TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pengawalan ketat dikerahkan untuk memastikan keamanan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam kunjungan kerja di Provinsi Sumatera Utara, Senin (14/10/2019).
Ketiga menteri tersebut menghadiri peresmian pembangunan Glam Camp dan pengembangan infrastruktur kawasan pariwisata di The Kaldera, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara.
Pantauan Tribunnews.com, Menko Luhut dan Menpar Arief Yahya tiba di Bandara Sibisa pukul 09.30 WIB. Menhub Budi menyusul sekira 30 menit setelahnya dengan ditemani tiga anggota Brimob.
Baca: Dikaitkan dengan Kasus Istri TNI Nyinyir soal Wiranto, Istri Jenderal TNI Bintang 3 Ini Jadi Sorotan
Baca: Terungkap! Dikaitkan dengan Abu Rara, Ini Identitas Asli Pria Bersorban dalam Foto bersama Wiranto
Sesampainya di lokasi acara, terdapat puluhan anggota polisi dan Brimob dari Polda Sumatera Utara yang berjaga di dekat para menteri tersebut.
Ketiga menteri disambut oleh Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dan beberapa Bupati. Edy sempat mengucapkan terima kasih kepada TNI Polri atas pengamanan yang telah dilakukan. Namun, dia memastikan wilayah yang dipimpinnya aman.
"Di Sumatera Utara aman, pak. Walau suasananya begini. Gara-gara (kejadian) di Banten jadi begini mohon maaf. Ini menteri hadir semua pertanda tempat ini aman," kata Edy.
Baca: 5 Fakta Irma Zulkifli, Istri Mantan Dandim Kendari yang Dicopot Pangkatnya
Dalam acara itu, pemerintah mengatakan telah menganggarkan Rp 4 triliun untuk pengembangan kawasan Danau Toba. Destinasi Glam Camp di The Kaldera sendiri ditargetkan rampung pada April 2020.
Beberapa waktu sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengaku lebih waspada pascaperistiwa penusukan Menko Polhukam Wiranto di Pandeglang, Banten.
"Ya saya tentu lebih alert-lah pada ini, tapi jangan terlalu berlebihan juga," ujar Luhut saat ditemui di kantor Kemenko Maritim, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (11/10/2019)
Ketika ditanya apakah akan ada pengamanan yang lebih ketat kepada dirinya dan menteri-menteri lain, Luhut mengatakan ada evaluasi pengamanan.
Baca: Luhut Binsar Pandjaitan
"Kami lebih hati-hati, ya sistem pengamanan kita sudah pastilah," kata Luhut.
Luhut juga memastikan peristiwa yang penusukan Wiranto tidak akan menggangu pelantikan Presiden dan Wakil Presiden pada 20 Oktober 2019, mendatang.
Ia juga mengatakan, TNI dan Paspampres sudah memiliki standar operasional prosedur pengamanan yang baik.
"Mengenai 20 Oktober, saya kira sudah ada dari Paspampres dan dari. Mereka saya lihat tadi malam sudah punya SOP rencana kontingensi yang bagus," jelasnya.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/A Nur/TRIBUNNEWS.COM/Ria Anastasia/Kompas)