradisional.
Sejak 1966, jumlah pengrajin ciu selalu bertambah sejalan dengan meningkatnya jumlah perajin etanol sampai 200 persen.
Kemunculan ciu Bekonang berkaitan dengan berdirinya pabrik gula Tasikmadu di Karanganyar yang kala itu merupakan aset penting Pura Mangkunegaran. (1)
Proses Pembuatan #
Awalnya produksi ciu memang dibuat seperti minuman keras pada umumnya.
Ciu dibuat dari penyulingan etanol yang dicampur dengan tetesan cairan tebu.
Prosesnya pun harus diulang beberapa kali lalu hasilnya diendapkan selama tujuh hari.
Namun, lama kelamaan terdengar kabar kalau ada orang yang mencampur ciu dengan cindil atau anak tikus.
Cindil tersebut ikut direndam bersama cairan etanol yang bertujuan untuk menambah cita rasa pada ciu
Ciu adalah minuman ilegal.
Karena pemerintah daerah Bekonang sudah tidak mengizinkannya sejak lama Sahabat Boom (Saboom).
Pemerintah hanya memperbolehkan pembuatan etanol atau alkohol saja karena itu adalah mata pencaharian terbesar di daerah Bekonang.
Namun, karena ciu dianggap minuman tradisional yang banyak menarik perhatian wisatawan, maka perajin etanol dari dulu hingga sekarang sembunyi-sembunyi untuk memproduksi ciu. (2)
Konsumsi #
Rasa asli ciu memang nikmat bagi pecintanya.
Namun, banyak juga penggila ciu yang tidak puas hanya dengan rasa aslinya tersebut Saboom.
Biasanya mereka mencampurnya dengan minuman lain yang tak kalah keras.
Misalnya saja minuman berenergi, lalu ada juga yang dicampur bersama cairan berkarbonasi.
Bahkan, ada juga beberapa orang yang nekat mencoba meraciknya berbarengan dengan minuman keras lain, mulai dari anggur merah atau putih, wiski dan sebagainya.
Minuman yang berasal dari Desa Bekonang ini tidak hanya terkenal di daerah Jawa Tengah saja Saboom.
Tapi, sudah tersohor ke beberapa kota di Indonesia, salah satunya adalah di Jakarta.
Di ibukota kita tersebut, ternyata sudah banyak warung-warung kecil yang menjual minuman memabukkan tersebut.
Bahkan, hanya dengan harga Rp20 ribu saja, ciu sudah bisa dibeli.
Jadi jangan heran kalau banyak orang yang sampai saat ini masih hobi mengonsumsi minuman keras tersebut. (2)
Kadar Alkohol #
Ciu bisa dibilang sebagai alkohol yang belum sempurna karena hanya melewati satu kali penyulingan.
Padahal seharusnya alkohol harus melewati 3 kali penyulingan.
Proses penyulingan yang kilat ini membuat kadar alkohol dalam bir ciu terbilang cukup tinggi dibandingkan bir komersil yang dijual pasaran.
Tinggi rendahnya kadar alkohol dalam ciu murni bervariasi antara 25-70 persen.
Ada pula beberapa ciu yang bisa mengandung alkohol hingga mencapai 90 persen setelah melewati dua kali proses penyulingan.
Jika dibandingkan, kadar alkohol dalam bir kaleng kemasan yang sudah melewati tiga kali penyulingan umumnya hanya sekitar 4,5-8 persen. (3)
Bahaya #
Efek umum yang dapat langsung terjadi setelah minum miras dengan kadar alkohol tinggi tentu adalah mabuk.
Namun, perlu dipahami bahwa ciu menawarkan kandungan alkohol yang berkali-kali lipat lebih tinggi daripada bir biasa.
Maka tidak menutup kemungkinan efek memabukkannya lebih berisiko bahaya dan fatal apabila diminum berlebihan.
Dampak lainnya dari minum ciu yang mungkin terjadi adalah:
1. Gangguan otak
Menenggak alkohol di luar ambang batas toleransi tubuh dapat menyebabkan kerusakan otak.
Dalam jumlah berlebihan, alkohol semakin memperlambat pernapasan dan detak jantung, serta menurunkan suhu tubuh secara drastis.
Asupan kadar alkohol yang berlebihan juga meningkatkan risiko kejang.
Ini karena semakin banyak alkohol yang Anda minum, semakin membuat otak lama-lama makin menyusut dari ukuran seharusnya.
Kondisi ini disebut dengan atrofi.
Penyusutan otak dapat menyebabkan adanya gangguan dalam berbahasa, berpikir logis, dan menyelesaikan masalah.
Dalam jangka waktu panjang, dampak kerusakan otak akibat minuman keras ini bisa menjadi permanen.
2. Gangguan hati (liver)
Setelah Anda minum, alkohol akan segera dipecah dan disaring oleh hati.
Alkohol lebih cepat disaring oleh hati ketimbang sisa-sisa makanan.
Oleh karena itu, alkohol juga lebih cepat terserap ke dalam darah.
Namun, jika Anda mengonsumsi alkohol di luar batas toleransi tubuh, beban kerja hati akan bertambah berat untuk menyaring racun.
Semakin banyak dan semakin cepat Anda minum, semakin tinggi pula kadar alkohol dalam darah.
Itu sebabnya menenggak ciu dalam porsi berlebihan lambat laun akan merusak hati.
Pada awalnya alkohol akan menyebabkan penumpukan lemak dalam hati, sebuah kondisi yang disebut alcoholic fatty liver.
Jika terus dijadikan kebiasaan dalam jangka panjang, peradangan hati akan menjadi permanen yang dapat berakibat pada penyakit hati kronis, seperti sirosis alkoholik, hepatitis alkoholik, kegagalan hati, dan bahkan kematian.
Kebiasaan meminum terlalu banyak alkohol dalam jangka panjang juga dapat meningkatkan risiko kanker hati.
3. Kerusakan paru
Menenggak minuman keras dalam jumlah banyak akan mengganggu sistem refleks muntah.
Ketika Anda muntah akibat kebanyakan minum alkohol, besar risikonya Anda tersedak jika muntahan menutup jalur napas Anda.
Terlebih refleks batuk Anda juga terhambat karena dalam keadaan setengah sadar.
Sebagian residu muntahan dapat terhirup dan masuk ke dalam paru.
Hal ini dapat berakibat fatal karena berisiko mengembangkan infeksi paru, pneumonia, dan kolaps paru.
4. Keracunan
Alkohol adalah racun buat tubuh. Itu kenapa menenggak minuman keras dalam jumlah banyak berturut-turut dalam waktu singkat bisa menyebabkan keracunan karena hati tidak bisa memproses begitu banyak alkohol dalam waktu singkat.
Kadar alkohol dalam darah bisa terus meningkat semakin banyak Anda minum, dan akan terus meningkat bahkan dalam beberapa jam setelahnya.
Kasus keracunan alkohol yang sangat ekstrem bahkan dapat membuat Anda tidak sadarkan diri, koma, hingga bahkan berujung pada kematian.
Semua risiko bahaya bir ciu di atas sebetulnya belum memperhitungkan risiko bahaya dari bahan-bahan kimia pengoplos ciu yang tidak layak untuk dikonsumsi. (3)
| Informasi |
|---|
| Nama Minuman | Ciu |
|---|
| Jenis | Minuman Keras |
|---|
| Proses | Fermentasi |
|---|
| Asal | Banyumas, Solo, Bekonang, Jawa Tengah |
|---|
Sumber :
1. www.merdeka.com
2. www.boombastis.com
3. hellosehat.com