Seusai Ketemu SBY & Prabowo Subianto, Jokowi Nyatakan Susunan Kabinet/Menteri Jokowi Jilid 2 Rampung

Seusai bertemu SBY kemarin, Jokowi mengakui turut membahas peluang Partai Demokrat bergabung ke kabinet di periode kedua bersama Maruf Amin.


zoom-inlihat foto
kabinet-jilid-2.jpg
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla berfoto bersama dengan calon menteri Kabinet Jokowi Jilid 1 di halaman Istana Merdeka, Jakarta, 26 Oktober 2014. Seusai Ketemu SBY & Prabowo Subianto, Jokowi Nyatakan Susunan Kabinet/Menteri Jokowi Jilid 2 Rampung.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Presiden terpilih 2019-2024 Joko Widodo (Jokowi) menyatakan susunan kabinet Jokowi-Ma'ruf atau Kabinet Kerja II sudah dia rampungkan.

Susunan kabinet baru ini akan diumumkan segera setelah Jokowi dan KH Ma'ruf Amin dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden periode tahun 2019 - 2024, Ahad (20/10/2019).

Acara pelantikan akan digelar di Gedung MPR pada Minggu (20/10/2019) pukul 14.00 WIB.

"Nanti mungkin bisa hari yang sama, mungkin sehari setelah pelantikan," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (11/10/2019).

Pernyataan Jokowi bahwa susunan menteri sudah rampung disampaikan setelah Jokowi bertemu dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), kemudian juga mengadakan pertemua dengan Prabowo Subianto.

Baca: Jokowi: Saya Pastikan Ada Menteri Asal Papua di Kabinet Kerja Jilid II

Baca: Kabinet Kerja jilid II, Jokowi Bakal Umumkan Usai Pelantikan, Ini Gambaran Komposisi Menteri

Kendati kabinet sudah selesai disusun, menurut Jokowi, tidak tertutup kemungkinan akan ada beberapa perubahan sampai hari pengumuman nanti.

"Mungkin ada beberapa pertimbangan masih bisa," kata dia.

Jokowi mengakui bahwa susunan kabinet itu bisa berubah tergantung dinamika politik terakhir, termasuk saat ia bertemu dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.

"Apakah perubahan itu juga setelah pertemuan dengan SBY kemarin, Pak?" tanya wartawan.

"Ya," jawab Jokowi singkat.

Seusai bertemu SBY kemarin, Jokowi mengakui turut membahas peluang Partai Demokrat bergabung ke kabinet di periode kedua bersama Maruf Amin.

Namun, belum ada keputusan yang diambil.

Baca: PDIP Minta Minimal 4 Kabinet Menteri Jokowi Maruf, Orang di Dekat Megawati Ini Diduga Calon Kuat

Baca: 5 Profil yang Diusung Fraksi PKB Duduki Kursi Menteri di Kabinet Jokowi-Maruf

 

"Kita bicara itu ( peluang Partai Demokrat masuk kabinet ), tapi belum sampai sebuah keputusan," ujar Jokowi.

Jokowi menambahkan, belum ada nama-nama menteri yang diusulkan SBY, termasuk saat ditanya apakah SBY mengajukan putra sulungnya Agus Harimurti Yudhoyono, Jokowi juga menjawab belum.

"Enggak sampai ke sana, belum sampai ke sana," kata Jokowi.

Jokowi pun meminta wartawan bertanya kepada SBY apakah bersedia membawa partainya bergabung ke pemerintahan atau tidak.

Presiden Joko Widodo bertemu dengan Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono. Pertemuan digelar di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (10/9/2019). (KOMPAS.com/Ihsanuddin)
Presiden Joko Widodo bertemu dengan Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono. Pertemuan digelar di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (10/9/2019). (KOMPAS.com/Ihsanuddin) (Kompas.com)

Baca: Bertemu SBY di Istana, Jokowi Akui Bahas Rencana Demokrat Gabung Pemerintah

Baca: Inilah 7 Menteri Lama yang Dipertahankan di Kabinet Jokowi-Maruf, Akan Ada 3 Anak Mantan Presiden

"Ditanyakan ke Pak SBY langsung," kata dia. Sayangnya, SBY tak ikut saat Jokowi memberi keterangan ke awak media.

Prabowo Subianto Tak Masalah Gerindra di Luar Pemerintahan, tetapi...

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengaku siap membantu pemerintahan Joko Widodo - Maruf Amin jika memang dibutuhkan.

Meski begitu, menurut Prabowo Subianto, Partai Gerindra juga tidak masalah jika memang harus berada di luar pemerintahan.

Hal ini diungkap Prabowo Subianto usai bertemu Jokowi di Istana Merdeka, Jumat hari ini.

"Jika tidak masuk kabinet, kami akan loyal di luar sebagai check and balances, sebagai penyeimbang," ujar Prabowo Subianto.

Menurut Prabowo Subianto, Partai Gerindra akan menjalankan perannya bukan sebagai oposisi.

"Karena di Indonesia tidak ada oposisi," ujar mantan Komandan Jenderal Kopassus TNI AD itu.

Presiden Jokowi dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto bertemu di Istana Merdeka.
Presiden Jokowi dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto bertemu di Istana Merdeka. (Seno Tri Sulistiyono/Tribunnews.com)

Meski begitu, jika Jokowi memutuskan akan menggandeng Partai Gerindra ke dalam pemerintahan, maka Prabowo Subianto siap membantu.

Sebab, Prabowo Subianto yakin kerja sama yang dilakukan ini akan membawa kemajuan bagi Indonesia.

Salah satu target yang disebutkan Prabowo Subianto adalah pertumbuhan ekonomi Indonesia naik hingga di atas 10 persen.

Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 01 Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin didampingi sejumlah pimpinan Parpol pendukung melambaikan tangan usai memberikan keterangan terkait Pilpres 2019 di Jakarta, Rabu (17/4/2019). Pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin menyatakan akan menunggu hasil resmi dari KPU meskipun sejumlah lembaga survei memenangkan mereka dalam hitung cepat. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 01 Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin didampingi sejumlah pimpinan Parpol pendukung melambaikan tangan usai memberikan keterangan terkait Pilpres 2019 di Jakarta, Rabu (17/4/2019). Pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin menyatakan akan menunggu hasil resmi dari KPU meskipun sejumlah lembaga survei memenangkan mereka dalam hitung cepat. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (Tribunnews.com)

"Kami akan memberi gagasan yang optimis. Kami yakin Indonesia bisa tumbuh double digit," kata Prabowo Subianto.

"Kami yakin Indonesia bisa bangkit cepat. Kami siap membantu bila diperlukan," ujarnya.

Ada Menteri asal Papua

Jokowi memastikan akan ada menteri asal Papua di kabinetnya bersama Maruf Amin.

Hal itu disampaikan Jokowi saat menerima siswa-siswi sekolah dasar dari Papua, beranda di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat kemarin.

"Saya pastikan ada (menteri asal Papua)," kata Jokowi disambut tepuk tangan siswa-siswi SD yang hadir.

Namun Jokowi belum mau mengungkapkan berapa jumlah menteri asal Papua yang akan duduk di kabinet nanti. Ia meminta wartawan menunggu sampai susunan kabinet diumumkan.

"Nanti dilihat (setelah pengumuman kabinet)," kata dia.

Menteri Perempuan Kabinet Kerja Jokowi-JK 2014-2019
Menteri Perempuan Kabinet Kerja Jokowi-JK 2014-2019 (INSTAGRAM SRI MULYANI/@smindrawati)

Pada kabinet Jokowi - Jusuf Kalla, ada seorang menteri asal Papua, yakni Yohana Yembise.

Yohana Yembise menjabat sebagai Menteri Perempuan dan Perlindungan Anak sejak awal pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla menjabat pada 2014.

Selain itu, ada juga Staf Khusus Presiden bidang Papua, Lenis Kogoya.(*)





Editor: haerahr
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved